Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Friday, April 3, 2020

Di sekitarmu

Sebenarnya dimana-mana ada orang baik, kita aja yang kadang tidak peka dengan kehadirannya.
Seperti ketika dijalan mau nyebrang, yang super padett kendaraan eh tiba-tiba ada yg berteriak dan memberhentikan mobilnya "Mbak, silakan nyebrang"
Saat itu aku seneng banget. kalian seneng kan kalau ada orang seperti itu?

Saat sedang di dalam bus yang super padet orang2 yang ingin mudik, hingga aku tidak kebagian tempat duduk, eh tiba-tiba ada orang bilang "Mbak, silakan duduk disini, saya yang berdiri." Saat itu aku legaa dan senang aku dapt tempat duduk. Kalian juga lega kan kalau terjadi hal demikian?

Saat di kereta api yang aku tidak kebagian tiket kereta sehingga aku harus berdiri selama perjalanan pulang, eh tiba-tiba ada yang manggil "Mbak, mbak, sini duduk sebelah sini, kita muat kok bertiga". Rasanyaa g bisa dikatakan dg kata2, aku langsung menuju mereka dan duduk disebelah mereka, 


Yappp, kayak aku kalau pulang kampung sering main ke sawah, ehh tiba tiba ada yang manggil "Nin, Nin.. mau jagung? Sini aku ambilkan untuk dimasak dirumah, untuk dibakar." Seneng banget... .
.
Alhamdulillah, kalian tahu? saat-saat itu seperti Allah sedang mengirimkan suatu bantuan untuku gitu lhooo....


Apa kalian pernah mengalami hal serupaa??
Seneng kan? Bahagia kan?? 


Allah itu tahu bagaimana cara menyenangkan hati hamba-hamba Nya. Salah satunya melalui orang-orang baik di sekitar kita. Kadang tidak sadar itulah bentuk rasa sayang Allah ke kita. Lalu, sudahkah kita bersyukur dan minta ampun kepadaNya?

melayani-Nya


Karena beberapa minggu ini aku sedang dirumah, aku sesekali menjaga toko. Kemarin, pagi-pagi aku ikut bantu bapak di toko, tiba-tiba ada orang lewat depan tokoku. Orang itu juga tetanggaku, ia baru saja pulang dari sawah membawa sepikul padi yang baru saja ia panen dari sawahnya. Sudah biasa orang desa kalau ada tetangganya lewat di depan rumahnya pasti di sapa walaupun hanya panggil namanya saja, beda kalau di negara lain mungkin ya.


“Pak Wijiiii, baru pulang yaa,” ucap bapakku.
“iya..” dengan tubuh yang terlihat keletihan.
“Yang sabar jiiii, kita semua di uji sesuai kemampuan, aku tidak kuat menjadi kamu, kamu juga tidak kuat menjadi aku, yaa kan?” saut bapakku mengarah ke pak wiji.
“Hahaha, iyaa.” Saut pak wiji dengan nada yang agak ceria.
“Yaa beneran itu ji..” saut bapaku.

Aku hanya memperhatikan percakapan mereka. Aku hanya mendengarkan apa yang mereka sedang bicarakan. Apa yang baru saja terjadi di depan mataku membuatku berpikir lebih dalam tentang kalimat yang di katakan oleh bapak ku.

“Kita semua di uji sesuai kemampuan kita”
Aku sangat setuju dengan apa yang di utarakan bapak. Aku sangat setuju dengan apa yang bapak jadikan prinsip. Mungkin aku sudah sering mendengar kata-kata tersebut, tetapi kali ini, aku terus disadarkan Allah bahwa kita di uji sesuai kadar kemampuan kita.

Aku tidak bisa membayangkan kalau aku menjadi seorang petugas medis, yang setiap hari harus melayani dan merawat orang sakit, aku tidak bisa membayangkan setiap hari melihat orang merintih kesakitan, mungkin aku akan resign jika aku mendapat pekerjaan itu. Tetapi hal itu lain sudut pandanganya ketika aku adalah lulusan dari kampus kesehatan atau sekawannya, pasti aku sudah siap menghadapi orang sakit, aku sudah siap bagaimana melayani orang yang sakit. Jadi kita ini mempunyai kadar kemampuan berbeda-beda dalam sisi yang berbeda-beda.


Aku yakin, ketika aku menjadi seorang guru aku InsyaAllah akan sabar menuntun muridku untuk belajar, karena aku sudah mempunyai ilmu bagaimana mengajar. Aku yakin, ketika aku mengajar aku tidak akan pernah membuat kelas menjadi sangat gaduh karena aku sudah dibekali dengan ilmu bagaimana mengatur kondisi kelas. 

Pun juga aku yakin dengan kalian semua, kalian sudah dibekali bakat dan kemampuan kalian masing-masing, kalian mampu menghadapai segala rintangan dalam hidup kalian, karena Allah memberikan kita ujian sesuai kadar kita masing-masing.



Jangan membeda-bedakan, jangan membanding-bandingkan, Allah sudah menggariskan kita berperan menjadi apa di dunia ini. Karena sesungguhnya tugas kita adalah memaksimalkan apa yang sudah kita miliki untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk menghamba pada-Nya. Maka, mari perbaiki diri untuk menjadi pelayan-Nya. Menjadi pelayan-Nya salah satunya dengan cara melayani hamba-hamba-Nya.


Monday, March 16, 2020

Let's say Allah always stay with us



Tadi malam sekitar jam satu hujan dengan diiringi petir terjadi di daerah Surabaya sekitar. Aku yang tidur terlelap, tiba-tiba terbangun karena kaget mendengar petir yang begitu kerasnya. Karena tidak hanya terjadi satu atau dua kali, tapi aku mendengar berkali-kali. Aku cepat-cepat untuk segera berdoa dan memohon kepada Allah “Ampunilah hamba ya Allah, ampunilah kami semua, kami banyak dosa, lindungilah kami semua”. Istigfar terus terucap dari bibirku, tapi aku tidak pernah tahu apakah istigfarku Allah terima atau tidak. Aku hanya berharap ampunannya. Entah apa yang terjadi di atas langit sama, apakah malaikat sedang menjalankan tugasnya atau sedang apa aku tidak tahu.


Ya begitulah, mendengar suara petir  saja sudah takutnya minta ampun, apalagi mendengarkan tiupan sangkakala. Subhanallah, aku tidak tahu apa yang aku rasakan ketika mendengar terompet sangkakala di tiup oleh malaikat. Aduh, banyak-banyak istigfar sekarang ya.

Waktu terjadi petir yang sangat keras aku takut, apa Allah sedang marah ya? Dan membuatku berpikir, mudah bagi Allah untuk melakukan segalanya. Kalau Allah mau detik itu juga Allah gulungkan ombak laut ke daratan, kalau Allah mau dengan sekejap mata bumi ini hancur berantakan, kalau Allah mau tidak ada orang yang terselamatkan, kalau Allah mau tinggal bilang “Kun Fayakun” maka terjadilah apa yang Dia mau. Allahu Rabbuna.. sungguh Allah penguasa segala apa yang ada dilangit dan dibumi.

Jadi apa-apa mudah bagi Allah, kita sebagai hambanya harus benar-benar yakin atas adanya Allah. Harus benar-benar percaya bahwa Allahlah yang Maha mendengar dan mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Semoga dengan adanya kejadian yang terlintas disetiap detiknya kepada kita, semoga itu semua menambah keyakinan kita kepada Allah. Karena memang tidak ada Rabb selain Allah, tidak ada makhluk yang bisa menandingi Allah, mudah bagi Allah untuk melakukan segala sesuatu.

Mari kembali ke Allah wahai diriku, mari mendekat ke Allah, tidak ada yang bisa kita handalkan kecuali Allah. Dia-lah yang maha menolong, tidak ada yang bisa menolong kita dari marabahaya kecuali Allah. Tidak ada yang bisa menolong kita dari berbagai macam penyakit kecuali Allah, maka percaya dan yakin bahwa Allahlah yang menguasai atas diri kita adalah hal yang harus kita yakini setiap saat.

Tidak perlu kwatir juga dengan adanya berbagai virus-virus yang ada saat ini, semua makhluk adalah ciptaan Allah. Tugasnya juga bertasbih kepada Allah. Mudah bagi Allah menciptakan segala bentuk makhluk dan mudah bagi Allah untuk membinasakan suatu makhluk. Semua atas kehendak Allah, mari kita jaga kepercayaan ini dan tetap hidup sehat, jangan kwatir dan panik. Let’s say Allah always stay with us.



Saturday, March 7, 2020

Kejutan dan Anugerah





Setiap hari bagiku adalah kejutan. Apakah kamu merasakan demikian? Yaa, setiap waktu yang sedang terjadi kepada kita, kita benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi di detik selanjutnya. Boleh jadi hari ini Allah mengirimkan suatu kabar gembira, boleh jadi mengirimkan kabar kesedihan, kita tidak tahu, bukan?. Tapi kita harus percaya, semua hal yang terjadi di detik selanjutnya adalah sudah atas izin Allah. Tidak ada yang bisa menghalangi apa yang Allah kehendaki. Sedih, suka, gembira, ria, semua adalah keadaan sementara. Semua adalah ujian, semua harus kita lalui. Semua harus kita terima, karena semua atas izin Allah. Yang terpenting apa-apa harus melibatkan Allah ya, aku juga terus berusaha sesering mungkin melibatkan Allah untuk membantuku memahami hidup yang kadang bagiku rumit, yang sebenarnya sederhana.

Kejutan terjadi, seperti kejadian yang baru saja terjadi, tiba-tiba temanku menghubungiku "Nin, ibunya Kak dita meninggal." aku langsung jleb. padahal baru saja kemarin Kak dita bercerita dengan ku tentang umrohnya bersama ibunya, bercerita panjang kejadian umroh. 


Ya Rabb, ini benar-benar kejutan dari-Mu. berilah kak dita dan keluarganya ketabahan dan kesabaran, Semoga amal ibadah ibu kak dita Engkau terima, dan Engkau tempat kan disisi terbaik-Mu. Aamiin


Setiap hari bagiku juga anugerah. Iya, setiap bangun tidur, tak lupa selalu mengusahakn lisan ini mengucap “Alhamdulillahiladzi ahyana ba’dama ama taa na, waillain nusyur” segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.

Iya bagiku setiap bagi adalah anugerah yang diberikan Allah untukku. Dalam kata lain, Allah telah memberikanku kesempatan untuk menjadi baik lagi ketika aku dipagi hari masih bernafas, Allah memberikanku kesempatan untuk beramal dan untuk memperbaiki ibadahku kepada-Nya.


Kejutan dan anugerah adalah salah satu nikmat Allah yang mungkin setiap orang lupa. Kejutan dari Allah adalah hal terindah dan anugerah dari Allah adalah suatu hal yang tidak bisa tawar. Semoga kejutan dan anugerah yang diberikan Allah kepada kita setiap harinya akan membawa kita lebih mencintai-Nya, lebih yakin kepada-Nya dan lebih mengerti akan segala kebaikan-Nya yang tak terbatas untuk kita.


Aku berdoa, semoga kejutan dan anugerah yang setiap hari Allah berikan kepadaku akan mengantarkanku sebagai manusia yang lebih menghamba kepada-Nya, lebih tahu diri bahwa kita hidup untuk mengumpulkan bekal bertemu dengan-Nya, karena pertemuan terbaik bagiku adalah pertemuanku dengan Rabbku, yaitu dengan Allah Subhanalu wata’ala.


Thursday, February 27, 2020

You are the reason




“Dek, kamu beruntung, kamu beruntung,..” sepenggal perkataan dari mbak yang selalu menasihatiku.

Beruntung karena mempunyai orang tua yang sayang kepadamu.
Aku tidak kuasa meneteskan air mataku kalau berbicara tentang perjuangan orang tua. Aku mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Mbak, sembari mengelap air mata yang tiba-tiba saja membasai pipiku.  Ahh, rasanya aku ini adalah anak terberuntung di dunia ini karena terlahir dari orang tua yang luar biasa sayangnya kepadaku.

Dari apa yang sudah Mbak nasehatkan kepadaku, kini aku berusaha untuk sadarkan diri bahwa orang tua kita adalah orang yang senantiasa ada untuk kita.  Tak pantaslah kita melupakan jasa-jasa yang telah mereka perjuangan untuk kita.


“Dek, bayangkan ya, mulai dari kita SD sampai saat ini siapa yang berusaha keras untuk membiayai pendidikanmu? Orang tuamu kan?”
“Dek, bayangkan ya, tidak ada kata lelah bagi orang tua untuk selalu membahagiakan anak-anaknya.”
“Apa kamu pernah bertanya apa yang membuatnya bahagia?”
“Hal apa yang ingin mereka dapatkan darimu?” apakah sudah kau tanyakan?”
Aku tak tahan menjawab itu, aku semakin tersesak-sesak dan meneteskan air mataku. Rasanya air mata ini ingin aku tahan tapi tidak bisa, dia mengalir begitu saja.


The reason why I am strong is my parent. The reason why I keep moving forward is my parent. The reason why I can take this step is my parent. It is because Allah gives His affection, kindness, and all goodness through my parent. My parent is Allah’s love which is representative for me. 


Ya Allah, aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku. Semoga kelak aku bisa menjadi kunci mereka masuk surga. Jangan sampai dengan dosa-dosa yang aku perbuat membuat mereka terhambat masuk surga, No!. Semoga Allah selalu membimbingku untuk menjadi orang baik dan bisa mewujudkan apa yang orang tuaku inginkan. Aamiin



Wednesday, February 26, 2020

Cerita mereka


Hampir setiap hari rasanya, Allah mengingatku bagaimana harus selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, dengan memberi tahuku macam-macam ujian dalam hidup ini lewat berbagai cara. Salah satunya, lewat ujian yang dialami teman-temanku, sering saja terharu oleh apa yang sedang terjadi pada teman-temanku, mereka yang percaya padaku selalu saja membuatku merasa tidak ada apa-apanya dibanding jalan hidup mereka. Mendengarkan segala keluh kesah mereka adalah hal yang membuatku berpikir untuk lebih memaknai hidup ini. Mungkin ini cara Allah untuk menyentilku agar selalu bersyukur atas segala keadaan yang ada.


Jika Allah mengizinkan, aku benar-benar ingin menuliskan cerita-cerita mereka dalam sebuah tulisan inspiratif. Walaupun aku tidak mengalami kejadian yang mereka rasakan, setidaknya aku bisa mencurahkan apa yang aku rasakan ketika mereka bercerita. Ya Rabb, sungguh agung Engkau ini dengan segala kuasaMu. Intinya, tidak ada yang bisa mengalahkan takdir yang digariskan Allah dan kita benar-benar berada dalam orbit perjuangan kita masing-masing. It’s strongly true that everybody battles on different path.


Allah kadang ngasih aku nasihat atau reminder dari cerita-cerita yang di alami teman-temanku. Ada yang bercerita menangis tersesak-sesak, ada yang bercerita dengan penuh antusias, ada juga yang bercerita sekedar cerita, dan tiap orang mempunyai karakter how to tell their stories to me, it makes me so touchfull hearing their story life. Aku tidak bisa membayangkan jika aku menjadi mereka, aku tidak bisa berpikir apa yang harus aku lakukan jika berada di posisi mereka. La qawla, Allahlah yang memampukan mereka melewati segala ujian yang hadir setiap harinya and I believe it.

Pernah juga satu hari aku di hadirkan beberapa orang temanku dengan masalah yang berbeda, tidak ada yang sama cerita yang satu dengan yang lainnya, tapi mereka harus tahu bahwa apa-apa harus di serahkan ke Allah dulu. Kita boleh sedih, kesel, dan merasa tidak berdaya saat ujian datang, tapi yang perlu kita ingat adalah kita punya Allah yang Maha Besar atas segala sesuatu, jadi patutlah kita sebagai hambanya melaporkan dahulu apa-apa masalah kita, minta petunjuk kepadaNya dan tugass kita selanjutnya adalah bersabar.  

Walaupun kita tidak seutuhnya merasakan apa yang teman kita rasakan, setidaknya mendengarkan dia bercerita dan tidak menentangnya adalah hal yang mereka butuhkan, karena orang itu juga banyak macamnya ya, jadi kalau kalian di curhati seorang berusahalah untuk mendengarkan yang baik dan jangan membuat mereka down jika berada diposisi yang terlalu jatuh. Berikanlah semangat dan dorongan untuk bangkit dan mendekat dengan Allah, insyaAllah Allah selalu mendengarkan keluh-kesah setiap hambaNya yang berdoa.


Memang ya, semakin kita bertambah usia pasti semakin komplek juga masalah yang ada. Ya makanya, semakin bertambah usia kita diharapkan untuk bertambah pula kesabaran kita, bertambah pula keluasaan hati kita, bertambah pula wawasan kita, agar kita tidak memandang suatu hal itu hanya sesempit apa yang sudah kita ketahui. Itulah mengapa kita sebagai orang yang sudah dewasa perlu sekali memahami dan memaknai setiap kejadian agar kita belajar dari hal yang pernah kita lalui. Semoga semakin kita dewasa semakin bertambah pula kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan.



Sunday, February 23, 2020

Shubuh berjamaah





Semenjak pindah kos dari gang 8 ke gang 10, aku mendapati linkungan baru, orang baru, dan kondisi baru. Alhamdulillah, kos baruku tidak jauh dari masjid atau mushola jadi aku bisa sewaktu-waktu berjamaah disana. Ya begitulah Allah ya, selalu menempatkan kita sesuai dengan harapan dan kebutuhan kita. akhirnya, aku berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru, suasana baru juga.


Di suatu hari, aku berjamaah sholat shubuh di masjid dekat kosan baruku, ya seperti rutinitas biasa ya kalau berjamaah ya pastinya orang banyak yang datang, tapi kondisi jamaah waktu shubuh tidak sebanyak jamaah di waktu magrib. Sudah pasti di waktu shubuh berjamaah di dominasi oleh orang-orang tua atau orang-orang sepuh. Bisa aku prediksi meraka adalah Ibu-ibu yang sudah renta, dan bapak-bapak yang sudah mempunyai banyak cucu. Ini hanyalah suatu prediksi ya, tapi nyatanya pasti iya. :D

Namun, ada yang berbeda setiap aku berjamaah shubuh di mushola ini. Apa coba? Ada yang aneh tapi aku suka. Apa coba? Tebak dong!

Jadi, setiap aku selesai berjamaah, sandal jepitku sudah tertata rapi, seperti sudah siap aku pakai untuk melanjutkan perjalananku. Do you know what I mean? Ya begitulah, aku berangkat dengan sandal jepit yang aku lepas di pintu masuk masjid dengan tidak teratur arahnya, sandal jepitku yang satu disebelah pojok dan yang satu di tengah-tengah sandal jepit orang lain, padahal itu satu pasang tapi terpisah jauh, haha, karena mungkin aku terburu-buru begitu ya. Eh ternyata, ketika selesai berjamaah semua sandal jepit jamaah yang semula amburadul menjadi rapi, tertata rapi sesuai pasangannya. Aduh ya Allah, bagaimana aku tidak terenyuh dengan semua ini. Aku langsung berpikir “Ini perbuatan siapa ya Allah?” ahh aku senang dengan keadaan ini walaupun hanya melihat sandal jepit tertata rapi di lantai depan masjid.


Hari pertama aku anggap biasa aja, pasti ada yang menata sandal-sandal ini, but i don’t think i want to see this person. Ya biasa aja gt, aku senang aja. Di hari selanjutnya juga selalu begitu kondisinya. Waktu berangkat sandal-sandal jepit itu amburadul, tapi ketika selesai berjamaah, sandal-sandal itu disulap menjadi rapi. Dan kondisi selalu begitu setiap berjamaah shubuh di masjid itu. Ya aku penasaran dong siapa yang melakukan semua ini. Aku yakin Allah melihat apa yang orang ini lakukan. Aku juga ingin lihat dong kapan si orang ini melakukannya. Apakah mungkin saat kami semua sholat atau bagaimana ya. Aku mulai mikir.


Pada suatu hari, aku tidak berniat terburu-buru menyelesaikan dzikir bersama, tapi aku ingin segera pulang mungkin karena perutku sudah mulai ada pertanda untuk ingin buang hajat, akhirnya selesai sholat langsung meninggalkan masjid tanpa melakukan dzikir terlebih dahulu. Pada saat aku keluar dari pintu masjid ternyata ada seorang pemuda tampan sedang sibuk merapikan sandal jepit para jamaah sholat shubuh. 

Dalam hatiku “MasyaAllah, mas ini ternyata pelakunya”. Dia sibuk sendiri menata sandal-sandal orang yang beramburadul di lantai depan masjid. Waktu aku mendekat dia langsung pergi dong karena ketauan sedang melakukan hal itu. Aduh,, “MasyaAllah banget orang ini, tidak nyangka banget masih ada orang yang peduli dengan hal-hal kecil seperti menata sandal jempit jamaah, yang ketika pulang mereka bisa langsung pakai untuk pulang , tidak usah mencari-cari pasangannya.”


Dari kejadian tersebut, aku harus banyak-banyak mengaca diri, intropeksi diri, bahwa hal-hal kecil yang sederhana, sesederhana merapikan sandal jepit jamaah adalah bagian dari kebaikan. Jika kebaikan itu dilakukan secara terus-menerus, InsyaAllah pahala akan mengalir kepada yang melakukan, dan Allah suka dengan orang-orang yang istiqomah. Ya Allah, kejadian tersebut menjadi pelajaran banget untuk aku bahwa kita tidak boleh menyepelekan hal kecil berupa kebaikan. Semoga mas itu pahala kebaikannya di berkahi Allah dan dimudahkan segala urusannya. Semoga juga aku bisa mencontoh kebaikan itu, walaupun tidak berwujud menata sandal jepit jamaah semoga aku dan kita semua bisa melakukan hal kecil yang bisa kita istiqomahkan untuk meringankan beban orang lain. Aamiin  yuk mari mencari ladang amal kebaikan untuk bekal kita ke akhirat.

Semoga kejadian di atas juga membuat kalian semua terinspirasi ya, walaupun hanya menata sandal jepit di waktu shubuh tapi aku yakin kebaikan dan pahalanya akan terus mengalir untuk yang melakukan. Mulai peka yaa mulai dari sekarang, your best start is Now. ;)