Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Thursday, November 28, 2019

Sebagai pendengar



Assalamu’alaikum pembaca yang budiman. Hari sabtu kemarin aku pulang kampung lho, alhamdulillah aku masih di pertemukan dengan kedua orang tuaku yang sehat keadaanya. Bagaimana dengan minggu kalian? Apakah kalian yang sedang merantau sudah menghubungi orang tua kalian di rumah? Apakah sudah memastikan bahwa keadaanya baik-baik saja. Jika belum, baiknya segera menghubungi yaa.

Setelah sampai rumah aku disambut hangat oleh senyuman ibuku yang sedang menyapu rumah. Aku segera membereskan barangku dan segera mencari tempat ternyaman dirumah. Iya, aku ingin merebahkan badan, hehe. Agak lelah ya perjalanan dari Surabaya ke Bojonegoro. Seperti biasa, kalau aku pulang kampung, aku sempatkan berkunjung ke keluarga terdekat, memastikan keadaan mereka. Alhamdulillah masih di beri kesempatan Allah untuk berkunjung ke tetangga, ke keluarga dekat rumah.

Dan saatnya untuk balik ke Surabaya, aku balik naik kereta lagi guys. Setelah beberapa menit menunggu kereta tiba, aku bertemu banyak penumpang lainnya, dari nenek-nenek, ibu-ibu, remaja bahkan juga anak-anak kecil. Saat menit-menit teakhir kereta tiba, stasiun mendadak riuh, banyaknya penumpang menjadikanku semakin tak terlihat diantara mereka. Aku tertutupi oleh kesibukan stasiun kereta api.

Okey, saatnya aku naik kereta. Aku hanya mencari bangku yang kosong di antara deretan kursi yang aku lalui. Akhirnya ada bangku kursi kosong yang berlawanan arah ada bapak-bapak menduduki kursi itu sendirian, dan tidak lama kemudian ada mbah-mbah menghampiriku, dia sekarang duduk disebelahku. Dengan berjalannya waktu, bapak depanku bertanya dengan nenek tadi “mau turun mana?” dan nenek itu pun menjawab “turun di pasar turi.  Aku hanya diam dan menjadi pendengar.

Dan aku menyaut percapakan i  tu dengan spontan “turun pundi mbah? Pasar turi?” tanya ku. “iya pasar turi, la sampeyan?”  “tandes, kulo mboten angsal kursi mbah, mangke nek wonten tiang padosi kursine kulo pindah.” Jelasku ke mbah. “podo nduk, aku yo ora oleh kursi” mbah itu menjawab. Dan kita sama-sama ketawa “hahhaha”. Tiba-tiba bapak didepan kami menyaut “kulo nggih sering mboten angsal nomer kursi tapi ten kreta nggih lenggah terus mbah.” Dan kita bertiga ketawa kecil bersama di atas kreta “hahahaha” karena kami bertiga tidak dapat nomer kursi di tiket tapi kami dapat tempat duduk yang nyaman. Alhamdulillah .nikmat Allah.

Setelah beberapa saat kemudian, ada mas-mas yang cari tempat duduk, berhubung tempat dudukku kosong, bapak depanku menawarkan kursi itu ke mas-mas tadi. Dan mas tadi bersedia duduk di samping bapak tadi.

Mulailah dari sini aku berposisi sebagai pendengar. Aku yang sedang membaca novel “Hujan Matahari” dari penulis kondang, kurniawan gunadi, diam diam mendengarkan percakapan bapak-bapak tadi dan mas-mas tadi yang berada di depan pas tempat duduku. Sedangkan mbah-mbah sebelahku sedang terlelap tidur.

Setelah mas ini meletakkan tasnya diatas, dia memainkan handphonenya, ternyata dia sedang menyeting AC dikereta ini dengan gadget canggihnya itu. Dia memposisikan dirinya duduk nyaman di kursinya, dan bapak sebelahnya bertanya “mau turun mana mas?”  mas itu menjawab “ turun gubeng” seingatku seperti itu. Mulailah dari situ banyak pembicaraan yang mereka bicarakan.

Ternyata bapak itu sedang mau mengunjungi anaknya yang sedang sakit di rumah sakit surabaya, anak gadis bapak itu menderita penyakit diabetes dan ginjal, bapak itu terus bercerita kepada mas tadi. Sehingga mas tadi sepertinya semakin penasaran dengan bapak itu.

Aku hanya sebagai pendengar menghembuskan nafas panjang “Ya Allah, berikanlah bapak ini kekuatan” Aamiin,ucapku dalam hati.

Mas tadi bertanya lagi “La penyebab awal niku pripun pak, kok sampai sakit?”
 “penyebab awal nya apa pak, kok sampai sakit seperti itu? . 
bapak tadi menjawab “Ya, dulu itu sering minum-minuman bersoda, minum-minuman yang tidak sehat begitu mas, terus minum air putih e kurang.”

Mas tadi menjawab “ iya menawi niki cobaan njenengan pak, bade dinaikan derajat kaleh Allah.” “iya mungkin ini cobaan dari Allah pak, yang akan menaikkan derajat bapak.”

Bapak tadi menjawab “nggih mas, nggih, saya juga berusaha berdoa, yang penting anak saya sehat kembali.” Ujar bapak.


Adduuuuh, aku tersentuuh banget dengar percakapan bapak dan mas depan ku ini. Aku hanya pura-pura melihat buku yang aku pegang, kelihatanya membaca tapi tidak, aku sedang mendengarkan beliau-beliau ini berbicara. Lagi lagi percakapan itu belum selesai, banyak yang mereka perbincangkan. Aku hanya sebagai pendengar.

Mas itu ternyata memberikan solusi kepada bapak tadi, “sampun nyubi minum jinten cemeng kaleh madu pak putrine?” “sudah pernah coba minum jintem hitam dan madu pak putrinya?” tanya mas itu.  Dan bapak itu menjawab “belum mas, pripun?” bagaimna mas itu?” tanya bapaknya.

“iya pak, jadi Rasululllah sudah pernah berpesan kalu jinten hitam dan madu itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit.”
“bagaimana mas cara minumnya?”
“iya bapak kasih kan aja beberapa jinten hitam di minuman putri bapak, teh atau apa ndak apa-apa, biasanya saya tak campurkan di teh pak, jintennya.”
“oh seperti itu...”
“lalu madunya mas? Madu apa?”
“ya seadanya pak, yang penting madu.”
“kan ada, madu hitam itu ya mas?”
“iya ada madu hitam pak, tapi menurut saya madu hitam itu keras pak.”

Mendengarkan perbincangan mereka yang semakin seru. Aku baru tahu guys, kalau selama ini madu itu ada macamnya ya, madu hitam ada juga ternyata. Oke, aku dapat pengetahuan baru dari percakapan mereka. Kita lanjutkan percakapan mereka yaa.

“nggih mas, makasih banyak ya sarannya, nanti saya coba cari jintenya dan madu.”
“iyaa pak, siapa tahu bisa membantu kesembuhan putri bapak.” Ujar mas-mas depanku yang akan merantau ke kalimantan meninggalkan anak semata wayang di rumah.
“kulo crito nggih pak,” “saya crita ya pak”. Ujar mas tadi ke bapak itu.
“iya monggo.”

“jadi dulu itu teman saya menderita penyakit kanker, sudah di vonis dokter masa hidupnya sudah tidak lama lagi. Dia mulai mendekatkan diri ke Allah, ya sholat dan lain-lain, pasti kalau di buat sholat itu waktu sujud itu sakit banget kepalanya katanya, tapi dia bilang ke saya pak, “walaupun sakit saat sholat ndak apa-apa, sholat kan perintah Allah, sesakit apapun tetap dijalani dengan ikhlas.” Ya Allah pak, jarak beberapa bulan begitu ada perubahan yang nyata, teman saya ndak jadi operasi kanker, karena kondisi badannya sudah membaik. Ya seperti itu ya pak, pelajaran yang harus kita ambil, memang mendekatkan diri pada Allah itu salah satu cara untuk mengobati segala macam penyakit.” Jelas mas itu ke bapak sampingnya.

Aku tetap masih sebagai pendengar. Tetap melihat buku, padahal mendengarkan.
Setelah itu bapak tadi bercerita tentang kesholihan anaknya. Yaaa lumrahlah ya, beliau begitu sayang dengan putrinya tadi.

Dan masih banyak cerita menemaniku di kereta menuju Surabaya. Mereka berdua tetap masih asik membicarakan sesuatu di depanku yang sedang memegang buku bacaan. 
Namun, tiba-tiba petugas kereta dari arah depanku berteriak kepada penumpang,

“Ini AC nya ada yang nyetting ya, awalnya ini bukan 16 derajat, makanya panas banget, beda dengan AC yang di luar kereta ini, semakin kecil derajatnya bukan semakin dingin tapi semakin panas. Hayo siapa yang merasa menyetting AC nya?” ujar petugas kereta.

Aku terdiam, ingatanku langsung menuju kejadian awal tadi, iya aku sudah tahu siapa pelaku penyetting AC ini. Sedangkan penumpang yang lain riuh karena kepanasan. “aduh, makanya panas banget yaaa, siapa  yang nyetting ya,..” ujar salah satu penumpang.

Aku mencoba diam, dan memperhatikan tingkah mas depanku itu. Dan petugas kereta pun bersuara lagi “minta tolong yang menyetting AC di kembalikan ke settingan awal, saya tidak akan merubah settingannya, yang nyetting ini Hp Xiomi, yang merasa silakan dikembalikan” kata petugas kereta. #UPS MAAP SEBUT MERK.

Dan mas tadi pura-pura tidak tahu, dan langsung mengalihkan fokusnya ditanya sesuatu hal lain di bapak sampingnya tadi, tanpa merasa bersalah. Seddihh bangetttt sih sederetan panas karena orang ini. Lho nin, kamu nggak tegur? Aduuuh mau negur gimana, orangnya aja no care sama perbuatannya, ketimbang aku tegur si mas tadi enggak ngaku, aku nya nanti yang malu, dan jadi ribut. Lebih baiik aku diam, lebih baik aku teruskan baca buku yang aku pegang. Dan lebih baik lagi doain mas-mas ini sadar kalu perbuatannya, walupun kecil dampaknya besar ke orang-orang. Iya kita jadi kepanasan, walaupun hanya beberapa deret kursi saja yang kena dampaknya.

Okay, mas dan bapak tadi masih meneruskan perbincangan mereka. Dan aku mulai tidak mendengarkan lagi. Tiba-tiba, bapak tadi memanggilku, “mbak boleh pinjam bolpoin?” dan aku jawab “apa pak,” bapak itu jawab “bolpoin mbak,”.. oh okee sebentar saya carikan.” Aku cari bolpoin di tas ranselku. Dan akhirnya ketemu. Bapak tadi pinjam bolpoin untuk mencatat nomer hp mas tadi. Oke setelah bolpoin itu di kembalikan kepadaku aku segera membereskan barang bawaanku. Tidak terasa aku sudah sampai distasiun tandes.

Alhamdulillah, perjalananku lancar. 
Dan aku pesan ojek online. Sampailah aku di Surabaya.

That’s all my short journey in train. Banyak hal yang aku dapat walaupun hanya sebagai pendengar.❤❤❤




Thursday, November 21, 2019

Bertanya tanya ~



“Bapak, kalau aku nanti enggak jadi seperti yang bapak inginkan bagaimana?”  udah di sekolahkan tinggi-tinggi, terus aku nggak tahu nanti endingnya bagaimana,”. Aku curhat sama bapak.

Bapak belum menjawab apa-apa. Bapak menjawab dengan “Ha.. ha.. haa”. Aku menikmati ketawa khas bapak, bapak menertawakan pertanyaan yang mengusik pikiranku akhir-akhir ini.

Aku menyaut “iya bapak, bagaimana?”
Lalu ada beberapa detik terjeda diam, bapak menjawab
“Nduk, bapak nggak mau nuntut kamu apa-apa, bapak cuma bisa kasih bekal kamu ilmu, kalau kamu bapak bekalin uang pasti cepat habis, tapi kalau ilmu, itu akan yang menjaga kamu di masa depan. Dengan bapak menyekolahkan kamu, itu artinya bapak sudah melaksanakan kewajibannya untuk membekali kamu ilmu, semoga bermanfaat.” Jelas bapak.

Aku mendengarkan dengan seksama apa yang bapak ucapakan kepadaku.
“bapak nggak pengen apa-apa, tapi bapak selalu doakan kamu, semoga menjadi orang yang bermanfaat bagi nusa bangsa, dan agama.” Ujar bapak.
“iya bapak.” Ujarku dengan meneteskan air mata.
“ sudahlah, jalanin saja kuliahnya, kamu pasti bisa, dijalanin aja, dinikmati aja ya. Cari ilmu sebanyak-banyaknya, nanti ada waktunya dimana kamu susah cari waktu untuk menuntut ilmu, sekarang waktunya yang tepat untuk kamu cari ilmu, yang semangat seperti bapak gitu lhooo yaa. “ tambahan nasehat bapak panjang.

“iya bapak, InsyaAllah Allah bantu aku dengan doa-doa bapak ibuk, la ibuk dimana sekarang?” ujarku.
“ini lagi disampingku, mendengarkan suaramu.” Ujar bapak.

Diatas percakapan dalam telfon genggam setelah aku menyelesaikan sholat magrib di kosan.

Lewat bapak, Allah menguatkan ku di dalam banyak hal. Allah kirim malaikat tak bersayap bernama orang tua. Ketika down, merekalah yang selalu hadir untuk menyemangati hidup.

Ayooo kawan-kawan, jangans sampai down ya kalian, there are many things that should we get. Let’s learn anything. Semangats.. :D


Kalkulator Allah


“Bapak, hari ini aku pulang ya, aku kangen, aku mau pulang.” SMSku ke bapak.
“Iya pulang nggak apa-apa, lha naik apa?” Balas bapak.
“Naik kereta ya bapak, aku sama dek putri, dia mau ikut bareng pulang.” Balasku.
“Okay, nanti aku jemput di stasiun, nanti kabarin bapak ya.” Jawab bapak.
“Okeee.” Ku tutup pesanku.

      Diatas adalah percakapan singkatku saat aku mau pulang kampung Dua minggu yang lalu.  Dan baliknya ke surabaya dengan sangat senang hati, bapak bersedia mengantarkanku ke kosan. Baginya, aku masih belum siap naik sepeda motor jauh-jauh, ya kalau kalian tahu ceritaku sebelumnya, tahulah, bapak masih gak tega aku sepeda motoran sendiri dalam waktu dekat ini. Padahal udah 3 tahunan lebih, aku selalu naik sepeda motor kalau pulang kampung. Ya, namanya juga orang tua, sayang banget sama anaknya.

Di bawah adalah percakapan saat aku balik ke Surabaya diantar bapak.

“Tak critani yaa.” Bapak mengajak aku bicara tiba-tiba.
“Crita opo?” jawabku.
“Dek usuk ya, enek wong tuwek ndek toko, ngomong ngene nek bapak, “lek e aku kei rokok e,” terus tak kei rokok, terus aku takok “gak kurang mbah?” de e jawab “ora matur nuwun” terus mbah iku langsung mere.” Cerita bapak.
“lha sopo mbah kui bapak?” tanyaku.
“ya wong kui uwes biasa ndek tokone, kadang yo sering gitu, tapi, iki koyo wes sue ra rene, dek esuk rene, moro-moro njaluk rokok, ya wes tak kei.” Ujar bapak.
“ohh.. la terus?” tanyaku.
“rokok seng tak kenakno mbah kui kan Cuma harga seribu, moro ngunu lo ya, beberapa jam kemudian, banyak orang yang beli bahkan jutaan nduk, pesan aqua, pesan apa gitu, langsung Allah kirimkan balasan, nek dipikir lo ora tok.” Tangkas bapak.
“ jal yo, mosok ngekei wong hanya seribu dikasih lebih dari sejuta, itu kalkulator mana yang bisa gitu, udah dilipatkan beberapa kali rezekinya?” tambah bapak.
“ masak bapak??” sahutku dengan terkejut.
“iyaa nduk,, kalkulator Allah itu tidak ada yang menandingi yaa, kalau kita ikhlas ngasih orang, walaupun hanya seberapa, seribu bahkan 500 rupiah, kalau kita sabar, Allah akan ganti apa yang sudah kita berikan kepada orang lain.” Nasihat bapak.
“beetuuul banget bapak.”
“Ya begitulah hidup nduk, kalau ada orang yang susah ya harus kita bantu kalau kita bisa bantu, kalau ada orang minta ya dikasih kalau kita bisa ngasih.” Ujar bapak.
“iya bapak, beneer banget.”
Percakapan itu membuatku merenung lagi.

      Ada banyak kesempatan yang telah aku lewatkan untuk membantu orang lain, padahal ketika aku membantu orang lain, aku yakin Allah pasti akan menggantinya. Di dalam perjalanan bapak mengantarkanku balik ke Surabaya ada hikmah dan makna hidup yang disampaikan bapak. Semua itu tentang kalkukator Allah.

    Kalkulator Allah tidak bisa kita capai angkanya, bahkan perkalian pertambahan di dalam kalkulator yang kita miliki tak akan cukup untuk menandingi kalkulator Allah. Kalkulator Allah besar banget. Dan semua itu memang tentang keikhlasan dalam memberi, selama di dunia kita terus diasah oleh Allah seberapa besar kadar keikhlasan kita membantu orang lain, memberi orang lain, dan lain lain akan berdampak pada bagaimana kalkulator Allah dioperasikan. Ketika kadar keikhlasan kita tinggi, tidak mengharap dibalas, lillahi ta’ala, InsyaAllah, Allah angka yang muncul di kalkukator Allah juga besar.


Yuk selalu besarkan keikhlasan dalam memberi sesuatu kepada saudara kita, karena kalkulator Allah akan lebih besar daripada kadar keikhlasan kita.

Selamat memburu kebaikan. :D


Thursday, November 14, 2019

Bersyukur :)



Aku tidak tahu cara bersyukur yang terbaik kepada Allah SWT itu seperti apa, yang ku tahu cara bersyukur kepada-Nya yaitu meningkatkan ibadah kepada-Nya. Dan ibadah sendiri itu komplek banget maknanya. Selain menunaikan ibadah yang wajib untuk Allah, ibadah-ibadah sunnah juga perlu kita laksanakan untuk berterimakasih dan wujud rasa syukur kita telah diberikan kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa oleh Allah. Kita tidak pernah sanggup untuk menghitung nikmatNya kan?  
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Yaa, mulai dari kita masih kecil hingga saat ini, Allah tidak henti-hentinya memberikan rezeki, rahmat, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Begitu baiknya Allah itu, begitu sayangnya kepada hamba-hambaNya. Sehingga, Nabi Muhammad pun yang sudah dijamin masuk surga tetap saja menjalankan ibadah dengan khusyuk, karena itu semua bentuk rasa syukur Rasullullah.
Di suatu riwayat mengatakan, ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat, beliau berdiri hingga kedua telapak kaki beliau merekah, lalu ‘Aisyah bertanya, ‘Kenapa engkau melakukan semua ini, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan ampunan bagimu atas dosa-dosa-mu yang telah lalu dan yang akan datang?’ Lalu beliau menjawab,
أَفَلاَ أَكُوْنُ عَبْدًا شَكُوْرًا.
‘Apakah tidak boleh jika aku termasuk hamba yang bersyukur.'”[3]
MasyaAllah, begitulah Rasullullah, suri tauladan kita semua. Beliau yang sudah dijamin surga tanpa hisab saja masih beribadah sekuat tenaga, sekusyuk-kusyuknya, dan selalu memberikan yang terbaik untuk Allah, sedangkan kita yang belum tentu dijamin masuk surga, sekarang masih bermalas-malas untuk beribadah, selalu mempunyai alasan untuk meninggalkan suatu yang diwajibkan, dan lain lain. Ya Allah ampuni kami. Semoga kita semua bisa mencontoh apa yang sudah diajarkan Rasullulahh selama hidupnya. Aamiin
Berbicara tentang bersyukur, pasti kalian juga tak lupa setiap saat berucap syukur kan, seperti Alhamdulillahirobbil’alamin. Semoga ya, lisan kita dimudahkan Allah untuk mengucapkan Alhamdulillahirobbil’alamin. Karena tidak semua orang Allah izinkan mengucapkan demikian. Semoga kita dituntun Allah selalu. Aamiin.
   Tapi gengs, apa kalian pernah diberikan Allah kenikmatan rahmat atau hidayah yang luar biasa dari Allah, sehingga kalian bersyukur tingkat level tinggi? Pernahkah demikian? Jika pernah, hal apa yang kamu lakukan untuk wujud dari rasa bersyukur. Entahlah ya, semua orang memang mempunyai cara yang berbeda untuk mewujudkan bentuk rasa syukur mereka. Ada yang cara bersyukurnya dengan berinfak, ada yang bersyukurnya dengan membagikan sembako kepada masyarakat, ada yang bersyukur membantu temannya yang kesusahan, ada yang bersyukur dengan membantu orang tuanya dirumah, ada yang bersyukur dengan membelikan sepiring bakso untuk teman-temannya, dan lain-lain. 
   Tapi bukan itu essensinya dari bersyukur yang sebenarnya, kalu tidak salah dari ustad Oemar Mita, beliau berkata cara untuk bersyukur tidak hanya diwujudkan dengan bentuk tasyukuran sekampung, memberikan orang-orang barang-barang, dan lain lain. Akan tetapi beliau lebih menyarankan untuk mewujudakan rasa syukur tingkatkanlah iman dan taqwa kita. Dengan apa meningkatkan iman dan taqwa? yaitu dengan memperbaiki ibadah kepada-Nya.
Dan aku boleh ya cerita dikit dengan dua minggu yang lalu sepertinya, aku kedatangan keluargaku Jogjakarta, setelah beberapa hari menginap di rumahku, tiba-tiba dia menanyakan fi sabillah disini namanya siapa saja, siapa yang di desa ini hidup sendirian, siapa yang mengajari adik-adik ngaji setiap hari, dan lain-lain. Akhirnya aku bersama ibu dan saudara-saudaraku dari jogja menulis daftar nama orang yang berhak untuk di zakati Mall. Ya, saudaraku dari jogja ingin memberikan orang-orang yang berhak mendapat zakat Mall.
Seruu banget deh ceritanya. I will share in the next pembahasan ya..
Jangan lupa bersyukur yaaa dengan meningkatkan ibadah-ibadah untuk Allah.. J






Thursday, October 10, 2019

Bermakna (1)




Haloo, assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh pemirsaa.
Semoga kalian semua dalam keadaan baik-baik saja ya..


Eh iya, kapan hari ya, tepatnya minggu ini deh, di siang hari, tiba-tiba bapakku mengirimkan pesan pendek kepadaku yang singkatnya seperti ini, “Nduk, tadi malam bapak mimpi kamu meninggal, kamu ketabrak mobil, langsung sopirnya bapak bunuh, bapak nangis, bapak nggak kuat kalau kamu meninggal, dan ternyata bapak hanya mimpi itu nduk.” Pesan singkat bapak melalui SMS.


Aku membaca pesan itu dengan mata berkaca-kaca dan akhirnya aku menjatuhkan butiran air mata yang membasahi pipiku, aku nggak tahu kalau aku benaran meninggal, aku belum siap, tapi rasanya aku juga ingin bertemu dengan Allah, tetapi aku belum yakin dengan amal-amalku, aku butuh bekal untuk bertemu Allah. Lalu, aku menjawab pesan singkat bapak.


“Bapak, maafkan aku ya kalau aku punya salah disengaja maupun tidak, yang mungkin menyakiti bapak ibuk, maafkan aku ya bapak, aku belum bisa balas apa-apa ke bapak ibuk. Aku nggak tahu kapan aku meninggal,L” pesan sudah ku kirim ke bapak.

Bapak menjawab, “Semuanya rahasia Allah nduk, rezeki, jodoh, pati, kita semua tidak ada yang tahu nduk, hanya Allah yang tahu semuanya, kita hanya bisa menjalaninya.”

Dan percakapan dalam SMS ini di akhiri dengan “Iya, betul bapak.”


Aaah, percakapan singkat melalui SMS itu mempunyai makna yang mendalam untukku. Makasih banyak bapak sudah selalu mengingatkanku.

Dari kata “Rezeki, jodoh, dan pati” ada makna yang harus kita ambil dari sini.
Bapak memang menyampaikan rezeki kita hanya Allah yang tahu seberapa besarnya, tugas kita adalah berusaha memperdayakan diri untuk menjemput rezeki yang berhak untuk kita miliki. Jodohpun seperti itu, hanya Allah yang tahu siapa jodoh kita kelak, jodohpun juga harus diusahakan, kalau kita berdiam diri saja, mungkin jodoh kita susah kita cari, akan tetapi ketika berusaha dengan cara baik, Allah pasti akan tunjukan signal-signalnya, begitupun dengan pati, kita benar-benar tidak tahu ya, kapan pati atau kematian itu datang ke kita, tugas kita adalah mempersiapkannya sebaik mungkin.


Aah, ilmuku masih dangkal banget soal semua itu, harus banyak belajar dari orang-orang hebat, dari guru-guru yang baik, dan yang paling penting harus belajar banyak dari Bapak.
Setelah meresapi SMS bapak yang singkat tadi, aku sadar bahwa semua yang mengatur Allah, kita harus benar-benar siap dengan semua keadaan.


Sampai berjumpa di lain nasihat dari bapakku yaa..


Wednesday, September 18, 2019

Orang Terhormat Versi Bapak



Hari itu bapak dan aku melakukan perjalanan bersama. Sudah menjadi kebiasaan bapak kalau mengajak aku keluar pasti ada sesuatu yang baru untuk di bicarakan, seperti sekedar mengomentari hal kecil yang belum pernah aku ketahui sebelumnya. Yang membuatku sadar, “Everything has meaning”. Dari mengikuti perjalanan bapak, ternyata aku baru sadar, bapak mendidikku dengan cara yang berbeda. Bapak memberi aku banyak pelajaran dan hal baru.
Pagi tapi tidak terlalu pagi, siang tidak terlalu siang, aku dan bapak mengamati orang-orang disekitar yang kami lewati, yang paling berkesan ketika bapak melewati seorang laki2 mengendarai motornya. Wajahnya tak terlihat, kami dari belakang dia, dan aku tak sempat melihat dengan jelas, karena begitu kencangnya si bapak ngemudi.

Yang aku tahu bapak celoteh  "Ya Allah, orang tadi bajunya compang-camping, yang belakang ini sobek2.”
seketika aku nyaut.   "Ha? mana bapak mana?"
Bapak menjawab  "wah tadi udah kelewat".
aku penasaran  "masak sih bapak? "
bapak merespon "Orang terhormat" itu nduk, orang yang harus kita hormati pengorbanannya, demi anaknya, keluarganya, banting tulang tanpa memperhatikan penampilannya."
Aku menjawab  "Iya bapak, kasian yaa.."

Bapak meneruskan pembicaraanya "bapak itu suka orang yang seperti itu, orang itu bagi bapak adalah orang terhormat, ketimbang orang yang minta-minta, ngamen, ngemis, tubuhnya keker tapi g berusaha mencari pekerjaan, klontang klantuung, g mau berusaha, nggak mau mencoba, nyusahin orang padahal dia kalau dilihat orang bisa melakukan hal lebih padahal, apalagi sampai mencuri, aduh, naudubillah" -
-
lagi lagi bpk mengutarakan kata "suka orang yang seperti itu".
Bapak memperjelas lagi “suka banget sama orang2 yg pekerja keras, udah g mikir gengsi gengsian, dan rezekinya pasti barokaah untuk anak istrinya, keluarganya, soalnya hasil dari keringatnya. Semua itu kita jadikan contoh hidup."
-
-
Dan lagi-lagi  aku mulai ingat betul kalau bapak sering berkata "Orang Terhormat" dalam perbincangan dimanapun itu klo liat seseorang seperti itu.

Dan hari ini dengar lagi bapak berkata "orang-orang seperti itu adalah orang terhormat, harus kita hormati betul, walopun badannya rapuh tapi semangatnya tinggi, jangan sampai kita yang berkecukupan tidak mempunyai semangat hidup seperti bapak, contohlah semangat-semangat mereka "
-
Lalu, setiba dibojnegoro, tengah menanti antrian,  aku dan bapak dipertemukan seorang nenek-nenek jualan krupuk, lagi2 bapak dan aku terenyuuuh, lagi-lagi bertemu dengan sosok TERHORMAT versi bapak.
Bapak membeli beberapa krupuk dari nenek yang berjualan seorang tanpa ada yang menemani.

Hari ini satu pelajaran kehidupan telah aku terima dari bapak.

See...

Kawan, orang terhormat tidak melulu yang berdasi rapi, berjas hitam, bersepatu hitam.
Org terhormat tidak melulu yang punya mobil mewah, punya pakaian “WAH” n rumah yg MEGAH.
Org terhormat tidak melulu siapa yg tampil didepan atau sejajarannya. Orang terhormat tdk melulu itu semua kawan. Tapi orang terhormat juga disandang "orang yang mengutamakan orang lain dari pada dirinya, orang yg berkerja keras untuk keluarganya, orang  yang ikhlas dan sabar, orang yg berjuang."
-
-
Seperti bapak tadi, sprti mbah atau nenek yang aku temui, ada banyak orang-orang terhormat diluar sana yg sderhana tp penuh dg keberkahan hidupnya yang belum kita jumpai.


Saturday, September 14, 2019

Ada apa ya disidangku S1?


Bismillahirohmanirokhim.
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...

Hai...
Apa kabar? 
Dapat senyum ni dari aku untuk kalian semua. Bisa membayangkan senyumku? Hehehe. Nih J Jangan lupa aku juga dikasih senyum termanismu yaa. Aku suka orang senyum, dan aku suka membalas senyuman. Ecieeee.. udah udah kok tambah bahas senyuman sih. Tidak apa-apa, senyum itu baik, di bahas juga bagus kan. Mungkin bisa juga bahas kenapa orang itu suka senyum dan tidak suka senyum, gampang senyum dan susah senyum, bisa ya kita bahas begitu? Bisa bangetlah, however, ceile bahasa inggrisan segala lho. Iyaa paham kalau kamu, enggak enggak, iya emang aku anak jurusan bahasa inggris lho. Hehe.

Iyap, aku ingin bercerita kembali saat-saat aku banyak senyum, hmm, kira-kira kalau banyak senyum tandanya apa teman-teman? Bahagia kan? Betul banget. Aku mau cerita tentang kebahagiaan yang Allah berikan kepadaku di satu tahun kemaren. Tepatnya di hari jumat, 7 september 2018 there was something special in my life during my college. Apa hayo?


Yes, I did it. Pemirsa, pembaca, penikmat tulisanku, heehe, I would like to announce that I finished my examnination. Yeee, sudah selesai sidang di S1 kemaren, walaupun baru sempat cerita hari ini detailnya ndak apa-apa ya, sebenarnya ini tulisan sudah ada berbentuk draf dari tahun kemaren, but I didn’t finished yet, when I open my Blog folder, there is something left. Ya, exactly, I ever wrote draft to express my special day.  Because of something, i leave and I hadn’t done to continued the story. Ehehe, so that I will finish right now. Stay tune for my writing ya.

 Saat itu, setelah sidang dinyatakan selesai, rasanya lega banget Ya Allah, pasti kalian juga akan merasakan kalau kalian kuliah. It was release my , my apa ya donno to say it. Intinya, aku lega, aku senang, aku terharu, aku nggak nyangga bisa di titik ini, aku sedang merasakan nikmat Allah saat itu. Aku seperti memeluk es batu, adem sekali saat itu. You know what I felt lah ya. Kalau kamu sudah pernah kuliah juga pasti merasakannya.

Alhamdulillah, aku berterimakasih pada diriku sendiri dan Allah pastinya yang udah membantu aku melewati fase kehidupan kuliah ini.  Aku berterimakasih pada orang tuaku dan keluargku yang selalu mendukungku, memberi semangat, doa dan supporting my financial. Oh no, aku kudu nanges rek,L so deep when talk about parents. Karena orang tuaku lah yang benar-benar tahu betul perjuanganku, and I know they love me so much and I love them so much much more than anything. Tanpa doa orang tua, aku tidak akan bisa di titik ini. L makasih bapak ibuku yan tercinta.


Terus, aku juga matur suwun banget sama teman seperjuanganku, namanya yuli, dia anaknya rajin pakek banget, karena kita berada di dosen pembimbing yang sama, jadi aku ketularannya rajinnya, ketularan ketekunannya. Thank you so much yul, udah ajak aku hadir terus di setiap bimbingan. Walaupun terkadang aku belum ada bahan yang ingin aku sampaikan saat bimbingan skripsi, aku selalu di semangati yuli, “Ayo Nin, datang aja, seadanya aja laporkan ke beliau, nggak apa-apa belum selese semua revisinya, yang penting kita ada progress dan beliau tidak lupa dengan topik skripsi kita.”  that made me felt like, WAKE UP NIN, WAKE UP. MAU WISUDA NGGAK???


Oleh karena itu, aku selalu diajak yuli bersama-sama untuk bimbingan bareng, walaupun satu dua kali dia sendiri, aku sering barengan sama dia, kalau teman-temanku yang lain punya urusannya masing-masing hanya di awal-awal pertemua saja kami bimbingan skripsi bareng, afterwards, kita bimbingan skripsi independently not by finding time to come together. Walaupun pada akhirnya, yuli sudah sidang duluan, karena memang dia sudah siap sidang, dan dosen pembimbingku (p syafi) mengizinkan untuk sidang, yaaa aku di tinggal yuli. Ya nggak apa-apa sih, emang masih progress kok pembenahan data sekripsiku. Selamat dan makasih ya yul, you are one of my powers to through this phase. Dan beberapa minggu setelahnya aku berpikir, yuli kan sudah selesai nih ya sidangnya, jadi gantian aku dong, ehehe, aku harus mengebut ngerjakan dan memahami betul data skripsiku. Dan saat itu sepertinya dengan yuli, aku mencoba bertanya ke dosenku, “Pak, saya boleh minta tanda tangannya untuk melengkapi syarat sidang?” beliau bilang, “Nanti saja yaa, ndak usah terburu-buru” intinya yg aku ingat seperti itu. Dan dalam pikirku, “Iya sih, kenapa aku terburu-buru sih,”yaudah deh. Next time aja". kataku dalam hati.


Akhirnya, karena yuli sudah selesai sidang, aku mulai mengajak teman-temanku sebimbingan untuk bimbingan skripsi bareng. Mereka ternyata sudah lama tidak bimbingan, mungkin sekitar, beberapa bulan, ternyata ada yang sakit, zah namanya, dan anka dia ada urusan yang harus dikerjakan gitu sih katanya. Suatu hari kemudian, kami bimbinganlah bareng. Dan aku sepertinya sudah PD dan beranggapan kalau revisi skripsiku sudah selesai. Waktunya aku sidang dong. Walaupun antara masih ragu untuk maju sidang atau ditunda dulu. Sebelum datang untuk bimbingan bersaama, sudah aku persiapkan perlengkapan data untuk sidang, salah satunya meminta tanda tangan persetujuan dosen pembimbing. 

Saat itu, kami bertiga, anka zah dan aku di depan P Syafi, dengan PD nya di akhir pemberian kritik dan saran aku bilang “ Jadi, saya sudah bisa sidang yaa Pak,” Beliau jawab, “Iya terserah kamu sidangnya kapan, kan bukan saya yang sidang.”  Lalu batinku, :Yey, aku bisa minta tanda tangan nih, seneng dalam hati,wkwkwk”. Eh tiba-tiba beliau ada tamu, keluarlah sebentar, dan aku siap-siap mengeluarkan kertas tanda tangan persetujuan sidang, beliau datang, dan aku mencoba berbicara “Hmm, saya boleh minta tanda tangannya untuk persetujuan sidang?” dan terjawab dengan “besok saja, diselesaikan revisinya dulu.” Seketika aku berputar pikiran, “eh iya deng, revisinya aja belum aku selesaikan kok minta tandatangan, eh lo nin PD banget sih lo,” dalam hati menyindir diri sendiri. Wkwkwk. Jadi tertunda revisi lagi deh bro.

“Seberapapun usaha kita dalam menggapai sesuatu kalau  kita mengerjakan dengan rasa ikhlas, aku percaya perjuangan yang terbaik akan memberikan hasil yang terbaik pula”


Sebenarnya deretan ceritanya panjang banget gengs, dari awal setelah seminar proposal di bulan desember 2017 lalu, bulan februari aku baru memulai penelitian di sekolah, pertama izin dengan ke kapala sekolah, lalu membawa surat izin dari kampus, menemui guru bahasa Inggris sekolah, barulah aku bisa melaksakan penelitian, lalu mengolah data. Ternyata data kurang, aku harus ke sekolah lagi, dan revisi revisi revisi to get the main goal.


Dan pada akhirnya, aku diperbolehkan sidang. Aku diberikan tanda tangannya, aku lengkapi segala data keperluan untuk sidang. Tak lupa minta doa orang tua. Dan dosenku mengingatkanku, jangan lupa besok Jumat sidang, wadau. Semakin deg deg an. Beliau memberi aku semangat untuk relax saja presentati, pasti bisa. Sudah biasa kalau ada revisi itu. Kata beliau seperti itu. The day is coming, Yay, mission completed.  And aku bisa ternyata mempresentasikan penelitianku walaupun belum sesempurna yang diharapkan, but i did my best.

You know what, dengan sabarnya dosen pembimbingku selalu memberi the best suggestion dan solution, sabar bingit membimbingku, enggak pernah di marahi, enggak pernah ngejatuhin aku, dan up teruss dah. Ya gitu ya, Allah tahu bener siapa yang aku butuhkan yang menurutNya bisa sesuai dengan aku. So jadi,  emang so artinya jadi nn, iya tahu, wkwkwk, aku berterimakasih banyak ke dosen pembimbingku, ndak usah panggil namanya ya, nanti kedengeran, hehe. Untuk dosen pembimbingku yang ter-ter-ter baik, thank you so much for helping me in every step on finishing my skripsi. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik berupa kebaikan-kebaikan diberbagai bentuk untuk beliau. Aamiin Ah, keingat juga setiap minggu harus ketemu beliau untuk bimbingan skripsi dan pastinya beliau bosennn bangeet dengan aku. Hahaha


Tak lupa juga, aku berterimakasih sekali pada teman-temanku yang selalu dukung support aku, datang kesidangku, memberikan aku ucapan selamat, menyemangatik, memberikan aku hadiah, and so on. You know guys, I love you all so much. InsyaAllah doa baik selalu untuk kalian semua. Aku nggak nyangka aja, Allah kirimkan orang-orang baik sebegitu banyaknya ke aku, terimakasih ya Allah. Tanpa ada campur tanganMu, temen-temenku g akan datang sebanyak ini, ehehe.  Allah Engkau Maha Baik.

Terus apa yang dapat kamu petik dari semua itu Nin?

Banyak kawan. Menurut aku, mengerjakan skripsi bukan hanya soal kita mengerjakan datanya itu saja, tetapi lebih dari itu. Ada banyak hal yang enggak kita sadar yang membuat kita lebih dewasa, lebih berpengetahuan luas, lebih jadi manusia yang baik lagi.


Kalian pernah berpikir nggak sih? Kalau kita di minta untuk penelitian di sekolah artinya kita harus datang kesekolah, kita harus menghadapi orang-orang yang berada di sekolah itu kan? Bertemu dengan kepala sekolah, bertemu dengan guru yang bersangkutan disana, bertemu dengan guru-guru di sana, bertemu dengan Tu nya, bertemu dengan orang yang berada di sekolah itu. Iya kan? Dan kita pastinya juga melihat aktivitas disekolah itu, suasana disekolah itu, dan masih banyak lagi sisi yang bisa kita amati kan. Semua itu yaaaa memaksa diri kita untuk mau tidak mau harus berinteraksi dengan mereka semua, iya harus berinteraksi dengan mereka, entah dengan berbincang-bincang, tukar pengalaman, ataupun hanya memberikan senyuman saat berpapasan denga salah satu dari mereka adalah interaksi. Guys, interaksi yang kita lakukan itu meningkatkan kapasitas atau skill kita dalam bersosialisasi lo dengan manusia. it improve our social relationship kita kan? Bener banget. Itu aku rasakan banget saat mulai dari penelitian sampai akhir. Aku bertemu dengan orang baru dan aku berusaha sebaik mungkin untuk bisa berinteraksi dengan mereka semua. Bagiku, itu perlajaran baru juga buat aku. Walaupun dulu pernah PPL (praktek kerja lapangan) ini beda. Ini beda crita dan beda rasa. Proses penelitian membuatku skill berkomunikasiku dengan orang meningkat satu tingkat lagi. Alhamdulillah, Allah mendewasakanku dengan hal yg enggak aku sangka.


Tidak hanya itu saja, makna lain yang bisa kita ambil dari proses mengerjakan skripsi adalah kita dilatih untuk sabar, tekun, tidak cepat putus asa, bersemangat terus, dan menghindari kata mengeluh. Dari berbagai hal, Allah ajarkan aku kesabaran dalam menghadapi murid-murid dikelas yang terkadang belum bisa aku kendalikan keramaiannya, mengolah data hasil penelitian melatih aku konsisten untuk mengerjakannya, dan berusaha menjadi tekun. Ketika dosen masih memberikan masukan, aku merevisinya dengan penuh semangat dan menghindari kata mengeluh, ya walaupun kadang mengeluh. Ehehe, but, those things really make me to be strong.


Lalu, hasil dari penelitian yang aku teliti juga harus bermanfaat untuk masyarakat, terutama para siswa dan guru. Ini penting banget dari segalanya. Penelitianku tentang self-assessement  yang bisa mempenngaruhi effikasi dan regulasi siswa dalam belajar bahasa inggris. Aku berharap penelitian ku ini bisa menjadi pertimbangan oleh guru-guru untuk membantu siswa-siswa melakukan self-assessment. pun sebaliknya, sebenarnya guru juga harus melakukan self-assessment, penilaian diri agar bisa tahu kelemahan dan kelebihan yang di milikinya untuk membantu sisawa dalam mencapi tujuan pembelajaran.


Yang terakhir hikmahnya adalah dari mengerjakan atau menyelesaikan skripsi, aku di latih Allah untuk terus berdoa setiap saat, meminta di doakan orang lain, dan mendoakan orang lain. Dimanapun aku berada, untuk menyelesaikan skripsiku aku harus melibatkan Allah, kalau Allah enggak ridho aku menyelesaikan ya enggak akan selesai, jadi aku sering minta doa kepada orang tuaku, kepada orang-orang yang menanyakan bagaimana skripsimu? Jadi guys, ketika kamu ditanya, “eh, gimana skripsimu? sidang kapan? Sudah sampai mana revisinya? Bahkan tanya kapan wisuda?” pertanyaan-pertanyaan seperti itu jangan dibuat sakit atau atau menjadi kalian sedih atau jengkel dengan orang tersebut. Tambah senanglah, jadi pada saat itu kamu bisa meminta doa kepada dia untuk mendoakan semoga diberi Allah kemudahan dan diberi izin Allah menyelesaikan skripsimu. Oke!! J iya jadi seperti itu, saat itu aku dilatih Allah untuk rajin-rajin berdoa, memohon ke Allah, minta doa sana sini, doakan sana sini, karena ketika kita mendoakan saudara kita malaikat menjawab  “Pun doa yang sama untukmu”  dan mengaminkannya, bagaimana tidak klepek-klepek di doain malaikat lho guys. Gitu yaaaa pesanku.


Ya gitu teman-teman, tidak terasa ya ini halaman sudah halaman ke lima dalam MS. Word, nulis setelah melaksanakan sholat shubuh jam setengah lima, sekarang cepet banget udah jam setengah tuju saja. Beneran aku nggak bohong sekarang jam setengah tuju pagi hari minggu. Ehehehe. Semoga bermanfaat ya tulisanku diatas, yang baik bisa diambil yang tidak bisa ditinggalkan. See you on the next topic. Have a nice day. Bye