Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Thursday, October 10, 2019

Bermakna (1)




Haloo, assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh pemirsaa.
Semoga kalian semua dalam keadaan baik-baik saja ya..


Eh iya, kapan hari ya, tepatnya minggu ini deh, di siang hari, tiba-tiba bapakku mengirimkan pesan pendek kepadaku yang singkatnya seperti ini, “Nduk, tadi malam bapak mimpi kamu meninggal, kamu ketabrak mobil, langsung sopirnya bapak bunuh, bapak nangis, bapak nggak kuat kalau kamu meninggal, dan ternyata bapak hanya mimpi itu nduk.” Pesan singkat bapak melalui SMS.


Aku membaca pesan itu dengan mata berkaca-kaca dan akhirnya aku menjatuhkan butiran air mata yang membasahi pipiku, aku nggak tahu kalau aku benaran meninggal, aku belum siap, tapi rasanya aku juga ingin bertemu dengan Allah, tetapi aku belum yakin dengan amal-amalku, aku butuh bekal untuk bertemu Allah. Lalu, aku menjawab pesan singkat bapak.


“Bapak, maafkan aku ya kalau aku punya salah disengaja maupun tidak, yang mungkin menyakiti bapak ibuk, maafkan aku ya bapak, aku belum bisa balas apa-apa ke bapak ibuk. Aku nggak tahu kapan aku meninggal,L” pesan sudah ku kirim ke bapak.

Bapak menjawab, “Semuanya rahasia Allah nduk, rezeki, jodoh, pati, kita semua tidak ada yang tahu nduk, hanya Allah yang tahu semuanya, kita hanya bisa menjalaninya.”

Dan percakapan dalam SMS ini di akhiri dengan “Iya, betul bapak.”


Aaah, percakapan singkat melalui SMS itu mempunyai makna yang mendalam untukku. Makasih banyak bapak sudah selalu mengingatkanku.

Dari kata “Rezeki, jodoh, dan pati” ada makna yang harus kita ambil dari sini.
Bapak memang menyampaikan rezeki kita hanya Allah yang tahu seberapa besarnya, tugas kita adalah berusaha memperdayakan diri untuk menjemput rezeki yang berhak untuk kita miliki. Jodohpun seperti itu, hanya Allah yang tahu siapa jodoh kita kelak, jodohpun juga harus diusahakan, kalau kita berdiam diri saja, mungkin jodoh kita susah kita cari, akan tetapi ketika berusaha dengan cara baik, Allah pasti akan tunjukan signal-signalnya, begitupun dengan pati, kita benar-benar tidak tahu ya, kapan pati atau kematian itu datang ke kita, tugas kita adalah mempersiapkannya sebaik mungkin.


Aah, ilmuku masih dangkal banget soal semua itu, harus banyak belajar dari orang-orang hebat, dari guru-guru yang baik, dan yang paling penting harus belajar banyak dari Bapak.
Setelah meresapi SMS bapak yang singkat tadi, aku sadar bahwa semua yang mengatur Allah, kita harus benar-benar siap dengan semua keadaan.


Sampai berjumpa di lain nasihat dari bapakku yaa..


Wednesday, September 18, 2019

Orang Terhormat Versi Bapak



Hari itu bapak dan aku melakukan perjalanan bersama. Sudah menjadi kebiasaan bapak kalau mengajak aku keluar pasti ada sesuatu yang baru untuk di bicarakan, seperti sekedar mengomentari hal kecil yang belum pernah aku ketahui sebelumnya. Yang membuatku sadar, “Everything has meaning”. Dari mengikuti perjalanan bapak, ternyata aku baru sadar, bapak mendidikku dengan cara yang berbeda. Bapak memberi aku banyak pelajaran dan hal baru.
Pagi tapi tidak terlalu pagi, siang tidak terlalu siang, aku dan bapak mengamati orang-orang disekitar yang kami lewati, yang paling berkesan ketika bapak melewati seorang laki2 mengendarai motornya. Wajahnya tak terlihat, kami dari belakang dia, dan aku tak sempat melihat dengan jelas, karena begitu kencangnya si bapak ngemudi.

Yang aku tahu bapak celoteh  "Ya Allah, orang tadi bajunya compang-camping, yang belakang ini sobek2.”
seketika aku nyaut.   "Ha? mana bapak mana?"
Bapak menjawab  "wah tadi udah kelewat".
aku penasaran  "masak sih bapak? "
bapak merespon "Orang terhormat" itu nduk, orang yang harus kita hormati pengorbanannya, demi anaknya, keluarganya, banting tulang tanpa memperhatikan penampilannya."
Aku menjawab  "Iya bapak, kasian yaa.."

Bapak meneruskan pembicaraanya "bapak itu suka orang yang seperti itu, orang itu bagi bapak adalah orang terhormat, ketimbang orang yang minta-minta, ngamen, ngemis, tubuhnya keker tapi g berusaha mencari pekerjaan, klontang klantuung, g mau berusaha, nggak mau mencoba, nyusahin orang padahal dia kalau dilihat orang bisa melakukan hal lebih padahal, apalagi sampai mencuri, aduh, naudubillah" -
-
lagi lagi bpk mengutarakan kata "suka orang yang seperti itu".
Bapak memperjelas lagi “suka banget sama orang2 yg pekerja keras, udah g mikir gengsi gengsian, dan rezekinya pasti barokaah untuk anak istrinya, keluarganya, soalnya hasil dari keringatnya. Semua itu kita jadikan contoh hidup."
-
-
Dan lagi-lagi  aku mulai ingat betul kalau bapak sering berkata "Orang Terhormat" dalam perbincangan dimanapun itu klo liat seseorang seperti itu.

Dan hari ini dengar lagi bapak berkata "orang-orang seperti itu adalah orang terhormat, harus kita hormati betul, walopun badannya rapuh tapi semangatnya tinggi, jangan sampai kita yang berkecukupan tidak mempunyai semangat hidup seperti bapak, contohlah semangat-semangat mereka "
-
Lalu, setiba dibojnegoro, tengah menanti antrian,  aku dan bapak dipertemukan seorang nenek-nenek jualan krupuk, lagi2 bapak dan aku terenyuuuh, lagi-lagi bertemu dengan sosok TERHORMAT versi bapak.
Bapak membeli beberapa krupuk dari nenek yang berjualan seorang tanpa ada yang menemani.

Hari ini satu pelajaran kehidupan telah aku terima dari bapak.

See...

Kawan, orang terhormat tidak melulu yang berdasi rapi, berjas hitam, bersepatu hitam.
Org terhormat tidak melulu yang punya mobil mewah, punya pakaian “WAH” n rumah yg MEGAH.
Org terhormat tidak melulu siapa yg tampil didepan atau sejajarannya. Orang terhormat tdk melulu itu semua kawan. Tapi orang terhormat juga disandang "orang yang mengutamakan orang lain dari pada dirinya, orang yg berkerja keras untuk keluarganya, orang  yang ikhlas dan sabar, orang yg berjuang."
-
-
Seperti bapak tadi, sprti mbah atau nenek yang aku temui, ada banyak orang-orang terhormat diluar sana yg sderhana tp penuh dg keberkahan hidupnya yang belum kita jumpai.


Saturday, September 14, 2019

Ada apa ya disidangku S1?


Bismillahirohmanirokhim.
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...

Hai...
Apa kabar? 
Dapat senyum ni dari aku untuk kalian semua. Bisa membayangkan senyumku? Hehehe. Nih J Jangan lupa aku juga dikasih senyum termanismu yaa. Aku suka orang senyum, dan aku suka membalas senyuman. Ecieeee.. udah udah kok tambah bahas senyuman sih. Tidak apa-apa, senyum itu baik, di bahas juga bagus kan. Mungkin bisa juga bahas kenapa orang itu suka senyum dan tidak suka senyum, gampang senyum dan susah senyum, bisa ya kita bahas begitu? Bisa bangetlah, however, ceile bahasa inggrisan segala lho. Iyaa paham kalau kamu, enggak enggak, iya emang aku anak jurusan bahasa inggris lho. Hehe.

Iyap, aku ingin bercerita kembali saat-saat aku banyak senyum, hmm, kira-kira kalau banyak senyum tandanya apa teman-teman? Bahagia kan? Betul banget. Aku mau cerita tentang kebahagiaan yang Allah berikan kepadaku di satu tahun kemaren. Tepatnya di hari jumat, 7 september 2018 there was something special in my life during my college. Apa hayo?


Yes, I did it. Pemirsa, pembaca, penikmat tulisanku, heehe, I would like to announce that I finished my examnination. Yeee, sudah selesai sidang di S1 kemaren, walaupun baru sempat cerita hari ini detailnya ndak apa-apa ya, sebenarnya ini tulisan sudah ada berbentuk draf dari tahun kemaren, but I didn’t finished yet, when I open my Blog folder, there is something left. Ya, exactly, I ever wrote draft to express my special day.  Because of something, i leave and I hadn’t done to continued the story. Ehehe, so that I will finish right now. Stay tune for my writing ya.

 Saat itu, setelah sidang dinyatakan selesai, rasanya lega banget Ya Allah, pasti kalian juga akan merasakan kalau kalian kuliah. It was release my , my apa ya donno to say it. Intinya, aku lega, aku senang, aku terharu, aku nggak nyangga bisa di titik ini, aku sedang merasakan nikmat Allah saat itu. Aku seperti memeluk es batu, adem sekali saat itu. You know what I felt lah ya. Kalau kamu sudah pernah kuliah juga pasti merasakannya.

Alhamdulillah, aku berterimakasih pada diriku sendiri dan Allah pastinya yang udah membantu aku melewati fase kehidupan kuliah ini.  Aku berterimakasih pada orang tuaku dan keluargku yang selalu mendukungku, memberi semangat, doa dan supporting my financial. Oh no, aku kudu nanges rek,L so deep when talk about parents. Karena orang tuaku lah yang benar-benar tahu betul perjuanganku, and I know they love me so much and I love them so much much more than anything. Tanpa doa orang tua, aku tidak akan bisa di titik ini. L makasih bapak ibuku yan tercinta.


Terus, aku juga matur suwun banget sama teman seperjuanganku, namanya yuli, dia anaknya rajin pakek banget, karena kita berada di dosen pembimbing yang sama, jadi aku ketularannya rajinnya, ketularan ketekunannya. Thank you so much yul, udah ajak aku hadir terus di setiap bimbingan. Walaupun terkadang aku belum ada bahan yang ingin aku sampaikan saat bimbingan skripsi, aku selalu di semangati yuli, “Ayo Nin, datang aja, seadanya aja laporkan ke beliau, nggak apa-apa belum selese semua revisinya, yang penting kita ada progress dan beliau tidak lupa dengan topik skripsi kita.”  that made me felt like, WAKE UP NIN, WAKE UP. MAU WISUDA NGGAK???


Oleh karena itu, aku selalu diajak yuli bersama-sama untuk bimbingan bareng, walaupun satu dua kali dia sendiri, aku sering barengan sama dia, kalau teman-temanku yang lain punya urusannya masing-masing hanya di awal-awal pertemua saja kami bimbingan skripsi bareng, afterwards, kita bimbingan skripsi independently not by finding time to come together. Walaupun pada akhirnya, yuli sudah sidang duluan, karena memang dia sudah siap sidang, dan dosen pembimbingku (p syafi) mengizinkan untuk sidang, yaaa aku di tinggal yuli. Ya nggak apa-apa sih, emang masih progress kok pembenahan data sekripsiku. Selamat dan makasih ya yul, you are one of my powers to through this phase. Dan beberapa minggu setelahnya aku berpikir, yuli kan sudah selesai nih ya sidangnya, jadi gantian aku dong, ehehe, aku harus mengebut ngerjakan dan memahami betul data skripsiku. Dan saat itu sepertinya dengan yuli, aku mencoba bertanya ke dosenku, “Pak, saya boleh minta tanda tangannya untuk melengkapi syarat sidang?” beliau bilang, “Nanti saja yaa, ndak usah terburu-buru” intinya yg aku ingat seperti itu. Dan dalam pikirku, “Iya sih, kenapa aku terburu-buru sih,”yaudah deh. Next time aja". kataku dalam hati.


Akhirnya, karena yuli sudah selesai sidang, aku mulai mengajak teman-temanku sebimbingan untuk bimbingan skripsi bareng. Mereka ternyata sudah lama tidak bimbingan, mungkin sekitar, beberapa bulan, ternyata ada yang sakit, zah namanya, dan anka dia ada urusan yang harus dikerjakan gitu sih katanya. Suatu hari kemudian, kami bimbinganlah bareng. Dan aku sepertinya sudah PD dan beranggapan kalau revisi skripsiku sudah selesai. Waktunya aku sidang dong. Walaupun antara masih ragu untuk maju sidang atau ditunda dulu. Sebelum datang untuk bimbingan bersaama, sudah aku persiapkan perlengkapan data untuk sidang, salah satunya meminta tanda tangan persetujuan dosen pembimbing. 

Saat itu, kami bertiga, anka zah dan aku di depan P Syafi, dengan PD nya di akhir pemberian kritik dan saran aku bilang “ Jadi, saya sudah bisa sidang yaa Pak,” Beliau jawab, “Iya terserah kamu sidangnya kapan, kan bukan saya yang sidang.”  Lalu batinku, :Yey, aku bisa minta tanda tangan nih, seneng dalam hati,wkwkwk”. Eh tiba-tiba beliau ada tamu, keluarlah sebentar, dan aku siap-siap mengeluarkan kertas tanda tangan persetujuan sidang, beliau datang, dan aku mencoba berbicara “Hmm, saya boleh minta tanda tangannya untuk persetujuan sidang?” dan terjawab dengan “besok saja, diselesaikan revisinya dulu.” Seketika aku berputar pikiran, “eh iya deng, revisinya aja belum aku selesaikan kok minta tandatangan, eh lo nin PD banget sih lo,” dalam hati menyindir diri sendiri. Wkwkwk. Jadi tertunda revisi lagi deh bro.

“Seberapapun usaha kita dalam menggapai sesuatu kalau  kita mengerjakan dengan rasa ikhlas, aku percaya perjuangan yang terbaik akan memberikan hasil yang terbaik pula”


Sebenarnya deretan ceritanya panjang banget gengs, dari awal setelah seminar proposal di bulan desember 2017 lalu, bulan februari aku baru memulai penelitian di sekolah, pertama izin dengan ke kapala sekolah, lalu membawa surat izin dari kampus, menemui guru bahasa Inggris sekolah, barulah aku bisa melaksakan penelitian, lalu mengolah data. Ternyata data kurang, aku harus ke sekolah lagi, dan revisi revisi revisi to get the main goal.


Dan pada akhirnya, aku diperbolehkan sidang. Aku diberikan tanda tangannya, aku lengkapi segala data keperluan untuk sidang. Tak lupa minta doa orang tua. Dan dosenku mengingatkanku, jangan lupa besok Jumat sidang, wadau. Semakin deg deg an. Beliau memberi aku semangat untuk relax saja presentati, pasti bisa. Sudah biasa kalau ada revisi itu. Kata beliau seperti itu. The day is coming, Yay, mission completed.  And aku bisa ternyata mempresentasikan penelitianku walaupun belum sesempurna yang diharapkan, but i did my best.

You know what, dengan sabarnya dosen pembimbingku selalu memberi the best suggestion dan solution, sabar bingit membimbingku, enggak pernah di marahi, enggak pernah ngejatuhin aku, dan up teruss dah. Ya gitu ya, Allah tahu bener siapa yang aku butuhkan yang menurutNya bisa sesuai dengan aku. So jadi,  emang so artinya jadi nn, iya tahu, wkwkwk, aku berterimakasih banyak ke dosen pembimbingku, ndak usah panggil namanya ya, nanti kedengeran, hehe. Untuk dosen pembimbingku yang ter-ter-ter baik, thank you so much for helping me in every step on finishing my skripsi. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik berupa kebaikan-kebaikan diberbagai bentuk untuk beliau. Aamiin Ah, keingat juga setiap minggu harus ketemu beliau untuk bimbingan skripsi dan pastinya beliau bosennn bangeet dengan aku. Hahaha


Tak lupa juga, aku berterimakasih sekali pada teman-temanku yang selalu dukung support aku, datang kesidangku, memberikan aku ucapan selamat, menyemangatik, memberikan aku hadiah, and so on. You know guys, I love you all so much. InsyaAllah doa baik selalu untuk kalian semua. Aku nggak nyangka aja, Allah kirimkan orang-orang baik sebegitu banyaknya ke aku, terimakasih ya Allah. Tanpa ada campur tanganMu, temen-temenku g akan datang sebanyak ini, ehehe.  Allah Engkau Maha Baik.

Terus apa yang dapat kamu petik dari semua itu Nin?

Banyak kawan. Menurut aku, mengerjakan skripsi bukan hanya soal kita mengerjakan datanya itu saja, tetapi lebih dari itu. Ada banyak hal yang enggak kita sadar yang membuat kita lebih dewasa, lebih berpengetahuan luas, lebih jadi manusia yang baik lagi.


Kalian pernah berpikir nggak sih? Kalau kita di minta untuk penelitian di sekolah artinya kita harus datang kesekolah, kita harus menghadapi orang-orang yang berada di sekolah itu kan? Bertemu dengan kepala sekolah, bertemu dengan guru yang bersangkutan disana, bertemu dengan guru-guru di sana, bertemu dengan Tu nya, bertemu dengan orang yang berada di sekolah itu. Iya kan? Dan kita pastinya juga melihat aktivitas disekolah itu, suasana disekolah itu, dan masih banyak lagi sisi yang bisa kita amati kan. Semua itu yaaaa memaksa diri kita untuk mau tidak mau harus berinteraksi dengan mereka semua, iya harus berinteraksi dengan mereka, entah dengan berbincang-bincang, tukar pengalaman, ataupun hanya memberikan senyuman saat berpapasan denga salah satu dari mereka adalah interaksi. Guys, interaksi yang kita lakukan itu meningkatkan kapasitas atau skill kita dalam bersosialisasi lo dengan manusia. it improve our social relationship kita kan? Bener banget. Itu aku rasakan banget saat mulai dari penelitian sampai akhir. Aku bertemu dengan orang baru dan aku berusaha sebaik mungkin untuk bisa berinteraksi dengan mereka semua. Bagiku, itu perlajaran baru juga buat aku. Walaupun dulu pernah PPL (praktek kerja lapangan) ini beda. Ini beda crita dan beda rasa. Proses penelitian membuatku skill berkomunikasiku dengan orang meningkat satu tingkat lagi. Alhamdulillah, Allah mendewasakanku dengan hal yg enggak aku sangka.


Tidak hanya itu saja, makna lain yang bisa kita ambil dari proses mengerjakan skripsi adalah kita dilatih untuk sabar, tekun, tidak cepat putus asa, bersemangat terus, dan menghindari kata mengeluh. Dari berbagai hal, Allah ajarkan aku kesabaran dalam menghadapi murid-murid dikelas yang terkadang belum bisa aku kendalikan keramaiannya, mengolah data hasil penelitian melatih aku konsisten untuk mengerjakannya, dan berusaha menjadi tekun. Ketika dosen masih memberikan masukan, aku merevisinya dengan penuh semangat dan menghindari kata mengeluh, ya walaupun kadang mengeluh. Ehehe, but, those things really make me to be strong.


Lalu, hasil dari penelitian yang aku teliti juga harus bermanfaat untuk masyarakat, terutama para siswa dan guru. Ini penting banget dari segalanya. Penelitianku tentang self-assessement  yang bisa mempenngaruhi effikasi dan regulasi siswa dalam belajar bahasa inggris. Aku berharap penelitian ku ini bisa menjadi pertimbangan oleh guru-guru untuk membantu siswa-siswa melakukan self-assessment. pun sebaliknya, sebenarnya guru juga harus melakukan self-assessment, penilaian diri agar bisa tahu kelemahan dan kelebihan yang di milikinya untuk membantu sisawa dalam mencapi tujuan pembelajaran.


Yang terakhir hikmahnya adalah dari mengerjakan atau menyelesaikan skripsi, aku di latih Allah untuk terus berdoa setiap saat, meminta di doakan orang lain, dan mendoakan orang lain. Dimanapun aku berada, untuk menyelesaikan skripsiku aku harus melibatkan Allah, kalau Allah enggak ridho aku menyelesaikan ya enggak akan selesai, jadi aku sering minta doa kepada orang tuaku, kepada orang-orang yang menanyakan bagaimana skripsimu? Jadi guys, ketika kamu ditanya, “eh, gimana skripsimu? sidang kapan? Sudah sampai mana revisinya? Bahkan tanya kapan wisuda?” pertanyaan-pertanyaan seperti itu jangan dibuat sakit atau atau menjadi kalian sedih atau jengkel dengan orang tersebut. Tambah senanglah, jadi pada saat itu kamu bisa meminta doa kepada dia untuk mendoakan semoga diberi Allah kemudahan dan diberi izin Allah menyelesaikan skripsimu. Oke!! J iya jadi seperti itu, saat itu aku dilatih Allah untuk rajin-rajin berdoa, memohon ke Allah, minta doa sana sini, doakan sana sini, karena ketika kita mendoakan saudara kita malaikat menjawab  “Pun doa yang sama untukmu”  dan mengaminkannya, bagaimana tidak klepek-klepek di doain malaikat lho guys. Gitu yaaaa pesanku.


Ya gitu teman-teman, tidak terasa ya ini halaman sudah halaman ke lima dalam MS. Word, nulis setelah melaksanakan sholat shubuh jam setengah lima, sekarang cepet banget udah jam setengah tuju saja. Beneran aku nggak bohong sekarang jam setengah tuju pagi hari minggu. Ehehehe. Semoga bermanfaat ya tulisanku diatas, yang baik bisa diambil yang tidak bisa ditinggalkan. See you on the next topic. Have a nice day. Bye




Sunday, September 8, 2019

Di Jalur Ujian Yang Berbeda


Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh teman-teman...

Bagaimana kabar kalian minggu ini? Aku rasa kalian disibukkan dengan tugas kalian masing-masing ya, alhamdulillah kalau begitu, semoga disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat ya. Jangan lupa jaga kesehatan kalian. Then, the important thing is you have to keep your iman.

Alhamdulillah, keadaanku sudah mulai membaik, J sudah bisa berbicara kencang, wkwkwk, sudah bisa bercerita panjang, dan tentunya sudah bisa mendengarkan cerita-cerita yang mengasikkan. Aku sudah sehat dari pneomoniaku, alhamdulillah sudah bisa mengikuti kuliah dengan lancar dan bisa haha hihi dikelas. Alhamdulillah, Allah berikan aku nikmat kedua setelah iman, yaitu sehat. Namun, aku masih perlu kontrol lagi biar memastikan kalau pneomoniaku sudah sembuh. Doain ya...
Oiya, minggu ini tugasku hanya beberapa saja jadi aku berniat untuk menulis tulisan yang belum aku tulis di blog. Sudah lama ingin menuangkan cerita-cerita teman-temanku yang sangat inspiratif buat pelajaran hidup kita. Salah satunya adalah cerita dari salah satu adik tingkatku, dia bercerita banyak kepadaku tentang perjuangannya semasa kuliah dengan keluarganya. Ceritanya membuatku tersadar bahwa kita semua ini ada di jalur ujian berbeda-beda dalam hidup ini.

Setelah lulus SMA, dia lolos di SBMPTN di UNESA, dia yang juga berasal dari kota yang sama denganku dipertemukan Allah di kegiatan jurusan b. Inggris. Alhamdulillah sekarang dia kenal baik denganku. Yang ingin aku ceritakan adalah perjuanganya menyelesaikan studynya.  Iya, dia sebenarnya tidak begitu fokus dengan study selama s1 nya, kadang ingin saja menyerah, karena banyak pikiran yang bisa membuatnya stress. Bukan hanya karena tugas kuliahnya saja, akan tetapi, hal lain yang membuatnya cepat berotasi ke dalam kesedihan. Dengan banyaknya tugas kuliah, biasanya aku tinggal pulang kampung biar otak refresh lagi. Tapi tidak dengan dia, dia terkadang tidak mau pulang kampung.

Dia berkata dia penuh konflik batin ketika pulang kampung. Dia nggak ingin tambah pusing ketika pulang, memikirkan tugas kuliah ditambah orang-orang rumah. Lalu aku bertanya “lha kenapa dengan orang-orang rumah, dek? Kamu di minta ngerjakan pekerjaan rumahkah?”. “Nggak mbak, maaf ya mbak aku jujur kalau pulang itu aku serba salah, aku harus menghadapi bapakku, bapakku moodyan gitu mbk?”. Jawabnya.  “Moodyan bagaimana dek?” tanyaku. Dia mulai becerita “Bapaku sedang sakit mbak,  beliau terkena stroke mbak, jadi sekarang ndak bisa ngomong jelas, kalau misal aku ngomong apa gitu dianggap beliau marah, padahal aku ndak bermaksut marah. Lalu kalau aku bicara pelan-pelan gitu, yang enggak kedengaran beliau, beliau kira aku sedang guncing beliau, aduh serba repot deh. Aku kadang dirumah sering emosi dengan keadaan bapakku mbak, makanya dari itu aku terkadang nggak pengen pulang.” Jelasnya. "Ya Allah, jadi bapakmu sakit? Sejak kapan?” tanyaku. “sejak aku SMA mbak.” (seingatku dia bilang sejak SMA). “Jadi ibu yang sekarang juga buka toko kecil-kecilan mbak dirumah sambil rawat bapak dirumah.” Jelas dia.

MasyaAllah, aku merinding mendengarkan cerita dia, dibalik dia yang ceria di depanku, ternyata ada banyak hal yang dia sembunyikan sendirian. Dia kuat menahan emosinya yang membara, ketika di depan bapaknya, yang kadang mood-moodan kalau ngajak ngomong. Dia sedang di uji Allah. “Sabar ya dek, ketika kamu merawat bapak, InsyaAllah itu ladang amal kamu untuk berbakti pada orang tua.” Ucapku pada dia. “Iya mbak, terkadang aku curhat sama ibu ku, aku capek hadapin bapak, aku lelah gitu mbak, dan aku juga kasihan sama ibu ku .” Rintih dia. “aku turut sedih dek, tapi mau bagaimana lagi, Allah ngasih ujian sesuai kemampuan kita, seperti itu InsyaAllah, iya diterima ya dek, aku doakan semoga bapak mu segera sembuh ya, pasti ada hikmah di balik semua ini kan?” jawabku. “Iya mbak, setelah itu, aku berpikir banyak sekali mbak hikmah dari bapak sakit itu, salah satunya membuat aku dan ibu ku lebih ikhlas menerima takdir dari Allah, ladang amal ibuku untuk merawat bapak ku.” Ujar dia.

“Makasih ya dek, udah kasih aku pelajaran dari hidupmu, aku sekarang harus lebih banyak bersyukur, harus banyak banyak mendoakan orang juga ya, karena kita tidak tahu teman mana kita yang sedang dalam kesusahan, makasih  ya dek, sudah cerita denganku.” Tutup pembicaraanku dengan dia.

Padahal di awal, aku tidak mengira kalau dia punya masalah seberat itu dirumah, aku tahu pasti dengan bapak nya sakit di rumah membuat psikology nya terganggu, pasti ada tekanan batin tersendiri dalam menjalani kehidupannya di perkuliahan. Ohh, aku tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi pada ku. Ya Allah, berilah kesabaran untuk dia dan keluargnya. Aamiin

Dari cerita yang diceritakan adik tingkatku, sekali lagi aku katakan, kita berada dalam jalur ujian berbeda. Allah tahu betul jalur kita sudah sampai mana, Allah tahu betul kapasitas kita seberapa, maka dari itu, segala ujian yang datang ke kita sudah Allah ukur sesuai kemampuan kita. aku merasakan betul hal itu. Ketika aku belum bisa menerima ujian tersebut, maka Allah bantu mampukan aku saat itu juga. Pun dengan kalian teman, Allah pasti membantu kamu disetiap ujian yang kamu hadapi.

Di hari yang sama, adik tingkatku yang lain juga berkunjung kekosanku, dia tiba-tiba menangis sedih di depanku. “Lho, kenapa dek? Ada yang perlu aku dengarkan, ceritaa saja ndak apa-apa,” ucapku. “Mbak, aku finansialku lagi sulit, aku kemaren pulang, niatku mau minta uang sama orang tuaku, tapi aku malah di marah-marahin, aku dimarahin mbak ku juga. Padahal ya mbak, aku ini sepeda motor ngredit sendiri lho, sekarang waktunya bayar, terus uangku sudah mulai menipis mbak, nunggu uang bayar les, juga belum dibayar.” Dia sambil nangis dan aku peluk. Aku tersentuh di kamar kosan yang lembar menurutku.
“Ya Allah dek, tarik nafas yang panjang dulu ya, ndak apa-apa. Semua masalah ada solusinya kok.” Tenangku kepadanya.  Dia tersesak sesak menangis di bahuku, “Ya mbak, yang aku masalahkan sebenarnya bukan uangnya sih mbk, tapi orang-orang dirumah, apalagi mbakku, entah kenapa dia itu benci sama aku, aku pulang aja gitu katanya nyusahkan orang tua, pokok omongnya g enak, aku benci mbak, ya nggak apa-apa nggak dikasih uang, tapi coba ngomong yang baik-baik kalau belum punya uang gitu, aku sakit hati banget mbk.” Curhatnya sambil berceceran air matanya.

“Iya dek, tarik nafas lagi ya, istigfarr, tenangin pikiranmu dulu, ndak apa-apa, kan ada aku, yang bisa kamu jadikan mbak juga J “ ucapku. “ sekarang tenangkan pikiran dulu ya, nanti kita cari jalan keluarnya sama-sama. Ucapku ingin menenangkannya.

Dalam satu hari, aku di pertemukan Allah dengan dua orang yang berbeda permasalahannya, bukan permasalahan kuliah lagi, tapi permasalah hidup. Ujian mereka berat-berat ternyata, yang mana jika itu terjadi padaku, entahlah aku tidak bisa membayangkan. Allah maha tahu betul setiap makhluknya. Allah pasti sayang dengan adik-adik tingkatku itu, dengan bukti ujian yang mereka hadapi. MasyaAllah. Aku merinding lagi rasanya.

Aku bersyukur banget di lahirkan Allah dari keluarganya yang alhamdulillah baik-baik saja, yang selalu support aku, selalu ada untuk aku di keadaan apapun. Kita doakan ya teman-teman semoga teman-teman kita yang sedang bermasalah dengan keluargnya atau sedang di uji hidupnya, semoga diberi Allah kemudahan dan diberi kekuatan. Aamiin

Sekali lagi, kita semua berada di jalur ujian yang berbeda-beda ya. Pastikan bahwa Allah tetap bersama kita.

Teman-teman, sebenarnya ada banyak cerita yang belum aku ceritakan dari berbagai persoallan hidup dari teman-temanku yang banyak hikmahnya. Semoga dari kisah adik tingkatku yang bapak nya sedang sakit stroke, dan yang satunya sedang berjuang memenuhi kebutuhan finansialnya, dua contoh itu semoga membuat kita sadar bahwa hidup kita perlu disyukuri di manapun kita diposisikan Allah. Semoga Allah selalu membersamai langkah kita. sudah sepatutnya, kita bersyukur atas nikmat Allah yang di berikan ke kita. ada banyak masalah yang rumit di luar sana yang mungkin belum bisa kita selesaikan, karena Allah begitu sayangnya dengan kita, kita di beri ujian sesuai dg kemampuan kita. Allahuakbar. Tiada yang bisa memberi kekuatan selain Allah SWT.

Selamat berjuang di ujian kalian masing-masing yaa..... saling mendoakan, semoga Allah selalu menolong kita, AamiinJ)

Monday, September 2, 2019

Fokus pada apa kalian?


Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Bagaimana keadaan kalian? Aku harap selalu sehat dan bahagia ya. Semoga apa-apa yang menjadi tugas kalian sekarang dimudahkan Allah untuk menyelesaikannya. Semoga diberi kelancaran disetiap langkah untuk kehidupan yang sementara ini. Tetap semangat menjalani hidup ya....

Nggak ada yang mau tahu sekarang aku lagi dimana? Haha, ya sudahlah aku kasih tahu, kalau sekarang aku berada ditempat pencucian sepeda motor di daerah sekitar kosanku. Setelah pulang dari dari kampus karena tidak ada jam kuliah, aku harus menyelesaikan tugas-tugas lain yang menjadi tugasku. Salah satunya aky harus memperhatian kebersihan sepeda motorku, sudah satu bulan tidak aku cucikan, karena ku tinggal pulang, walaupun jarang aku pakai bulan ini, ya debunya kelihatan banget ya. hmmm.

Teman, apakah kalian sudah memperhatikan kendaraan kalian? Sudahkah bersih atau masih berlumur dengan debu dijalan? Hehe. Aku ingatkan, segeralah memperhatikannya. Dengan mencucinya, sama artinya kita menyayanginya. Dengan mencucinya, berarti kita sudah bersyukur atas diberikan benda itu. Dengan mencucinya, berarti kita merasa berkewajiban memeliharanya. Itu baru saja satu benda yang aku miliki, benda-benda lainpun harus aku perhatikan. Harus aku pastikan apakah sudah dalam keadaan baik atau belum.

Teman, berbicara tentang memperhatikan benda yang kita miliki, apakah kita juga sering memperhatikan hati kita? apakah hati kita dalam keadaan baik-baik saja? Apakah hati kita perlu kita benahi atau bagaimana? Sudahkah kalian menanyakan hal-hal tersebut diri kalian? Pertanyaan-pertanyaan itu juga harus aku tanyakan ke diri aku sendiri setiap hari kalau bisa.

Karena hati ini penting banget yaa kita rawat, kita perhatikan, kita perbaiki, dan pastikan apakah baik-baik saja. Kata Aa Gym “Hati adalah cerminan diri kita, ketika hatinya baik, baiklah seluruhnya.”Ketika hati kita bersih, mudahlah kita menyerap ilmu, melakukan hal baik, dan tentunya bisa menerima nasihat-nasihat yang baik” inti dari nasihat Aa Gym. Dari situ kita bisa berpikir, betapa pentingnya hati itu yaa. Hati adalah cerminan bagaimana kita bersikap. Apakah kalian setuju? Iya dong. harus setuju! kalau enggak aku....(peace)

Aku juga masih teringat betul kata Ustad Dody, salah satu trainer, mengatakan bahwa kesuksesan bisa diraih oleh mereka-mereka yang bisa memanage hati mereka dengan baik, mengatur hati mereka sesuai dengan fitrahnya. Semakin baik kita memanage hati kita, semakin dekat kesuksesan itu. Dan tentu ya, kesuksessan itu tidak berupa materi saja, tetapi ketentraman hati adalah kesuksesan terbaik untuk kita. Karena banyaknya materi tidak berarti hatinya tentram. Boleh jadi, hatinya meraung-raung.  Jadi, not all happiness come from money.

Perlu diingat juga ya kawan, yang membolak-balikkan hati ini memang Allah. Kita tidak ada daya untuk mengendalikan hati kita. Namun, kita harus berusaha untuk menjaga hati kita dalam kondisi baik, dalam keadaan steril, dan tentu dalam ketaatanNya. Kita nggak bisa mengubah hati kita se enaknya. Allah-lah yang mengendalikan hati kita. Boleh jadi detik ini hati kita mengarah ke satu sisi, dua menit kemudian Allah membalikkan kesisi yang lain. Kita tidak tahu kan?.

Yang kita harus tekankan yaitu kita harus berusaha mencondongkan hati ini ke Allah, karena Allah yang bisa menolong hati kita agar bisa tetap baik-baik saja. Hanya Allah-lah yang bisa membuat hati kita tentram, hati kita tenang, dan selalu waspada. Hanya Allah yang bisa melakukannya. Oleh karena itu, sering-sering mengingat Allah dengan dzikir, menyadari nikmat yang diberikan-Nya, dan masih banyak hal lain untuk bisa dekat dengan Allah. Ketika kita dekat dengan Allah, sudah pasti hati kita akan dijaga, akan baik-baik saja.

Teman, aku tahu kita semua sedang berusaha setiap hari untuk menjadikan hati kita baik-baik saja, untuk bisa membuat hati kita tentram dan tenang. Kita setiap hari berusaha begitu kan? Tapi sekali lagi, Allah hadirkan hati untuk merasakan banyak hal. Mungkin jika saat ini ada diantara kita sedang ada yang sakit hatinya, atau mungkin sedang tidak karuan perangannya, mungkin tandanya kita sedang diuji Allah. Apakah dengan hadirnya kesedihan itu kita tetap ingin didekat Allah? Apa dengan ujian kita memilih percaya sama Allah? Apa dengan ujian kita terus berusaha untuk belajar bertumbuh menjadi baik? Allah ingin tahu reaksi kita untuk membuktikannya.

Mari tetap semangat untuk memperbaiki hati, agar hati tidak sekotor barang-barang yang kita lupakan. Kadang, kita lebih fokus memperbaiki dan memelihara benda yang kita miliki dari pada fokus memperbaiki hati yang sudah kotor. Kadang, kita lupa akan hati yang sudah membeku, ingin segera kita bersihkan tapi kita malah mengabaikannya. Yuk, sama-sama terus memperbaiki hati, memelihara hati agar tetap bersih. Dengan apa? Dengan sering-seringnya kita mendengarkan nasihat-nasihat baik, melihat hal-hal baik, dan melakukan hal baik, cari tahu apa yang Allah suka, dan banyak kebaikan-kebaikan kecil lainnya. InsyaAllah dengan melakukan semua itu Allah izinkan hati kita menjadi bersih. Aamin

Terimakasih sudah membaca J


Wednesday, August 28, 2019

Kamu butuh istirahat, maka istirahatlah sejak.




Terhitung satu bulan sudah, aku tidak memperdayakan diriku. Ya, seingatku mulai tanggal 27 juli kemaren tubuhku mulai memberikan reaksi untuk segera aku lihat dan perhatikan. Tapi aku selalu mengabaikan. Mulai kurang minumlah, terkadang makan tidak teratur, just focus on thing that I wanna touch and do. ya namanya juga manusia ya terkadang juga lupa, lumrah, hehehe.  Badanku mulai seperti pegal semua, tapi aku abaikan, mungkin ya kecapekan. Aku buat tidur nanti pasti sehat lagi, pikirku.
Paginya aku terlihat sehat, mulai membersihkan diri, menata kamar, mencuci, membeli ini, itu,  dan aktivitas lain untuk segera ku selesaikan karena jam 9 aku ada janji dengan salah satu muridku SD untuk ku ajak jalan-jalan ke kebun binatang. Aku sudah sangat dekat dengan dia, sehingga orang tuanyapun mengizinkannya untuk pergi denganku.
Langsung saja aku kebergegas ke rumah muridku. Sudah satu bulan kami tidak bertemu jadi saat itu aku berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan mamanya yang kebetulan saat itu sedang sakit karena masih ada otot yang kecepit karena bekas jatuh tahun lalu. Mamanya sedikit menceritakan kronologinya sakit. Aku turut berduka, dan mendoakannya agar segera diberi kesembuhan. tetapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik, saat sakitpun beliau harus tetap masuk kerja karena sudah menjadi kewajibannya.
Tiba-tiba, setelah perbincangan kami yang lumayan panjang, aku merasakan sesuatu dari tubuhku. Mataku berkunang-kunang. Aku tahu kalau tubuhku ini mulai memberikan kode akan tiba saatnya aku mau pingsan. Tapi aku merasa masih kuat. Aku kan mau berangkat ke kebun binatang jadi aku harus semangat. Berangkatlah aku dan anak didiku dan berpamitan dengan mamanya. Aku berhenti sebentar, sekitar lima menit, muridku terdiam, akupun aku diam karena kepalaku mulai pusing. Dia tidak tahu kalau aku sedang pusing. Aku bilang “sebentar ya”.
Setelah itu aku izin ke dia kalau mau ke toko sebentar. Aku beli tolak angin, mungkin aku sedang masuk angin. Aku berdoa ke Allah untuk menguatkan badanku, menguatkan diriku agar bisa menuju tempat yang aku tuju. Aku berdoa agar aku kuat sampai nanti aku pulang. Saat itu aku tidak punya pilihan lain, ya hanya berdoa adalah salah satu cara untuk tetap ada di rencana awal. Tidak mungkin aku kembalikan lagi anak muridku kerumah, aku enggak mau membuatnya kecewa karena rencana ini sudah ku rancang lama.
Tak lupa aku juga membeli makanan ringan untuk ku bawa ke kebun binatang. Setelah itu aku beristirahat sebntar dan alhamdulillah, Allah memberikan aku kekuatan, kunang-kunang yang tadinya ada di kepala sekarang hilang, aku sehat kembali. Sehingga aku dan muridku bisa berangkat dengan aman dan menikmati berlibur di kebun binatang. Oiiii, seruuu sekaleeeeee.. dan tentunya dia juga senang sekali. Dia bercerita banyak saat bersamaku, dia termasuk anak yang aktif dan penasaran dengan apapun.  Terimakasih ya sudah membersamaiku berjalan-jalan, hehehe.
Sebenarnya, rencana awal aku akan pergi bersama teman sekosanku untuk mengajak muridku ke kebun binatang, berhubung ternyata tiba-tiba temanku ada keperluan mendadak, yasudalah, aku berangkat seorang. It’s oke. Singkat cerita seperti itu.
Pulanglah aku ke kosan tercinta, aku sehat, tetapi badanku agak meriang. Tiba-tiba malamnya, aku demam. Demam parah......mengigil. rasanya dingin, tapi badanku panas. Aku coba minum penurun demam, aku coba didihkan air hangat agar tidak kedinginan. Aku tidak nggak kuat. Ya sudah. Aku becoba sabar menanti subuh. Dan alhamdulillah subuh datang, demamku turun.Aku menghubungi orang tuaku bahwa aku sedang sakit untuk mendoakanku agar di beri kesembuhan Allah.
Akhirnya, malamnya demam lagi, entahlah. Demam ini tiba-tiba. Tahun lalu juga pernah demam tiba-tiba gini. Apa aku kecapekan ya. Demam kali ini beda, kepalaku juga ikutan pusing. Aku coba minum obat penurun demam (Sanmol, paracetamol, ibu profen, semua aku coba, tentu tidak dalam waktu bersamaan dong, dan  minum yang hangat-hangat, tetapi masih tidak mempan. Aku benar-benar tidak kuat. Teman koskupun berpesan, “ndak apa apa, istirahat yang cukup minum obat”.
“Aduh rasanya enggak kuat, aku susah tidur, pegal semua badan, akhirnya aku sms bapakku, kalau aku sedang sakit, berbegaslah orang tuaku langsung menjengukku ke surabaya”. Aku udah nggak bisa mikir apa-apa. Orang tuaku sampai dikosan aku terlihat sehat. Ingin mereka membawaku pulang saja saat itu. Tetapi aku masih punya amanah.
Saat itu, aku sudah berjanji dengan salah satu guru yang aku kenal untuk membantu anak-anak beliau belajar berbicara bahasa inggris dirumahnya selama dua bulan, aku iyakan saat itu karena sudah dua minggu yang lalu aku sudah dihubungi beliau, aku segera mengirimi pesan ke beliau “Mohon maaf belum bisa menemani adik-adik belajar karena sakit”. Beliaupun merespon dengan baik, dan mendoakan semoga aku diberi kesembuhan.
Amanah yang lainpun berdatangan menghubungiku, yang ini aku sudah bertahun tahun menemani belajar bahasa inggrisnya. Ya, dengan waktu yang tidak bersamaan tetapi di minggu yang sama saat aku sakit mama-mamanya digrup les bahasa inggris menghubungiku. “Kapan miss bisa mengajar lagi?” lagi-lagi aku harus menjawab sejujurnya kalau aku sedang sakit. Padahal rencana awal minggu depan aku sudah menjadwalkan diri untuk masuk.  Sehingga beliau-beliau mendoakanku, dan menyampaikan bahwa anak-anaknya sudah kangen dengan kehadirangku, oh so sweet. L
Ada juga dua anak yang menghubungiku, yang satu untuk minta bantuan memberi bekal ilmu bahasa inggris beberapa hari karena ingin ke pare katanya.  Yang satu untuk kepentingan IELTS, kalo ini jelas belum bisa menerima karena aku mengukur kemampuanku belum pernah tes ielts kok sok sok an pinter ielts, jadi aku tolak. Ya dua-duanya sih aku tolak, karena aku sedang sakit. Dan juga tiba-tiba saja adik tingkat, kakak tingkat hubungin aku untuk menggantikan lesnya sementara. Semua itu di minggu yang sama, disaat aku sedang sakit demam. Aku mencoba menolak dengan baiik semua kesempatan itu, karena semua itu tidak memungkingkan aku ambil.
Selain itu, ada amanah-amanah lain yang aku kira bisa aku tinggalkan sejenak. Maafkan aku ya teman-teman belum bisa membersamai waktu dekat ini. Sementara menunda sejenak tugas-tugas yang kiranya bisa aku tinggalkan, aku fokuskan minggu itu untuk sehat. Jadi aku tidak ikut pulang orang tuaku, setelah sehat aku bisa aktivitas lagi seperti biasa. Aku harus semangat. Rencanaku seperti itu.
Tahu-tahu, malamnya aku demam, menggigil, dan sakit kepala. Rasanya aku ingin pulang saja. Iya masa’ iya, jam 01.00 aku pulang ke bojonegoro, oh tidak! Aku menggigil, aku hanya bisa menyebut Allah, aku coba menggerakkan tanganku, menggapai telpon genggamku untuk mencari travel pagi menuju bojonegoro, apakah ada atau tidak. Alhamdulillah, aku dapat salah satu nomer travel pagi menuju bojonegoro, dan aku langsung menghubunginya lewat wa. Sekitar jam 2 pagi aku menghubungi travel itu, dan sambil menunggu balasannya, aku mendidikan air untuk membuat badanku terasa hangat.
Akhirnya jam 2.45 travel itupun membalas pesanku, “Maaf, travel pagi jam 6 sudah penuh.” Melihat kata-kata itu merasa butuh malaikat untuk menenangkan diriku. Aku masih menggigil. Aku merasa bersalah tidak ikut pulang saat siangnya di jenguk orang tuaku. Aku lemas, badanku udah menggigil dan tidak bisa apa-apa. Rasanya pengen tidur tapi tidak bisa tidur. Aku spontan sms bapak “ bapak, aku mau pulang ya nanti.” Aku sms sekitar jam 3 pagi. Aku tidak bilang kalau aku sedang sakit. Dan 2 menit kemudian langsung dibalas oleh bapaku. “tak jemput saja, ndak usah bawa sepeda motor”. Dan aku nggak punya pilihan lain, aku memang tidak kuat, untuk bangkit dari tidurpun aku agak sempoyongan. Jadi aku balas dengan singkat “iyaa”. Entah kenapa setelah itu, aku bisa tidur pulas, mungkin karena orang tuaku tahu kalau aku sedang sakit dan mendoakanku, sehingga doa itu langsung tersampaikan, membuatku bisa tidur dari berjam-jam menggigil sendirian.
Aku ndak tahu kalau bapaku mengirimi aku pesan singkat, tiiba-tiba jam setengah enam pagi, telpon genggamku berdering. Ternyata orang tuaku sudah sampai di kosanku. “ah begitu merepotkannya aku.” Tapi aku tahu ini cara orang tua membuktikan bahwa rasa cinta dan sayangnya kepadaku tidak pernah pudar untukku. “Oh Allah, give my parents the best gift from you”.  Nggak ada yang bisa kalahin rasa sayangnya mereka untukku. Mereka adalah malaikatku di dunia ini.
Ibuku langsung memelukku dan membawaku ke mobil, dan aku langsung dibawa ke dokter yang biasa aku kunjungi disaat aku sakit. Aku menceritakan keluhanku. Responya ya seperti biasa, kata dokter aku tidak apa-apa.. pulanglah aku kerumah, dan rutin meminum obat. Semenjak minum obat, rasa kantuk kadang selalu hadir, maunya beraktivitas, kantuk datang, maunya melek, tapi mata ini ingin tidur, ya sudah aku izinkan kau untuk istirahat wahai mata dan tubuhku.
Hari kedua demampun sudah tidak ada, tetapi masih lemes,  hari ketiga demam lagi. Dengan spontan, bapakku langsung mengajaku untuk di cek up kan darah untuk di labkan. Malam-malam aku dibawa ke rumah sakit yang dekat rumah yang di lengkapi dengan pengecekan darah. Hasilnya “ tidak ada DB dan tidak ada typus”. Kata dokternya “Salah makan ini, makan makanan kotor.” Saat hasil keluar aku tidak bisa bertatap muka langsung dengan dokternya sehingga bapaku yang mewakilkan. Karena setelah diambil sample darahku, tubuhku lunglai, lemas dan ingin pingsan. Oleh karena itu, aku menunggu didepan dan duduk dikursi dan bersandar di bahu ibuku. Aku terlihat manja. Iya memang. Maafkan.
Setelah pulang, ya sudah, obatnya rutin aku minum, dua hari ya alhamdulillah aku mulai ada perubahan, tapi dadaku tiba-tiba panas, udah enggak demam, tapi dadaku kadang sakit, dan susah untuk mengawali tidur. Malam selanjutnya, badanku menggigil lagi.  Aku mengeluh pada bapak, bapak ibuk tidak berhenti-berhentinya untuk mendoakanku, begitupun aku juga meminta ampun pada Allah, mungkin aku ada dosa yang ingin Allah hapuskan atau ini adalah bagian dari ujian yang perlu aku lalui. Aku harus berbaik sangka.
Iya sorenya aku sehat-sehat saja, bisa bermain dengan sepupu-sepupuku,karena juga ada acara di keluargaku. Malamnya mulai jam 12 malam hingga jam 3 an badanku panas lagi, aku menggigil kedinginan. Aku berupaya untuk meminta kesembuhan Allah, aku berupaya untuk bisa tidur, tapi agak susah. Saat itu bapaku mendoakanku disholat malamnya, dan ibuku terus berdoa disampingku. “Ah penyakit apa ini, demam kok tidak ada habisnya, ada yang salah dengan tubuhku mgkin.” Pikirku.
Menjelang adzan subuh, bapakuku memutuskan untuk memeriksakan ku ke dokter spesialis, iya karena tidak tahu penyakit apa dalam tubuhku. Dokter spesialis penyakit dalamlah yang sudah ada dibenak bapaku. Ya, karena sudah hafal dengan dokter ubet yang biasanya juga keluargaku priksa jika ada keluhan dengan penyakit dalam, sorenya aku bersama orang tuaku berangkat ke dokter ubet.
Wuiih, begitu banyak ya orang sakit itu, sehingga rumah joglo namanya, tempat dr ubet praktek dipenuhi dengan pasien dari berbagai dari di bojonegoro. Aku yang memandang mereka satu persatu berpikir, “Ya Allah, aku tahu engkau begitu sayang dengan orang-orang ini, sehingga engkau uji mereka dengan rasa sakit.” Pun denganku, aku harus berbaik sangka, aku juga harus memaafkan diriku lagi, untuk menjaga kesehatan lagi.
Setelah namaku dipanggil, aku masuk ruangan dan ditanya oleh pak dokter, “kenapa?” aku menjawab dengan singkat kalau aku demam dan sakit kepala. Setelah itu, aku di USG, dan dokter memintaku untuk duduk dan berhadapan dengan beliau yang sedang menulis resep nya untuk pengobatanku, dan juga aku didampingi oleh bapakku yang setia kepadaku. Bapakpun bertanya ada sakit apa dengan aku, Beliau menjawab “pneomonia, ada peradangan di paru-paru.” Ujar dokter.
Spontan ku menjawab, “apa saya sering pakai obat nyamuk elektrik itu ya pak dokter tiap malam?”  eeh pak dokternya njawab “ ohh gitu,,  ya memang radang paru-paru, nanti kalau 8-9 hari tidak ada perubahan, nanti dironsen ya.”  Kami menjawab “baik, terimakasih.”
Sambil menunggu antrian obat di apotek, aku coba mencari tahu apasih penyakit “pneomonia itu, penyebabnya apasih, dan bagaimana mengatasinya.” Aku di bantu cari info dengan adik sepupuku yang kebetulan tinggalnya dekat dari tempat dr ubet praktek, jadi dia sekeluarga juga mengunjungiku saat di priksa di dr ubet.
Ternyata menurut info yang aku baca “pneomonia adalah radang paru-paru atau paru-parunya terkena infeksi, bisa jadi dari bakteri atau virus.” Virus atau bakteri bisa masuk ke paru-paru melalui banyak cara, bisa melalui udara ataupun makanan. Jadi bisa jadi orang yang terkena penyakit ini tertular oleh orang yang juga terkena pneomonia saat orang itu batuk ataupun bakteri dari makanan kotor yang tidak sengaja masuk dalam tubuh.
 Gejala penyakit ini ternyata ada di aku, walaupun aku enggak batuk, ada demam, sakit kepala, dada terkadang terasa panas, dan nyeri. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bakteri atau virus bisa rutin mengonsumsi antibiotik yang diberikan oleh dokter, jika pneomonianya termasuk ringan. Tetapi jika berat, rawat inap, mendapatkan perawatan khusus dari dokter. Ngerinya lagi, penyakit ini adalah salah satu penyakit yang mematikan di dunia di kalangan balita, karena balita belum mempunyai daya imun yang kuat  untuk melawan penyakit sehingga jika pneomonia tidak ditangani dengan benar maka akan membahayakan balita.
Dari informasi yang aku dapat diatas, mulai banyak persepsi dari orang-orang sekitarku kalau aku banyak aktivitas inilah, kurang inilah, sering ini, sering itulah. Itu membuatku menjadi sumpek. Eh, tarik nafas dulu dahh.. J tenang, kudu tenang. Dan berpikir “Apa iya mau meninggalkan segudang aktivitas yang ingin aku lakukan” rasanya kalau aku tidak melakukan kegiatan –kegiatan banyak aku bakalan tambah sumpek dan mungkin menambah aku nggak sembuh-sembuh. Tarik nafas, sabar, waktunya istirahat sebentar.
Aku mulai berpikir dengan otak dingin, mungkin sementara, aku harus mempending dulu aktivitas-aktivitas ku, untuk mengistirahatkan badanku. Merasa sedih sih mendengar kalau kita dinyatakan sakit tertentu, tetapi kata bapaku yang selalu menyemangatiku “Ndak-apa-apa, kamu harus semangat untuk bisa sehat lagi, kamu harus berusaha untuk melawan penyakit itu, kalahkan dia dengan semangat, dengan olahraga, makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, InsyaAllah sembuh-sembuh, kamu kecapekan memang, sudah tidak apa-apa, sementara dirumah dulu jangan bali ke surabaya.”
Kata-kata diatas mendinginkan otakku yang sedang panas, betul apa yang dikatakan bapak, aku harus semangat, aku harus mau berusaha untuk sehat lagi, untuk bisa beraktivitas lagi, sehingga bisa seperti biasa. “Semoga obatnya cocok yaa bapak.” Kataku kepada bapak. Aamiin
Teman-temankupun mengontakkuu, karena waktu kuliahpun sudah didepan mata, minggu depan aku mulai masuk kuliah. Dan harus balik kesurabaya. Aku harus pastikan kondisiku baik-baik saja dan normal kembali. Pun dengan mama-mama anak didikku, sudah menghubungi lagi kapan bisa mulai mengajar les bahasa inggris lagi. Alhamdulillahnya, mereka baik-baik semua, tahu dengan kondisiku, aku belum bisa balik kesurabaya dalam waktu dekat ini, aku butuh waktu untuk pulih. Karena terkadang dadaku masih nyeri dan panas.
Alhamdulillah,8 hari sudah aku lalui dan kondisiku sudah mulai membaik, tetapi aku terkadang masih merasakan nyeri didada dan terasa panas, sehingga bapaku mengkontrolkan aku lagi setelah obat yang aku minum habis. Dengan dokter yang sama, beliau bertanya “Bagaimana, ada perubahan?” aku menjawab, alhamdulillah sudah tidak demam dan sakit kepala, tetapi terkadang dada saya panas dan nyeri pak dokter. “oh gitu.” Jawab singkatnya J .
Lalu, sembari pak dokter menulis resep obat, aku bertanya, “pak dokter, apa saya terlalu banyak aktivitas atau bagaimna ya kok nyerinya terkadang tiba-tiba gitu, kalau sudah nyeri ndak bisa dibuat apa-apa.” Pak dokter menjawab “ ya enggak gitu,” dengan senym-senyum. :D . “ya memang radang paru-paru, dibuat aktivitas nanti sembuh.”   “oh gitu ya pak, ya semoga segera sembuh.”

Alhamdulillah, 6 hari kemudian aku bisa beraktivitas seperti biasa, dan sudah aku putuskan untuk kembali ke surabaya karena perkuliahan sudah dimulai. Walaupun terkadang masih sakit dadaku, aku harus banyak-banyak dibuat tiduran memang dan aktivitas kecil kecil. Setiap kali bapaku selalu mengingatkan untuk mencari matahari pagi, jangan bosan-bosan minum air putih, air hangat.  Iya lakukan itu semua. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Semoga minggu depan aku bisa membawakan presentasi pertamaku setelah menjadi mahasiswa baru di pasca ini. Bismillah semoga kuat dan diberi Allah kemudahan dan kelancaran.  Doain ya.. :D
Begitu panjang banget ya ceritaku.. lalu apa kalian sudah memetik hikmah yang bisa kalian ambil dari ceritaku?
Jadi yaaa, jika kalian sedang sakit demam, belum tentu itu penyakit DB atau typus, ternyata ada ada penyakit-penyakit lain yang indikasinya adalah tubuh kita demam, sakit kepala dan lain lain. Maka dari itu, jika demamnya tidak berkesudahan selama seminggu ataupun dua minggu, segera periksakan ke dokter spesialis yang lebih tahu tentang penyakit dalam. Karena kalau kita di USG bisa terlihat indikasi penyakit apa yang mengarah ketubuh.
 “Nggak apa-apa sakit itu, dinikmati saja, diterima, ridho, ridho, ridho, memang menyedihkan, tapi jangan buat dirimu sedih berlama-lama ya kalau sedang sakit. Sakit ada obatnya, mahahari masih bersinar terang, cari hiburan yang baik, cari nasihat yang bisa membuat kamu semangat dan ingin sehat lagi. Karena kalau kamu sedih merasa tidak nyaman ataupun aman itu juga akan menghambat proses penyembuhan. Jangan merasa sendirian.”  Kata-kata itu yang aku ucapkan pada diriku sendiri. :D
Entah kenapa, ketika kemaren sedang sakit, aku buka youtube, tiba-tiba Allah perlihatkan aku dengan salah satu channel yaitu ceramah AA Gym dengan judul “CARA TERBAIK MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP” dimenit menit pertama beliau langsung ngomong tentang kesehatan. Pertama beliau bertanya “Hadirin, bapak ibu semua, ingin sehat apa ingin sakit?” . ya hadirin semua menjawab ingin sehatlah yaa.
Beliaupun merespon “Iya betul sekali, semua orang itu ingin sehat, karena sehat adalah nikmat kedua setelah iman, kita bersyukur kita diberi kesehatan Allah, tetapi yang sakit juga harus bersyukur, karena Allah sedang mengampuni dosa-dosanya, dan yang paling penting juga kalau nggak ada orang sakit banyak orang juga yang di repotkan, kok bisa? Iya bisa!” inti dari Aa gym
“Iya repot, kalau tidak ada yang sakit, lalu siapa yang dokter priksa? Siapa yang akan beli obat, apokter pasti akan tutup, lalu bagaimana pegawai-pegawainya menghidupi keluarganya, lalu tidak ada gunanya fakultas kedokteran, tidak ada yang mau masuk universitas kesehatan, itu semua karena tidak ada orang sakit, kalau kita sakit berarti kita sedang membantu mereka, sedang meringankan beban mereka, karena mereka mendapat uang dari kita yang sakit, nah berpikirnya seperti itu bapak ibuk, berbaik sangkalah pada Allah, ini mungkin juga ujian untuk kita yang sedang sakit,kalau enggak dinaikan derajatnya sama Allah, ya Allah yang ingin dihapuskan dosa-dosa kita, maka berbaik sangka sama Allah.” Inti dari perkataan Aa gym
  Padahal teman-teman, tanpa aku tahu kalau isinya tentang apa yang sedang menimpaku saat ini. Sepertinya Allah sedang menjelaskan dan memberikan aku sebuah alasan kenapa aku diberi sakit dari video pendek di youtoube channel nya Aa gym tersebut. Ya Allah begitu sayangnya Engkau kepada diriku hingga Engkau menghiburku dan menguatkanku dengan cara tidak disangka-sangka.
Dan dalam videonya pun Aa gym berpesan untuk menerima keadaan yang sedang menimpa kita, sakit juga di terima, sehat juga alhamdulillah disyukuri, beliau menganalogikan dengan murid SD dengan murid SMP, pasti setiap ingin lulus kelevel selanjutnya dari SD ke SMP, harus melewati ujian dulu dari gurunya, yang mana kalau sudah lulus bisa naik kelas. Begitupun dengan ujian yang menimpa kita saat ini, kita harus menerima ujian ini, ujian ini adalah bagian dari episode-episode hidup yang harus dilalui, bisa jadi kita nanti menjadi manusia lebih baik lagi, kuncinya dengan sabar dan sholat.
Video tersebut seperti menyadarkanku sekaligus mengingatkanku bahwa semua ini adalah ujian yang harus aku lalui. Aku harus menerima, aku harus memafkan diriku yang mgkin ceroboh dalam menjaga kesehatan. Semoga Allah segera memberikan aku kesembuhan dan sehat bisa memperdayakan diri, membantu orang lain, memanfaatkan diri, meningkatkan kapasitas, dan banyak hal yang perlu aku kerjakan dijika aku sudah sehat. Sekali lagi, aku harus terima sakit sementara ini dan berusaha untuk sehat kembali. Thanks Allah for giving me chance to close with you. InsyaAllah semoga dengan aku sakit semoga kedekatanku dengan Allah lebih dekat lagi. Aamiin
Untuk kalian yang sedang sakit kalian diberi Allah kesempatan untuk memperbaiki diri, seperti berlatih bersabar, berlatih untuk dekat dengan-Nya, berbaik sangka dengan apa yang Allah berikan. Dan masih banyak lagi hikmah sakit itu. Jadi jangan sedih ya, semoga kalian juga yang sedang sakit diberi kesembuhan Allah. Tetap semangat menjalani hidup ini.
Untuk kalian yang melihat teman sakit, janganlah tambah membuatnya sedih ya, hiburlah mereka ya, mungkin saat-saat itu yang sakit sedang merasa bahwa dirinya tidak bisa apa-apa, untuk itu sebagai teman yang baik jangan memaksakan kehendak yang belum bisa teman kalian yang sakit lakukan. Jangan lupa mendoakannya ya.
Terimkasih sudah membaca J