Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Sunday, January 31, 2021

Percayalah, Allah akan memudahkan urusamu :)

 

Terkejut..

Aku kira tugas januari yang sempat aku tulis kemarin sudah berakhir, ternyata masih ada episode selanjutnya, ada tambahan bonus yang harus aku kerjakan.

Di jumat sore kemarin, selesai sholat ashar, tiba-tiba ada tetangga mbahkungku yang datang kerumah untuk memberitahu bapak ibuk kalau mbahkung sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Sontak ibu memanggilku “Nin, mbahkungmu itu kenapa, kesanalah” . aku dan bapak langsung buru-buru ke rumah mbahkungku.

Sebelum sampai dirumah mbahkung, dari jauh mata ini sudah memandang banyaknya orang yang berbondong-bondong menghampiri rumah mbangkungku, dalam hatiku “apa yang terjadi?” Aku bertanya-tanya, “Apa iya...? ahh, Ya Rabb, aku kuatkanlah mbahkungku”. Ucapku dalam hati.

Hingga sampai didepan rumah mbahkung, kami disambut orang-orang yang melihat keadan mbahkungku, aku semakin deg-deg an, tetapi aku harus pelan-pelan melangkah menuju pusat kerumuman, “all is well” ucapku dalam hati. Tak lupa aku memperhatikan semua tetangga mbahkungku yang berbaris menyambut kedatanganku dan bapaku, aku sudah tak memperdulikan mereka, aku harus segera melihat kondisi mbahkungku.

Semakin dekat aku menuju kamar mbahkung, aku melewati banyak orang bergerumun melihat arah kamar mbahkungku, ditambah dengan suara tangisa mbah utiku membuat hatiku agak rancu namun aku harus tenang. Akhirnya aku bisa melihat kondisi mbahkungku yang sedang disangga badannya oleh tetanga-tetanggaku. “kenapa utii, kenapa?” tanyaku kepada utiku. Sementara itu mbahkungku masih bisa mengeluh “Aduh-aduh..” dan tidak bisa apa-apa. Aku mulai gugup, aku mulai panik, apa yang harus aku perbuat aku bingung, aku langsung tanya bapak “aku panggilkan dokter yaa..” . “telfon ommu, suruh kesni sekarang.” Aku langsung mengabari omku dan memberitahu keadaan mbahkungku.  

Karena ibuku sakit, ibuku belum aku ajak kesini namun utiku teriak “mana ibukmu nin, ayo suruh kesini,”. Setelah aku telfon omku, aku jemput ibu yang dalam keadaan lemas karena juga habis sakit. Setelah aku jemput ibuku, bapak berkata “ayo antarkan aku pulang dulu, ayo kita bawa ke RS tedekat.” Akhirnya dengan kondisi panik dan rumunan warga desa yang membuatku agak gugup, bapak langsung bawa ku antar pulang ambil mobil untuk mengantar mbahkung ke RS, sedangkan aku menyiapkan bekal yang dibawa aku menyusul dengan utiku.

Sampai RS alhamdulillah, mbahkungku di pasang oksigen dan dipasang impus, karena yang dikeluhkan perutnya karena berhari-hari tidak doyan makan, akhirnya aku diminta untuk meminumkan sirup untuk obat perutnya, akhirnya alhamdulillah kami bisa melewati episode panik di jumat sore ini, sudah agak lega dapat penanganan gawat darurat. Karena ini musim pandemi, kalau ingin rawat inap harus menyetujui berkas-berkas persyaratan rawat inap di Rs, salah satunya adalah rapid test, alhamdulilah hasilnya negatif, mbangkung bisa  dirawat disini, akan dipindahkan kamar jika tensi darah normal, yang mana pada saat itu adalah 80.

Aku berusaha mencari cara agar tensi darah mbahkungku naik, yaitu dengan minum jus, tapi aku tidak tahu apakah setelah minum jus beliau muntah-muntah apa tidak. Aku belikan saja jus dengan omku yang alhamdulillah sudah sampai RS setelah perjalanan satu jam dari kota kami. Tidak hanya itu, mbahkungku yang masih kesakitan dengan perutnya ingin terus BAB, akhirnya satu-satunya cara adalah memasangkan pampers, aku yang minim banget literasi tentang dunia clodi atau perpopokan aku belikan sesuai arahan dari penjual, aku belikan yang bentuknya celana, padahal setelah ada info dari orang-orang ada pampers yang kretekan, jadi ini ilmu baru yang aku dapatkan in this moment.

Ya Rabb, aku terus berdoa agar Allah membantu kami, saatnya mbahkung diperiksa lagi oleh perawat RS namun diinformasikan bahwa tensinya turun menjadi 70, padahal untuk dipindah ke ruangan pasien harus mempunyai tensi di atas 100. Detik demi detik kami menunggu keadaan mbahkung selanjutnya, BAB nya mbahkung pun terus berlanjut sehingga kami berkerjasama untuk menyalin pampersnya, membersihkan segala kotorannya.  Aku mondari mandir beli ini itu untuk keperluan mbahkung. Hingga waktu menunjukkan jam 11 malam lebih, mbahkung masih terus BAB dengan warna kehitaman, tololnya aku tidak membeli pampers banyak, akhirnya aku dan bapak berkenala di sekitar pasar untuk mencari toko yang buka, namun indomart tutup, alpamart tutup, bahkan mart-mart yang lain udah tutup, “Ya Rabb bantu kami,” dalam hatiku.

“itu aja bapak, di perempaatan pasar ada toko yang masih buku tadi kayaknya, ayo kita putar balik.”

Ujarku ke bapak.  Alhamdulilllah, tokonya hampir saja tutup, pintu toko masih terbuka setengah meter saja, aku bergegas ke toko dan bilang “buk, beli pampers dewasa, beli tisssue basah, sama beli kresek hitam besar ya..” ujarku kepenjual. “alhamdulillah mbak, masih buka ini ya, mau tutup ini padahal.” Ujar penjual kepadaku.

Dan kami melakukan perjalanan ke RS di jam 12 san malam. Tiba- tiba bapak bilang

“Allah sedang memberikan keberkahan kepada kita, nduk. insyaAllah berkahnya merawat orang tua itu gedhe banget, iya memang ini ujiannya kita, tapi nduk, ketika kita ikhlas memberikan penanganan yang terbaik untuk orang tua kita, keberkahan yang Allah berikan kepada kita itu lho pasti banyak, percayalah di masa depan Allah akan muliakan kamu yang merawat orang tua, InsyaAllah kamu diberikan kemudahan-kemudahan di masa mendatang, tapi itu semua sudah pasti, nduk! Tidak ada yang gratis, Allah pasti memberikan kita jalan kemudahan ketika kita merawat orang tua saat sakit, sabar ya..” petuah bapak yang menyentuh hatiku dan aku hanya bisa berkata “iya bapak,” dengan mata berkunang-kunang.

Aku percaya banget apa yang barusan dikatakan bapak, ketika kita merawat orang tua dengan baik, insyaAllah Allah akan memudahkan segala urusan kita kedepannya. Seketika itu aku teringat kata ustad salim A. Fillah , aku lupa di bukunya yang bejudul apa, yang ku ingat adalah, ada cerita seorang yang ditinggalkan anaknya saat perang, atau bagaimana aku tidak ingat detailnya, intinya dia ditimpa kesedihan yang dahsyat, namun ketika ditanya oleh orang-orang sekitar bagaimana perasaanmu atas musibah yang menimpamu dia berkata “Aku tidak tahu ini rahmat atau ujian, yang ku tahu adalah aku harus berbaik sangka kepada Allah.” Lalu, ketika dia ditimpa musibah ada orang yang bertanya kepadanya “bagaimana kau menghadapi ujian ini?” dia menjawab “aku tidak tahu ini rahmat atau ujian, yang ku tahu adalah aku harus berbaik sangka kepada Allah. Jika ini adalah rahmat aku bersyukur atas apa yang menimpa, namun jika ujian aku juga tetap bersykur karena aku tahu Allah akan menggantikan semuanya dengan hal yang lebih baik lagi.” 

MasyaAllah, cerita itu related banget dengan apa yang terjadi kepada keluargaku, betul sekali bahwa aku tidak tahu ini rahmat atau ujian, tugasku adalah berbaik sangka kepada Rabbku, agar memberikan keberkahan disetiap detiknya merawat orang tua yang sakit.

Waktupun berlanjut, setelah beberapa kali mengganti pampers mbahkung, namun tensi darahnyapun belum normal, sehingga belum bisa dipindah keruang lainnya. Ketika itu aku tidak bisa tidur, dadaku terasa panas, aku sepertinya butuh istirahat, tetapi ditidak disini, aku harus pulang malam ini. Jam menunjukkan pukul 02.30 pagi, aku memberitahu bapakku untuk mengantarkanku pulang karena aku tidak bisa tidur dengan dada terasa panas.

Akhirnya aku pulang, paginya aku kembali ke RS, aku melihat wajah-wajah keluargaku yang lelah, aku melihat ibuku yang semakin lemas karena aku tahu dia belum pulih dari sakitnya yang beberapa hari kemarin ia rasakan. Karena aku melihat kondisi ibuku yang belum sehat, aku izin bapak untuk membawa ibuku pulang untuk istirahat dirumah. Dan aku wira wira seperti iklan di TV, hehehe

Alhamdulillah, mbahkungku sudah ada perubahan yang baik. Aku dan keluarga semakin tenang. Jadi mulai hari jumat hingga sekarang, aku masih wira-wiri untuk ikut menemani mbahkung dan menjenguk ibuku dirumah. Minta doanya yaa teman-teman yang baik, semoga Allah segera angkat penyakit-penyakit dari keluargaku, semua kalian semua juga diberikan kesehatan, stay healthy and happy yaaaa....

Minggu ini semoga Allah berikan kemudahan untuku dalam menyelesaikan proposal thesis, dan semoga Allah memberikan kabar-kabar baik untukku dan untuk kamu.. Aamiin ...

Teruslah melakukan kebaikan semampu yang bisa kita lakukan, semoga Allah mempermudah otot-otot kebaikan kita untuk melakukan kebaikan. Aamiin

Wednesday, January 27, 2021

Januari akan selesai

 

Saat ini tentram untukku adalah ketika ibuku sudah mulai bisa tertawa melihat tingkah lucuku, melihat ibuku melebarkan senyumnya saat aku beraksi dengan tingkah anehku. I will always remember how she smiles to me, apalagi kalau ibuku tertawa lepas, aku tentram bisa menghiburnya lagi. It is a gift from God that gives me a happiness after dark mood.  Alhamdulillah, ibuku sudah mulai sembuh.

Saat ini tentram untukku adalah ketika mbah kungku sudah bisa cerita kepadaku, dan sudah mulai mau makan. Yay, mbah kung sudah mau makan apa yang di mau, oke fix aku selalu menegaskan “kalau mau makan apa-apa bilang saja, pasti aku belikan, sedikit-sedikit pasti nanti perutnya nggak sakit.” Ujarku kepadanya.  Alhamdulilah mbah kung sudah bisa request sesuatu, minta semangka, minta bubur, minta sayur menir, minta pepes.

Rasanya lengkap sekali hari ini, Allah membantu mencerahkan hariku, orang-orang sekitar sudah mulai sembuh dari sakitnya. Mungkin ini adalah buah dari kesabaran merawat orang sakit, iya betul, everything needs time, right. Lengkapnya lagi hari ini aku bisa mendengarkan hal yang menyenangkan, aku bisa becerita dan bisa mendengarkan a mix story from someone, you ask me something, I will do my best, i still learn but you give me a chance, how lucky I am, thank you and also thanks for everyone who always be kind to me, may Allah bless you all.

Januari  akan segera berakhir, semoga tugas-tugas terselesaikan dengan baik dan semoga februari lebih baik yaa :)  

Januari akan berakhir, tetap baik-baik dimanampun kamu berada, semoga Allah hadirkan kesempatan-kesempatan baik di bulan februari dan bulan-bulan selanjutnya.

Januari akan berakhir, jangan kasih kendor ya, you still have a million dream to spread love and happiness. 

still be light for me and  for the world.

See you next~

Keep healthy and happy

Tuesday, January 26, 2021

tugas bulan januari

 Aku tidak tahu ini rahmat atau ujian, tugasku adalah berbaik sangka kepada-Mu. salah satu kalimat dari buku Salim A.FIllah, di jalan cinta para pejuang.

 Ya, mungkin beberapa hari ini aku mendapat  tugas dari Allah untuk menghadapi orang-orang sakit. Bulan januari yang penuh dengan kejutan dan semoga penuh berkah juga. Ada yang tiba-tiba menyentuh hati, ada yang tiba-tiba menyedihkan hati, ada yang tiba-tiba membahagiakan hati, semakin percaya saja Allah lah yang membolak balikkan hati. 

Tidak apa-apa Nin, everything will be oke.. kamu harus kuat..

Lima hari sudah aku lalui, ibuku sedang sakit, tidak parah sih tapi keadaanya masih lemas karena cikungunya. Dengan kondisi seperti itu, semua pekerjaan rumahpun aku ambil alih untuk membantu menjalankan rutinitas setiap hari.

“sabar ya, ini cobaan, ibu sakit mbah kungmu ya sakit, sabar belajar jadi ibu rumah tangga”. Ujar bapak kepadaku.

Aku hanya tediam.

Dan tanya “bagaimana masakanku, enak?” tanyaku ke bapak.

“Enak g enak harus dimakan, hahaha.” Njawabnya sambil ketawa.

Di lain sisi, aku harus mondar-mandir ke rumah mbahku, untuk mengecek kondisinya dan menyiapkan makanan.

“Gimana pasienmu yang satunya? Udah mau makan?” tanya bapak dengan tertawa, setelah pulang dari rumah mbak.

“susah bangett makannya, kayak anak kecil, udah aku coba merayu, udah aku coba bujuk biar makan, tapi ya gitu susah banget.” Jawabku.

“Ya sabar, memang orangnya sulit, tapi dicoba terus, lama-lama luluh.” Kata bapak.

Entah harus berapa kali aku meminta untuk makan selalu di tolak, entah harus beberapa kali aku menawarkan sesuatu kepadanya, tapi aku harus sadar aku harus sabar dan terima, tidak boleh jengkel dan sakit hati. Aku harus sehat hati dan pikiran. Aku harus bisa menetralkan kondisiku. Ya Rabb, berikan aku kekuatan.

 

Rasanya aku juga ingin berteriak keras sekali, agar semua beban terhempas, namun aku harus bersyukur, ada banyak hikmah yang harus aku petik. Di sini kesabaran terus dilatih Allah, di sini rasa sedih harus bisa dikontrol. Di sini aku belajar bagaimana seharusnya menjadi anak, menjadi cucu, menjadi manusia yang bermanfaat untuk sekitar. Ahhh.. aku tak tahan untuk tidak menangis, udah capek-capek lalu ada ada yang membuat mood turun drastis. Benar-benar ujian yang harus di lalui.

Aku yakin setelah ini ada kebahagiaan yang datang, aku yakin setelah ini ada kemudahan yang Allah berikan. Tidak selamanya sedih itu datang dan tidak selamanya sakit itu ada, pasti ada waktunya sembuh, sabar ya buk, beberapa hari lagi pasti ibuk udah kuat lagi kok seperti biasa udah sehat lagi. Aku selalu berdoa untuk kesembuhanmu. Semoga lekas sembuh ibu dan mbah kungku.

Aku harus sadar bahwa diluar sana ada banyak ujian yang lebih berat yang di emban oleh orang lain, ingat ingat bahwa ini hanya ujian yang masih kecil, aku pasti bisa mengatasinya. Doain aku ya, doain smga dimudahkan Allah menjalankan tugas dunia dan akhirat, aku yakin hari ini adalah tugasku untuk menyelesaikan hal-hal seperti sekarng yang sedang aku jalani, ada banyak pahala yang harus aku petik, dengan kesabaran dan keyakinan penuh kepadaNya.

Thursday, December 31, 2020

Sudah mau 2021 :)

 

Sekali lagi, kamu harus tetap melangkah. Jangan biarkan sesuatu yang tidak ada kepastian terus membuatmu terbelenggu, lepaskanlah. Biarkanlah dan terimalah.

Tahun 2021 sudah tinggal beberapa jam lagi. Tetapi apakah kamu tetap ingin dalam keadaan yang sama dengan tahun sebelumnya? Tidak bukan? Maka dari itu, lepaskanlah yang memang ingin dilepaskan, biarkanlah pergi yang memang ingin pergi, dan terimalah dirimu sendiri sepenuhnya, baru belajar menerima sekitar.

Sekali lagi, kamu harus tetap melangkah ke tahun selanjutnya, dan pelan-pelan mengubur segala yang membuatmu resah, kalaupun tidak bisa menghilangkan, setidaknya kamu sekarang sudah sadar bahwa “yang pergi akan tetap pergi, yang tetap akan selamanya tinggal”. Don’t force it. 

You have to know, yang mengobati hatimu adalah Tuhanmu, berdoalah, memintalah kepadaNya,  dan waktu yang akan menjawab. Let’s make your heart netral from everything until someday you will accept someone come to your life.

Tidak apa-apa ya, banyak kesalahan yang kamu perbuat tahun lalu, tetapi pastikan tahun depan kamu akan menjadi diri yang lebih baik lagi. Diri yang bisa berbagi, diri yang bisa memberikan pengertian kepada orang lain, diri yang bisa bermafaat bagi orang lain, that’s really valuable.

Jadi oke well, bye bye masa lalu, dan selamat datang masa depan yang cerah .. I will wait what 2021 will surprise me!! terus melangkah 

 

Wednesday, December 30, 2020

30 Desember

 

 

Tidak ada yang tahu bagaimana pikiran orang lain kepada kita, dan begitupun sebaliknya, kita tidak akan pernah tahu pikiran seseorang, sekalipun mereka menceritakan dengan jelas dan gamplang pasti ada sisi-sisi yang masih di sembunyikan dalam pikiran mereka.

Ya kan?

Karena pikiran itu rumit, semakin kita memikirkan banyak hal semakin kita kebingungan untuk memilih dan memilah informasi. Oleh karena itu, baiknya kita memikirkan hal-hal yang memang harus ada dipikiran kita, memikirkan hal yang seharusnya kita pikirkan.

“Ah, terkadang sulit!! Aku masih terombang-ambing oleh pikiran yang tidak jelas arahnya, aku masih memikirkan hal yang sama. Yang mungkin itu tidak ada gunanya.”

Bisa, katakanlah pada diri kita sendiri, bahwa kita bisa pelan-pelan untuk bangkit dari sesuatu yang memang harusnya ditinggalkan. Hidup kita terus akan berlanjut, usia kita akan terus berkurang, maka sibukkalah dengan hal yang bisa memanfaatkan kebaikan atas dirimu, seperti memperbaiki ibadah.

“Ah, terkadang sulit!! Sulit sekali untuk sholat, sulit sekali untuk menerima.”

Bisa, kalau sholat memang harus kita paksakan, tetapi soal merima sesuatu hal itu perlu waktu untuk membiasakan, aku percaya suatu saat nanti kita akan bisa menerima, pelan-pelan ,accept yourself. Tidak harus sekarang, tetapi setelah ini kamu harus menerima keadaan yang ada, semua yang Allah berikan kepada kita saat ini adalah keadaan terbaik untuk kita. Maka, menerima adalah hal yang perlu kita latih setiap hari.

Lucu memang ya hidup ini, terkadang kesulitan memang datang tiba-tiba, tetapi kemudahan akan selalu datang pada saat yang tepat. Kita tidak tahu kemudahaan itu datang dari doa-doa kita yang terdahulu atau memang murni kasih sayang dari Allah. Aku tidak bisa menebak, tetapi aku harus yakin semua kebaikan yang datang pada kita adalah buah dari akhlak baik kita.

Akhirnya, aku bisa memahami tidak selamanya sulit itu berada disisi tetapi sulit dan mudah sama-sama sementara untuk hadir. Tugas kita adalah terus berdoa kepada Allah agar setiap kesulitan bersumber pahala dan setiap kemudahan bersumber keberkahan.

 

Thanks for today

Selamat Malam ~

Tuesday, December 29, 2020

29 sept 2020

Kamu pernah merasakan dimana kamu punya banyak cerita yang ingin kamu sampaikan kepada orang tetapi tidak bisa?

Ada banyak keluh kesah yang ingin kamu sampaikan kepada orang tetapi tidak bisa?

Ada banyak canda tawa yang ingin kamu bagi kepada orang tetapi juga tidak bisa?

Ada banyak cita-cita yang ingin kamu ceritakan kepada orang tetapi juga tidak bisa?

Pernah?

 

Semuanya bukan karena tidak bisa, tetapi kita tahu batasan-batasan yang ada, kita tahu mana ruang untuk berbagi mana yang tidak. Kita tahu mana sesuatu yang hanya bisa kita sampaikan hanya kepada Tuhan kita.

Tidak apa-apa tidak bisa cerita dengan orang tetapi pastikan kamu cerita kepada Allah yang selalu bisa mendengarkanmu dalam keadaan apapun.


Monday, December 28, 2020

Ucapanmu cerminanmu

 

Memilih kata yang baik untuk berkomunikasi dengan orang lain terkadang sangat sulit bagiku, apalagi dengan orang yang lebih dewasa dariku. Terkadang apa yang aku katakan atau tulisakan harus ku pikirkan berulang-ulang, harus ku baca berkali-kali, agar apa yang aku tulis tidak berpotensi memberikan dampak negatif.

Terkadang juga sudah di hati-hati segala yang ingin ku ucap dan tuliskan, tetapi tetap saja kadang kecolongan, dalam arti tiba-tiba nyeplos saja. Ah itu ya, kalau belum bisa mengendalikan diri 100 %. Aku harus tetap terus belajar bagaimana berkomunikasi yang baik agar tidak menyakiti hati orang dan tidak menimbulkan gangguan psychology. Semoga tidak.

Apalagi sekarang aku udah dewasa, aku harus juga menjaga kata-kata yang keluar dari mulut. Tidak semua kata bisa aku ucapkan seketika, aku harus berusaha menyaring apa kata-kata yang ingin aku katakan pantas atau tidak. Ah begitu rumit jadi orang dewasa ya. Apalagi kalau perkataan kita sudah tidak mendidik, pastilah anak-anak sekitar kita akan meniru. Jika sumber perkataan mereka dapat dari aku, artinya ketika mereka berbicara yang tidak pantas dosa itu akan mengalir juga kepadaku. Semoga mulut ini bisa menahan agar berucap dengan ucapan yang baik-baik saja. 

Kamu apa kabar? Apa sering berkata yang tidak pantas untuk didengarkan orang sekitarmu? Semoga tidak yaa, semoga kita bisa menjaga amanah mulut ini dengan sebaik-baiknya.


Karena ucapan kita adalah cermina hati kita