Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Thursday, April 15, 2021

Meredakan Ego


"Nanti kalau SMA di Jawa Tengah ya Bapak, SMA nya bagus banget itu."

"Aku nanti kuliahnya di luar negeri ya, buk."

"Oiya, nanti aku mau tamasya ke pulau ini ya, kak."

"Aku makan yang ini, aku lapar, kamu makan yang lain saja!"

"Aku mau kerja di pulau ini kayaknya menjanjikan."

Sering mengatakan demikian? Atau sering mendengar kalimat demikian dari seseorang?

Kalimat di atas adalah beberapa contoh kalimat yang mungkin sering di utarakan sebagian orang tetapi entah mereka sadar atau tidak ketika mereka sedang mengatakan kalimat tersebut mereka sedang memilih suatu pilihan dalam hidupnya.

Coba kalian baca lagi ya kalimat-kalimat diatas, kalau benar mereka sedang memilih suatu pilihan.

Eitss, lebih tepatnya aku pernah mengatakan kalimat demikian,


Aku percaya setiap hari kita sudah menentukan pilihan-pilihan yang bermacam-macam konteksnya.

Mulai dari hal dasar seperti menentukan tmpt sekolah, tempat liburan, tempat kerja dan lain-lain.
Kita anggap bahwa kadang pilihan itu sulit kita tentu kan, tapi kita tetap harus tentukan, ya kan?
Sama, aku juga merasakan demikian.

Yang kadang kita bersikukuh dengan pilihan kita, kita pikir pilihan tertentu itu sangat menyenangkan, dan sangat menjanjikan, tetapi orang tua melarang, ini hanya misalnya.

Sayangnya aku baru sadar, ada hal yang penting yang baru aku sadari dan perlu kita ingat setiap menentukan pilihan, yaitu "Meredakan Ego"

Kawan, memilih pilihan ternyata tidak melulu tentang menurut kebahagiaan kita, menurut kesenangan kita saja.

Ternyata, di setiap memilih dan menentukan pilihan diharapkan untuk meredakan ego sendiri.

Meredakan ego tidak berarti tidak menyanyangi diri sendiri dan tidak mengutamakan diri sendiri. Tidak kawan!

Disamping memilih yang terbaik versi kita, meredakan ego juga memberi ruang orang lain untuk berpendapat atas pilihan kita dan menghindarkan konflik.

Meredakan ego disaat memilih pilihan adalah memilih keputusan yang paling banyak manfaatnya dan kecil mudharatnya untuk diri sendiri dan orang sekitar, dan keputusan itu bisa kita terima.

Meredakan ego disaat memilih pilihan adalah memahami kondisi diri sendiri dan oang lain yang bersangkutan dengan pilihan tersebut, sehingga kita lebih memilih menerima daripada memberontak.

Meredakan ego berarti mengutamakan keputusan bersama dengan mempertimbangkan akibatnya, tidak melulu hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.

Meredakan ego juga berarti merelakan suatu hal yang  senangnya hanya kita nikmati sendiri tetapi orang lain tidak.

Meredakan ego pada akhirnya akan menentramkan hati dan pikiran, karena meredakan ego tidak hanya menerima takdir tetapi juga sadar bahwa kesenangan dunia itu memang sementara.

Selamat meredakan ego ya, Nin.

Thursday, April 8, 2021

Kejutan di bulan februari :)


Masih dalam cerita februari, ternyata Allah juga memberikan kejutan yang sangat special untukku. Disaat aku sakit dan keluargaku dalam kondisi duka sehingga aku tidak bisa mengerjakan thesisku dan sering absen jika bimbingan bersama teman-teman, ada kabar baik yang dikirim lewat pesan emailku, yaitu kabar dimana artikelku untuk syarat kelulusan akan terbit di bulan maret. Alhamdulillah, rasa syukur tak terhingga dan sujud syukur pastinya ketika aku mendengar kabar baik itu. Tak lupa aku juga mengabari kedua dosen pembimbingku yang selama revisi membantuku. Beliau semua juga ikut senang dan mengucapkan selamat. Kata salah satu dosen pembimbingku “selamat ya Nin, semoga atas diterimanya artikelmu bisa menjadi penyembuh sakitmu.”  Dan ku balas “aamiin”. Kedua dosen pembimbingku memang Allah takdirkan untuk membantuku dalam belajar bahasa Inggris. Semoga keduanya diberikan Allah kesehatan, keberkahan, dan kebaikan yang berlimpah di kehidupannya, pun semoga bahagia untuk dunia dan akhiratnya kelak. Aamiin

Sekali lagi sering aku mengingat kata ustad Salim yang bercerita dalam bukunya, ketika suatu kejadian itu datang kepada kita, kita tidak tahu itu ujian atau rahmat dari Allah. Pada akhirnya apa yang menimpa diri kita itulah yang terbaik untuk kita. Jika di sangkut pautkan dengan kehidupanku, mungkin di awal februari berat untukku, namun di akhir februari adalah rahmat dan karunia Allah. Karena untuk terbit di jurnal sinta 2 memang membutuhkan waktu yang lama, sejak bulan september 2020  aku submit artikelku ke jurnal, dan butuh proses selama enam bulan untuk bisa terbit, yaitu di bulan maret 2021. Bukankah semua ini atas ridho Allah swt dan pertolongannya hingga sampai aku bisa menerbitkan artikel di jurnal sinta 2? . iya, pastinya semua ini adalah pertolongan Allah SWT. 

Mungkin  untuk sebagian orang diterimanya sebuah artikel di jurnal sinta 2 adalah hal biasa saja, namun untuk ku yang belum pernah mempunyai pengalaman menerbitkan artikel di sinta 2, hal ini sangatlah bermakna dan menyenangkan untukku, alhamdulillah.  Tidak hanya untukku, untuk ibuku juga, beliau selalu berdoa semoga artikelku diterima di sinta 2. MasyaAllah tabarakallah, doa ibuku memang luar biasa dahsyatnya. Jadi jangan meremehkan doa ibu kita ya teman-teman.  

Dengan kabar baik diatas, sudah seharusnya aku berterima kasih kepada Allah, ucapan alhamdulillah juga harus ucapkan setiap hari. Ya Rabb, betapa baik nya Engkau kepada hambamu ini, semoga Engkau juga membantu teman-teman hamba yang sekarang sedang berjuang menyelesaikan artikelnya, Aamiin.

Dengan di terimanya artikelku di sinta, itu artinya semangat belajarku juga harus dipompa lebih lagi, because it’s just beginning. Ada banyak hal yang belum aku ketahui dan ilmu yang belum aku kuasai. Aku harus banyak-banyak membaca artikel, banyak-banyak menulis, sehingga kemampuan menulis dan membacaku meningkat. Semoga Allah mudahkan aku menuntut ilmu ini, dan semoga ilmu yang sudah aku dapatkan bermanfaat untuk semuanya. Aamiin

Jadi, teman-teman, jika kita diberikan Allah kemudahan di suatu hal itu artinya kita harus meningkatkan kemampuan kita di bidang itu, kita tidak boleh diam terlalu lama karena sudah diberikan kemudahan dan pencapaian, namun kita harus tetap belajar lagi dan lagi untuk mengasah kemampuan kita. semangat ya untuk kita semua yang menggeluti bidang kita masing-masing. We have to remember that Allah creates us with a purpose. Kita punya tujuan dihidupkan di dunia ini, yaitu seperti yang telah di sampaikan oleh Ustadzah Yasmine Mogahed bahwa tugas kita di dunia telah dituliskan di Al-Qur’an ayat 56, surat Az-Dzariyat : Wama khalaqtul jinna waal insa illa liya’ buduun, yang artinya  “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Ustazah Yasmine mengatakan bahwa beribadah itu mempunyai konsep yang konprehensive dalam islam. Sehingga  bisa kita katakan bahwa menuntut ilmu juga termasuk ibadah. Semua aktivitas kita sehari-hari kita harus niatkan untuk ibadah. Apa yang aku tulis sebelumnya adalh bentuk pengingat diri sendiri bahwa aku juga masih berusaha untuk memperbaiki ibadah dan meniatkan segala sesuatu untuk ibadah kepada Allah.

Ayo kita bersama-sama bersemangat untuk beribadah kepada Nya ya. Semoga apa yang aku tuliskan diatas bisa bernilai ibadah juga, semoga kalian yang membaca tulisan ini bisa mengambil hikmahnya. Aamiin

 

bulan ramadhan akan datang :)

Ramadhan akan segera datang, apakah kalian sudah mempersiapkan untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini? Aku harap kalian sudah mempersiapkannya ya, salah satunya mempersiapkan diri untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan, semoga kita semua diberikan kekuatan Allah untuk menjalani puasa ya, semoga juga kita akan bertemu di hari fitri nanti. Aamiin.

Oiya, apa kalian menyambut Ramadhan tahun ini berbeda dengan ramadhan tahun kemarin? Kalau kalian tanya ke aku, aku pasti menjawab “iya, bulan ramadhan ini berbeda dengan ramadhan tahun lalu.” . Apa nin? Okay, aku akan cerita dibawah ya.

Yang berbeda adalah keluargaku kehilangan satu anggota keluarga. Hampir dua bulan ini keluarga kami sudah di tinggal kakekku. Jika kalian sudah membaca postingan blogku di bulan januari, pasti kalian sudah tahu awal ceritanya. Karena Allah sangat cinta kepada kakek, bulan februari kemarin beliau sudah menghadap ke rahmatullah. Sehingga salah satu faktor kenapa bulan februari akhir dan maret aku tidak posting tulisan di blog adalah karena kami sekeluarga sedang berduka. Mengalami kondisi yang sedang kehilangan seseorang yang sangat kami cintai itu sangatlah berat sebenarnya, tetapi kami yakin, orang yang kami cintai sudah lebih baik di alam selanjutnya, oleh sebab itu, kami sekeluarga harus ikhlas melepas kepergian kakekku. Namun, membutuhkan waktu untuk pulih kembali menjalani kehidupan, karena kehidupan ini masih tetap berputar, tugas kita adalah memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Alhamdulillah, kami sekeluarga dapat melewati ujian di bulan februari kemarin karena pertolongan Allah. Bulan februari adalah bulan yang paling berat, menangis, sesak di dada karena kepergian kakek, tanpa ada pertolongan-Nya mungkin kami masih larut dalam kesedihan, namun dibulan april ini, kami sudah menjalani kehidupan seperti biasa. Aku minta doanya ya teman-teman, semoga kakekku ditempatkan disisi Allah, mohon kiriman al-fatihahnya ya untuk beliau. Semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT. Aamiin.

Di bulan februari kemarin, tidak hanya kakekku saja yang sakit, kami sekeluarga juga terjangkit penyakit cikungunya, sehingga kami bergantian menjaga kakek di rumah sakit.  Bagiku, terjangkit cikungunya adalah penyakit yang sangat menyakitkan, badanku tidak bisa digerakan terlalu keras, nyeri sendi di sekujur tubuh, dan tidak bisa jalan karena merasakan nyeri sendi yang sangat dahsyat. Sehingga sholat pun harus tayamum dan duduk di atas kasur. Iya, bulan februari bulan yang berat untuk kami, tetapi Allah sangat sayang kepada kami, Allah pasti memberikan hikmah di balik ujian ini.  Dengan adanya ujian kematian ini, aku lebih sadar dan mawas diri bahwa Allah akan memanggil kita sewaktu-waktu, tetapi Allah sudah menentukan kapan waktu itu dan waktu itu adalah waktu yang tepat untuk kita kembali kepada Nya.

Kematian juga memberikan pelajaran banyak untuk aku, semoga kita semua juga bisa mengambil pelajaran, bahwa kematian itu pasti akan datang pada saatnya. Oleh karena itu, haruslah kita persiapkan sedini mungkin. Semoga kematian kita adalah kematian yang memiliki alur indah, yang mana Allah mengatur dan menatanya dengan rapi, salah satunya adalah keluarga kita sudah siap untuk kehilangan kita. namun, insyaAllah kita semua akan dipertemukan di surga dengan bahagia. Aamiin Yarobbal’alamin

Bicara tentang kematian, kita harus percaya bahwa yang menjadi teman kita kelak adalah ibadah kita yang lakukan selama di dunia. Oleh sebab itu, ayo kita saling mengingatkan untuk mempersiapkan bekal sejak dini.  Semoga Allah mengizinkan kita semua meninggal dengan keadaan husnul khotimah ya. Aamiin Yarobba’alamin

Tulisan malam ini diakhiri oleh nasehat dari Ustad Oemar Mita yang mengatakan bahwa “kematian seseorang itu bukanlah perpisahan dengan orang tersebut, melainkan kematian adalah saat dimana seseorang sudah waktunya berangkat ke tujuan, yang mana kita mempunyai jadwal keberangkatan yang berbeda dengan orang telah meninggal lebih dahulu, kita menunggu giliran jadwal saja.”

 

Sunday, January 31, 2021

Percayalah, Allah akan memudahkan urusamu :)

 

Terkejut..

Aku kira tugas januari yang sempat aku tulis kemarin sudah berakhir, ternyata masih ada episode selanjutnya, ada tambahan bonus yang harus aku kerjakan.

Di jumat sore kemarin, selesai sholat ashar, tiba-tiba ada tetangga mbahkungku yang datang kerumah untuk memberitahu bapak ibuk kalau mbahkung sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Sontak ibu memanggilku “Nin, mbahkungmu itu kenapa, kesanalah” . aku dan bapak langsung buru-buru ke rumah mbahkungku.

Sebelum sampai dirumah mbahkung, dari jauh mata ini sudah memandang banyaknya orang yang berbondong-bondong menghampiri rumah mbangkungku, dalam hatiku “apa yang terjadi?” Aku bertanya-tanya, “Apa iya...? ahh, Ya Rabb, aku kuatkanlah mbahkungku”. Ucapku dalam hati.

Hingga sampai didepan rumah mbahkung, kami disambut orang-orang yang melihat keadan mbahkungku, aku semakin deg-deg an, tetapi aku harus pelan-pelan melangkah menuju pusat kerumuman, “all is well” ucapku dalam hati. Tak lupa aku memperhatikan semua tetangga mbahkungku yang berbaris menyambut kedatanganku dan bapaku, aku sudah tak memperdulikan mereka, aku harus segera melihat kondisi mbahkungku.

Semakin dekat aku menuju kamar mbahkung, aku melewati banyak orang bergerumun melihat arah kamar mbahkungku, ditambah dengan suara tangisa mbah utiku membuat hatiku agak rancu namun aku harus tenang. Akhirnya aku bisa melihat kondisi mbahkungku yang sedang disangga badannya oleh tetanga-tetanggaku. “kenapa utii, kenapa?” tanyaku kepada utiku. Sementara itu mbahkungku masih bisa mengeluh “Aduh-aduh..” dan tidak bisa apa-apa. Aku mulai gugup, aku mulai panik, apa yang harus aku perbuat aku bingung, aku langsung tanya bapak “aku panggilkan dokter yaa..” . “telfon ommu, suruh kesni sekarang.” Aku langsung mengabari omku dan memberitahu keadaan mbahkungku.  

Karena ibuku sakit, ibuku belum aku ajak kesini namun utiku teriak “mana ibukmu nin, ayo suruh kesini,”. Setelah aku telfon omku, aku jemput ibu yang dalam keadaan lemas karena juga habis sakit. Setelah aku jemput ibuku, bapak berkata “ayo antarkan aku pulang dulu, ayo kita bawa ke RS tedekat.” Akhirnya dengan kondisi panik dan rumunan warga desa yang membuatku agak gugup, bapak langsung bawa ku antar pulang ambil mobil untuk mengantar mbahkung ke RS, sedangkan aku menyiapkan bekal yang dibawa aku menyusul dengan utiku.

Sampai RS alhamdulillah, mbahkungku di pasang oksigen dan dipasang impus, karena yang dikeluhkan perutnya karena berhari-hari tidak doyan makan, akhirnya aku diminta untuk meminumkan sirup untuk obat perutnya, akhirnya alhamdulillah kami bisa melewati episode panik di jumat sore ini, sudah agak lega dapat penanganan gawat darurat. Karena ini musim pandemi, kalau ingin rawat inap harus menyetujui berkas-berkas persyaratan rawat inap di Rs, salah satunya adalah rapid test, alhamdulilah hasilnya negatif, mbangkung bisa  dirawat disini, akan dipindahkan kamar jika tensi darah normal, yang mana pada saat itu adalah 80.

Aku berusaha mencari cara agar tensi darah mbahkungku naik, yaitu dengan minum jus, tapi aku tidak tahu apakah setelah minum jus beliau muntah-muntah apa tidak. Aku belikan saja jus dengan omku yang alhamdulillah sudah sampai RS setelah perjalanan satu jam dari kota kami. Tidak hanya itu, mbahkungku yang masih kesakitan dengan perutnya ingin terus BAB, akhirnya satu-satunya cara adalah memasangkan pampers, aku yang minim banget literasi tentang dunia clodi atau perpopokan aku belikan sesuai arahan dari penjual, aku belikan yang bentuknya celana, padahal setelah ada info dari orang-orang ada pampers yang kretekan, jadi ini ilmu baru yang aku dapatkan in this moment.

Ya Rabb, aku terus berdoa agar Allah membantu kami, saatnya mbahkung diperiksa lagi oleh perawat RS namun diinformasikan bahwa tensinya turun menjadi 70, padahal untuk dipindah ke ruangan pasien harus mempunyai tensi di atas 100. Detik demi detik kami menunggu keadaan mbahkung selanjutnya, BAB nya mbahkung pun terus berlanjut sehingga kami berkerjasama untuk menyalin pampersnya, membersihkan segala kotorannya.  Aku mondari mandir beli ini itu untuk keperluan mbahkung. Hingga waktu menunjukkan jam 11 malam lebih, mbahkung masih terus BAB dengan warna kehitaman, tololnya aku tidak membeli pampers banyak, akhirnya aku dan bapak berkenala di sekitar pasar untuk mencari toko yang buka, namun indomart tutup, alpamart tutup, bahkan mart-mart yang lain udah tutup, “Ya Rabb bantu kami,” dalam hatiku.

“itu aja bapak, di perempaatan pasar ada toko yang masih buku tadi kayaknya, ayo kita putar balik.”

Ujarku ke bapak.  Alhamdulilllah, tokonya hampir saja tutup, pintu toko masih terbuka setengah meter saja, aku bergegas ke toko dan bilang “buk, beli pampers dewasa, beli tisssue basah, sama beli kresek hitam besar ya..” ujarku kepenjual. “alhamdulillah mbak, masih buka ini ya, mau tutup ini padahal.” Ujar penjual kepadaku.

Dan kami melakukan perjalanan ke RS di jam 12 san malam. Tiba- tiba bapak bilang

“Allah sedang memberikan keberkahan kepada kita, nduk. insyaAllah berkahnya merawat orang tua itu gedhe banget, iya memang ini ujiannya kita, tapi nduk, ketika kita ikhlas memberikan penanganan yang terbaik untuk orang tua kita, keberkahan yang Allah berikan kepada kita itu lho pasti banyak, percayalah di masa depan Allah akan muliakan kamu yang merawat orang tua, InsyaAllah kamu diberikan kemudahan-kemudahan di masa mendatang, tapi itu semua sudah pasti, nduk! Tidak ada yang gratis, Allah pasti memberikan kita jalan kemudahan ketika kita merawat orang tua saat sakit, sabar ya..” petuah bapak yang menyentuh hatiku dan aku hanya bisa berkata “iya bapak,” dengan mata berkunang-kunang.

Aku percaya banget apa yang barusan dikatakan bapak, ketika kita merawat orang tua dengan baik, insyaAllah Allah akan memudahkan segala urusan kita kedepannya. Seketika itu aku teringat kata ustad salim A. Fillah , aku lupa di bukunya yang bejudul apa, yang ku ingat adalah, ada cerita seorang yang ditinggalkan anaknya saat perang, atau bagaimana aku tidak ingat detailnya, intinya dia ditimpa kesedihan yang dahsyat, namun ketika ditanya oleh orang-orang sekitar bagaimana perasaanmu atas musibah yang menimpamu dia berkata “Aku tidak tahu ini rahmat atau ujian, yang ku tahu adalah aku harus berbaik sangka kepada Allah.” Lalu, ketika dia ditimpa musibah ada orang yang bertanya kepadanya “bagaimana kau menghadapi ujian ini?” dia menjawab “aku tidak tahu ini rahmat atau ujian, yang ku tahu adalah aku harus berbaik sangka kepada Allah. Jika ini adalah rahmat aku bersyukur atas apa yang menimpa, namun jika ujian aku juga tetap bersykur karena aku tahu Allah akan menggantikan semuanya dengan hal yang lebih baik lagi.” 

MasyaAllah, cerita itu related banget dengan apa yang terjadi kepada keluargaku, betul sekali bahwa aku tidak tahu ini rahmat atau ujian, tugasku adalah berbaik sangka kepada Rabbku, agar memberikan keberkahan disetiap detiknya merawat orang tua yang sakit.

Waktupun berlanjut, setelah beberapa kali mengganti pampers mbahkung, namun tensi darahnyapun belum normal, sehingga belum bisa dipindah keruang lainnya. Ketika itu aku tidak bisa tidur, dadaku terasa panas, aku sepertinya butuh istirahat, tetapi ditidak disini, aku harus pulang malam ini. Jam menunjukkan pukul 02.30 pagi, aku memberitahu bapakku untuk mengantarkanku pulang karena aku tidak bisa tidur dengan dada terasa panas.

Akhirnya aku pulang, paginya aku kembali ke RS, aku melihat wajah-wajah keluargaku yang lelah, aku melihat ibuku yang semakin lemas karena aku tahu dia belum pulih dari sakitnya yang beberapa hari kemarin ia rasakan. Karena aku melihat kondisi ibuku yang belum sehat, aku izin bapak untuk membawa ibuku pulang untuk istirahat dirumah. Dan aku wira wira seperti iklan di TV, hehehe

Alhamdulillah, mbahkungku sudah ada perubahan yang baik. Aku dan keluarga semakin tenang. Jadi mulai hari jumat hingga sekarang, aku masih wira-wiri untuk ikut menemani mbahkung dan menjenguk ibuku dirumah. Minta doanya yaa teman-teman yang baik, semoga Allah segera angkat penyakit-penyakit dari keluargaku, semua kalian semua juga diberikan kesehatan, stay healthy and happy yaaaa....

Minggu ini semoga Allah berikan kemudahan untuku dalam menyelesaikan proposal thesis, dan semoga Allah memberikan kabar-kabar baik untukku dan untuk kamu.. Aamiin ...

Teruslah melakukan kebaikan semampu yang bisa kita lakukan, semoga Allah mempermudah otot-otot kebaikan kita untuk melakukan kebaikan. Aamiin

Wednesday, January 27, 2021

Januari akan selesai

 

Saat ini tentram untukku adalah ketika ibuku sudah mulai bisa tertawa melihat tingkah lucuku, melihat ibuku melebarkan senyumnya saat aku beraksi dengan tingkah anehku. I will always remember how she smiles to me, apalagi kalau ibuku tertawa lepas, aku tentram bisa menghiburnya lagi. It is a gift from God that gives me a happiness after dark mood.  Alhamdulillah, ibuku sudah mulai sembuh.

Saat ini tentram untukku adalah ketika mbah kungku sudah bisa cerita kepadaku, dan sudah mulai mau makan. Yay, mbah kung sudah mau makan apa yang di mau, oke fix aku selalu menegaskan “kalau mau makan apa-apa bilang saja, pasti aku belikan, sedikit-sedikit pasti nanti perutnya nggak sakit.” Ujarku kepadanya.  Alhamdulilah mbah kung sudah bisa request sesuatu, minta semangka, minta bubur, minta sayur menir, minta pepes.

Rasanya lengkap sekali hari ini, Allah membantu mencerahkan hariku, orang-orang sekitar sudah mulai sembuh dari sakitnya. Mungkin ini adalah buah dari kesabaran merawat orang sakit, iya betul, everything needs time, right. Lengkapnya lagi hari ini aku bisa mendengarkan hal yang menyenangkan, aku bisa becerita dan bisa mendengarkan a mix story from someone, you ask me something, I will do my best, i still learn but you give me a chance, how lucky I am, thank you and also thanks for everyone who always be kind to me, may Allah bless you all.

Januari  akan segera berakhir, semoga tugas-tugas terselesaikan dengan baik dan semoga februari lebih baik yaa :)  

Januari akan berakhir, tetap baik-baik dimanampun kamu berada, semoga Allah hadirkan kesempatan-kesempatan baik di bulan februari dan bulan-bulan selanjutnya.

Januari akan berakhir, jangan kasih kendor ya, you still have a million dream to spread love and happiness. 

still be light for me and  for the world.

See you next~

Keep healthy and happy

Tuesday, January 26, 2021

tugas bulan januari

 Aku tidak tahu ini rahmat atau ujian, tugasku adalah berbaik sangka kepada-Mu. salah satu kalimat dari buku Salim A.FIllah, di jalan cinta para pejuang.

 Ya, mungkin beberapa hari ini aku mendapat  tugas dari Allah untuk menghadapi orang-orang sakit. Bulan januari yang penuh dengan kejutan dan semoga penuh berkah juga. Ada yang tiba-tiba menyentuh hati, ada yang tiba-tiba menyedihkan hati, ada yang tiba-tiba membahagiakan hati, semakin percaya saja Allah lah yang membolak balikkan hati. 

Tidak apa-apa Nin, everything will be oke.. kamu harus kuat..

Lima hari sudah aku lalui, ibuku sedang sakit, tidak parah sih tapi keadaanya masih lemas karena cikungunya. Dengan kondisi seperti itu, semua pekerjaan rumahpun aku ambil alih untuk membantu menjalankan rutinitas setiap hari.

“sabar ya, ini cobaan, ibu sakit mbah kungmu ya sakit, sabar belajar jadi ibu rumah tangga”. Ujar bapak kepadaku.

Aku hanya tediam.

Dan tanya “bagaimana masakanku, enak?” tanyaku ke bapak.

“Enak g enak harus dimakan, hahaha.” Njawabnya sambil ketawa.

Di lain sisi, aku harus mondar-mandir ke rumah mbahku, untuk mengecek kondisinya dan menyiapkan makanan.

“Gimana pasienmu yang satunya? Udah mau makan?” tanya bapak dengan tertawa, setelah pulang dari rumah mbak.

“susah bangett makannya, kayak anak kecil, udah aku coba merayu, udah aku coba bujuk biar makan, tapi ya gitu susah banget.” Jawabku.

“Ya sabar, memang orangnya sulit, tapi dicoba terus, lama-lama luluh.” Kata bapak.

Entah harus berapa kali aku meminta untuk makan selalu di tolak, entah harus beberapa kali aku menawarkan sesuatu kepadanya, tapi aku harus sadar aku harus sabar dan terima, tidak boleh jengkel dan sakit hati. Aku harus sehat hati dan pikiran. Aku harus bisa menetralkan kondisiku. Ya Rabb, berikan aku kekuatan.

 

Rasanya aku juga ingin berteriak keras sekali, agar semua beban terhempas, namun aku harus bersyukur, ada banyak hikmah yang harus aku petik. Di sini kesabaran terus dilatih Allah, di sini rasa sedih harus bisa dikontrol. Di sini aku belajar bagaimana seharusnya menjadi anak, menjadi cucu, menjadi manusia yang bermanfaat untuk sekitar. Ahhh.. aku tak tahan untuk tidak menangis, udah capek-capek lalu ada ada yang membuat mood turun drastis. Benar-benar ujian yang harus di lalui.

Aku yakin setelah ini ada kebahagiaan yang datang, aku yakin setelah ini ada kemudahan yang Allah berikan. Tidak selamanya sedih itu datang dan tidak selamanya sakit itu ada, pasti ada waktunya sembuh, sabar ya buk, beberapa hari lagi pasti ibuk udah kuat lagi kok seperti biasa udah sehat lagi. Aku selalu berdoa untuk kesembuhanmu. Semoga lekas sembuh ibu dan mbah kungku.

Aku harus sadar bahwa diluar sana ada banyak ujian yang lebih berat yang di emban oleh orang lain, ingat ingat bahwa ini hanya ujian yang masih kecil, aku pasti bisa mengatasinya. Doain aku ya, doain smga dimudahkan Allah menjalankan tugas dunia dan akhirat, aku yakin hari ini adalah tugasku untuk menyelesaikan hal-hal seperti sekarng yang sedang aku jalani, ada banyak pahala yang harus aku petik, dengan kesabaran dan keyakinan penuh kepadaNya.

Thursday, December 31, 2020

Sudah mau 2021 :)

 

Sekali lagi, kamu harus tetap melangkah. Jangan biarkan sesuatu yang tidak ada kepastian terus membuatmu terbelenggu, lepaskanlah. Biarkanlah dan terimalah.

Tahun 2021 sudah tinggal beberapa jam lagi. Tetapi apakah kamu tetap ingin dalam keadaan yang sama dengan tahun sebelumnya? Tidak bukan? Maka dari itu, lepaskanlah yang memang ingin dilepaskan, biarkanlah pergi yang memang ingin pergi, dan terimalah dirimu sendiri sepenuhnya, baru belajar menerima sekitar.

Sekali lagi, kamu harus tetap melangkah ke tahun selanjutnya, dan pelan-pelan mengubur segala yang membuatmu resah, kalaupun tidak bisa menghilangkan, setidaknya kamu sekarang sudah sadar bahwa “yang pergi akan tetap pergi, yang tetap akan selamanya tinggal”. Don’t force it. 

You have to know, yang mengobati hatimu adalah Tuhanmu, berdoalah, memintalah kepadaNya,  dan waktu yang akan menjawab. Let’s make your heart netral from everything until someday you will accept someone come to your life.

Tidak apa-apa ya, banyak kesalahan yang kamu perbuat tahun lalu, tetapi pastikan tahun depan kamu akan menjadi diri yang lebih baik lagi. Diri yang bisa berbagi, diri yang bisa memberikan pengertian kepada orang lain, diri yang bisa bermafaat bagi orang lain, that’s really valuable.

Jadi oke well, bye bye masa lalu, dan selamat datang masa depan yang cerah .. I will wait what 2021 will surprise me!! terus melangkah