Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Wednesday, November 28, 2018

Kamu tak sendirian

Assalamu'alaikum sahabat pembaca.
Apa kabar harimu hari ini?
Hari ini disini mendung, semoga hati tetap terang seperti terangnya cahaya tak bisa padam menyinari sekitar, Aamiin.

Hmm sob, pernah nggak sih kamu dalam posisi yang serendah-rendahnya bahwa kamu seperti nggak punya siapa-siapa, seperti kamu sedang sendiri dalam dunia, seakan-akan tidak ada orang yang menolehmu, pernahkah? Jika kamu pernah, aku juga pernah.

Padahal Allah ada bersama kita, Allah sedang membersamai kita disetiap langkah yang kita tempuh menuju-Nya. Padahal Allah selalu siap sedia menemani kita, disaat apapun keadaan kita Allah siap untuk mendengarkan keluh kesah kita. sperti itu kan?, kalau kita merasa sendiri, mungkin saatnya kita merenung dan berdua dengan Allah saja. Kalau kita merasa sedih ingin menangis, ya mungkin saatnya kita untuk menangis dipangkuan-Nya.

Entah kita mempunyai masalah apa dalam hidup ini, ketika ingin menangis, menangislah dipangkuan Allah, mari kita rasakan bersama-sama bahwa Allah ada di dekat kita, Allah sedang menunggu kepala kita dibaringkan untuk menepiskan segala masalah yang kita hadapi saat ini.

Aah, kadang kita kuat dengan masalah besar, kadang kita tak tahan dengan masalah kecil, lalu salah kita bila merasa seperti itu? Tidaklah, kita mempunyai kadar sendiri dalam menjalani hidup ini, kadar untuk menghadapi masalah. Allah tahu masalah mana yang siap dihadirkan untuk kita, Allah tahu kita bisa. Lalu sedihmu sekarang apa sudah mulai berkurang?

Jika masih sedih, mari kita banyak mengucapkan istigfar, mungkin ada banyak beban yang harus kita kendorkan agar terselesaikan satu persatu. Tugas kita menghadapi masalah, Allahlah yang menyelesaikan masalah kita.

Yang tenang wahai hati, yang sabar wahai jiwa.

Kau tak sendirian, ada Allah yang selalu menemanimu.


Monday, November 26, 2018

Menerima Rezeki

Hallo?

Apa kabar dengan tugasmu? Tugas kuliahmu? Tugas sosialmu? tugas kerjamu? Atau tugasmu sebagai hamba-Nya? Apakah tugasmu kamu kerjakan sesuai dengan porsinya? Ahhh, apapun tugasmu sekarang, aku pesan, tetap nikmati saja yaa, tugas adalah salah satu kewajiban kita. nikmati saja.

Hari ini aku ingin cerita kepadamu tentang tugasku mengemban amanah beberapa minggu, yaa ceritanya tiga minggu yang lalu aku dapat tawaran untuk mengajar menggantikan guru cuti, selama dua bulan, tepatnya guru Bahasa Inggris, di salah satu SD IT di Surabaya. Dengan tidak berpikir panjang, akhirnya aku mengiyakan tawaran itu, dan paginya aku langsung ke sekolah yang mencari guru pengganti.

Sebelum bertemu dengan kepala sekolah yang baik banget, aku harus melapor dulu di ruang TU untuk menyampaikan apa tujuan aku datang di sekolah. Selanjutnya, aku menyampaikan kedatangaku kepada salah satu petugas TU di sekolah tersebut, dan beliau meminta surat lamaran dan CV aku. “Wuih” ..  baru kali ini aku melamar pekerjaan, biasanya dilamar pekerjaan (hahaha).  Jadi aku nggak tahu harus bawa surat lamaran pekerjaan dan CV, “duuh”. Aku meminta maaf kepada petugas TU. Dan alhamdulillah beliau tidak ambil pusing, dan langsung menelfon kepala sekolah.

Pak kepala sekolah ternyata berada di lantai dua, sehingga aku diarahkan oleh petugas TU tadi untuk bertemu Pak Kepala sekolah di lantai dua, diruangannya. Meluncurlah aku ke arah lantai dua dengan tidak membawa apa-apa untuk di berikan melamar pekerjaan.

Setelah bertemu, aku disambut dengan baik oleh beliau. Tak lupa aku sampaikan kalau aku tidak membawa surat lamaran dan CV, dan beliau tidak masalah dengan itu. Selanjutnya, beliau menjelaskan tugasku selama dua bulan di sekolah untuk menggantikan guru yang cuti melahirkan. Di akhir pertemuan, aku diarahkan ke wakil kepala sekolah untuk diberikan pengarahan jam pelajaran yang harus aku isi selama di sekolah.

Penggantian guru sudah bisa dimulai esoknya ternyata, jadi aku harus persiapkan apa saja yang harus aku bawa dan pelajari untuk pelajaran esoknya. Yaa, lumayan sore pulangnya, tapi aku nggak boleh menggerutu, aku ambil saja amanah ini, tugas ini, mungkin saja ada pintu rezeki terbuka dari tempat ini untuk kedepan, aku tidak tahu.

Sebelum mengajarpun, anak-anak di sekolah sebagian sudah hebooh, sudah penasaran untuk segera mengenal sosok seperti ku, aaahh so sweet dah. Kemaren itu hari pertama aku ngajar, hari kamis tepatnya, aku menuju keruang kelas yang harus aku ajar pagi itu. Ekspresi ekspresi senang dan kebahagiaan datang dari raut muka anak-anak SD disana, mereka sangat senang dan gembira melihat kedatanganku.

Gimana aku nggak bilang senang dan gembira, setiap ada jam pelajaran, aku dijemput terlebih dahulu oleh beberapa murid disana, sampai-sampai guru-guru yang ada disana heran mgkin ya, Bu Nanin sudah punya bodyguard, hahaha. Iya body guard aku kecil-kecil.
Namun, tidak hanya itu, setiap jalan di sekitar sekolah, entah aku ajar atau tidak, mereka langsung mengakrabi aku, langsung menghampiri ku, cium tangan, dan bertanya siapa namaku, mengajar apa, dan lain-lain, bukan hanya kelas kecil, namun juga kelas besar.
“Ooh Allah, sepertinya aku baru bertemu kembali dengan hati-hati yang dulu pernah aku singgahi, iya hati-hati anak-anak di sekolah itu,” aku merasa bahagia banget, melihat reaksi mereka menyambut kedatanganku, aku merasa bahagia melihat senyum manis, imut, dan lucu mereka setiap kali aku bertemu. Nikmat sekali apa yang aku rasakan di hari-hari ini.

Sebenarnya, masih banyak lagi cerita dari anak-anak yang sayang banget dengan aku, senang sekali dengan kehadiranku disana. Namun, sudah tiga minggu sudah, aku disana, aku ada agenda lain yang harus aku lakukan, aku harus pergi ke jogja untuk menemui nenekku yang akan berangkat ke Mekkah untuk umroh, doain ya semoga umrohnya lancara, dan semoga aku, kamu dan semua umat muslim diizinkan Allah pergi ke Mekkah untuk beribadah, Aamiin.

Tidak hanya itu, aku juga mulai kerasan dengan lingkungan sekolah, guru-gurunya baik baik banget dengan aku, mereka bisa ngemong aku, bisa merangkul aku, walaupun awalnya sih aku masih jaim, namun lama kelamaan aku bisa membaur dengan mereka.. “Ohhh Allah, so sweetnya.”

Siang tadi aku dipanggil oleh Pak kepala sekolah, untuk menyampaikan resignku minggu ini, dan sebenarnya Pak kepala sekolah masih membutuhkan kehadiranku, katanya sih karena aku sabar dengan anak-anak, hehe, masih belajar sabar jawabku ketika beliau bertanya seperti itu.

Apalagi sore tadi pulang bareng guru-guru, dan aku dipeluk salah satu guru, dengan nada yang sedikit sedih, karena besok rabu aku harus meninggalkan sekolah.  “Ooh Allah, so sweetnya.”
Sehingga,  dengan rasa berat hati, minggu ini aku harus resign dari sekolah, aku sudah punya pengganti untuk menggantikanku disana, iya rencana ini memang sudah aku susun dijauh hari. Dan harus aku tepati, dan aku sebenarnya sudah kerasaan tinggal di sekolah itu walupun gaji nya tidak seberapa, namun aku dibayar Allah dengan kebahagiaan dan ketenangan hati disana. Karena memang yang aku inginkan sesungguhnya itu, bukan seberapa besar gaji yang aku peroleh, namun lebih dari sisi yang lain, aku senang melakukan hal ini, ya aku suka mengajar, aku suka berbagi, aku suka bertemu dengan orang baru, aku suka melihat karakter orang baru, dan aku suka dengan tantangan baru. Allah, terimakasih banyak ya sudah memberikan aku banyak pengalaman di tiga minggu ini.

Untuk kamu yang membaca tulisanku ini, jangan takut untuk mengambil kesempatan yang kamu sukainya, walaupun gajinya tak seberapa, ambil lah, mungkin Allah akan menggajimu bukan lewat uang, tapi lewat hal lain yang akan membuatmu lebih dewasa dan lebih tenang dalam menghadapi hidup. Yuklah, berbaik sangka pada Allah. Semua rezeki sudah Allah atur, tinggal kitanya yang mau jemput atau tidak.

Beberapa minggu ini, aku menerima rezeki kenikmatan yang sangat luar biasa dari Allah. 
Selamat menjemput rezeki yang selanjutnya yaa...


Sunday, November 25, 2018

Sabarlah hati.

Apa hati sudah mulai kusam? Hingga tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Apa hati mulai tidak di perhatikan? Hingga tidak bisa melihat mana yang harus di perhatikan mana yang tidak.
Sabarlah hati. Kau harus tangguh. Kau harus kuat.

Ooh, bersabarlah. bersabarlah

Sabarlah.

Karena yang sabar menunggu, akan diberikan hadiah yang terbaik dari Allah.
Karena yang sabar menunggu, akan diberikan sesuai dengan pilihan-Nya.
Sabarlah hati, hati yang sekarang masih kosong, semoga suatu hari nanti Allah SWT  akan mengisi kekosongan itu dengan hal terindah yang dikirmkan-Nya.
Sabarlah hati, kau pasti kuat menahan semua ini, karena ku tahu, kau begitu tangguh dan teguh dengan apa yang kamu miliki, maka bersabarlah.

Pasti suatu hari nanti, ada seorang yang benar-benar kamu cari, dan dia juga mencari sosok sepertimu, dan di menjadikanmu orang yang terspecial yang pernah dia temui, dan begitupun denganmu, kau akan memberikan yang terbaik untuknya. Maka, bersabarlah.

Pasti suatu hari nanti, ada seorang yang benar-benar kosong, dan siap untuk kamu isi, ada seseorang yang selama ini menunggu kedatanganmu, yang selama ini mendoakanmu tanpa mengenalmu terlebih dahulu. Maka, bersabarlah hati.

Selamat menjaga hati, dan selalu menjadi hati yang anggun setiap harinya ya.


Kamu punya hati yang sabar dan cantik YYY

Biarkan.

Hai, apa kabar hatimu hari ini?
Aku pastikan hati mu baik-baik saja di sana. Aku doakan yang terbaik untuk hati-hati yang terpaut tapi tak bisa menyatu. Karena yang mengendalikan hati hanyalah kamu, dan yang menggerakkan semua hanya Allah SWT. Aku doakan apapun yan terjadi semoga Allah selalu sayang dan selalu membantu kita untuk mejadi orang yang baik.

Bicara tentang hati, tentang perasaan, tentang rasa yang mungkin tak bisa di uraikan, mari kita sedikit memahami lebih dekat arti kehadirannya. Karena yang hadir dalam kehidupan kita pasti membawakan pelajaran tertentu untuk kita. Entah meraka menetap dengan kita atau dengan mudahnya pergi, entah mampir saja dan tidak kembali, semua ada peljarannya masing-masing. dan kita perlu berterimakasih atas semua rasa yang mereka berikan ke kita, atas semua makna yang pernah ada. semoga kita dapat mengambil pelajaran.


Sekarang, tugasku dan tugasmu adalah memberikan yang terbaik pada orang-orang yang sekarang bersama kita sesuai dengan kemampuan kita, tanpa mengharapkan untuk dibalas, tanpa memikirkan yang tidak – tidak.  Biarkan mengalir saja, dan semakin baik seseorang kepada kita, dan kita pada seseorang itu, pastilah rasa untuk menyakiti satu sama lain itu akan luntur, karena seberapun buruk kita, kalau dia yang Allah kirimkan ke kita adalah orang yang baik, maka dia tak kan bisa menyakiti kita. 

Tuesday, July 24, 2018

BERTUMBUH


Secara tidak sadar kita akan melewati hal-hal yang menjadikan kita bertumbuh. Kita akan tidak sadar bahwa sedih, senang, suka, ria, merintih, mengeluh, berjuang, menunggu, adalah deretan yang harus kita lalui untuk bertumbuh. Allah tahu apa yang kita butuhkan, Allah akan menguji suatu kaum jika Allah mencintainya, begitupun dengan kita, jika kita adalah termasuk hamba-hamba yang disayangi-Nya patutlah kita diuji sesuai kemampuan kita. tak lain halnya, semua itu untuk menumbuhkan diri kita menjadi yang lebih baik, jika kita bisa berpikir dan mengambil hikmah disetiap kejadiannya.
Bertumbuh. Adalah salah satu buku yang telah aku baca sebulan yang lalu dari penulis kondang kurniawangunadi and friends. Melihat dari perspektif buku itu, membuatku berpikir dan merenung tentang banyak hal yang harus kita ambil hikmahnya, harus di dalami perannya. Karena setiap hamba mempunyai peran yang berbeda. Maka dari itu, bertumbuh adalah proses kita menjadi manusia dan hamba-Nya yang lebih taat pada-Nya bukan sebaliknya.

Proses bertumbuh orang berbeda-beda, yaa karena banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai dari backgroundnya, hal sekitarnya, bahkan sampai asupan makanannya akan mempengaruhi proses bertumbuh setiap orang. Tidak baik kalu kita membanding-bandingkan orang satu dengan orang lainnya. Yaa karena proses bertumbuhnya jelas beda. Yang mana kita harus menghargainya, tidak perlu menjadikan diri lebih dari yang lain, atau rendah dari yang lain, karena kita masih proses bertumbuh untuk mencapai suatu hal. So tugas kita adalah berperan dalam proses bertumbuh kita sebaik mungkin.


Dalam proses bertumbuh, pasti ada banyak peristiwa yang kita temui. Orang baru, teman baru, pengalaman baru, tempat baru, perspektif baru, suasanya baru, dan bahkan bisa jadi kita mempunyai capain baru, namun tujuannya adalah satu proses bertumbuh kita harus bisa tertuju pada-Nya, bertumbuh untuk menjadi hamba yang lebih baik untuk-Nya, agar bisa bertemu dengan-Nya.
Bertumbuh tak hanya bicara tentang bagaimana fokus dengan diri, tapi bertumbuh juga harus mengantarkan kita menjadi manfaat buat orang lain. Menjadi penolong jika orang lain ada kesulitan, menjadi tempat sandaran jika orang lain kesusahan, menjadi pemberi solusi jika orang lain membutuhkan, bukan malah menyusahkan orang lain. Karena kita semua harus bertumbuh menjadi orang yang baik.


Bertumbuh juga tak bicara tentang bagaimana diri berguna bagi orang lain. Akan tetapi, bertumbuh harus bisa menjadi jembatan kita menjalin hubungan baik dengan Rabb kita.Yang paling penting adalah pertumbuhan kita adalah pertumbuhan untuk mencari ridho-Nya.


Semangat bertumbuh menjadi diri yang baik wahai diri-diri yang sedang tumbuh.
Salam Pemuda,
25-07-2018


Nanin Verina

Wednesday, July 18, 2018

Surat Lebaran untuk Bapak..

Sudah sedari dulu aku ingin menulis semua tentangmu, tentang bagaimana kasih sayangmu yang tak terhingga untukku. sudah banyak rasanya yang ingin aku tulis untukmu, Bapak. Bapak, engkaulah sang inspirasiku, sang juara yang selalu bisa menguatkan aku disaat aku terjatuh. Bapak, selama ini aku mungkin belum bisa memberikan yang terbaik untukmu, tapi yakinlah bahwa doaku selalu untukmu, selalu tertuju padamu. Aku bersyukur alhamdulillah, Allah telah memberikan aku seorang bapak yang sangat luar biasa. Bapak orangnya MasyaAllah, pekerja keras, bapak orangnya keras, tapi luluh ketika melihat anaknya, istrinya kalau sedang sakit atau tak berdaya. Bapak, aku ini menulis surat dengan rasa yang sangat sangat bersyukur, dengan di iringi lagu “Ayah by Seventeen”. Bapak, terimakasih banyak ya udah membesarkan aku segede ini, umurku sudah mulai 20 tahun lebih. Aku merasa aku semakin tua bapak, InsyaAllah aku juga dewasa. Pun bapak sekarang juga mulai menua. Tapi bapak, semangatmu selalu muda untukku, engkau ajarkan banyak hal tentang hidup untukku dan ibuk. 
Bapak orang terspesial yang ada di hidupku, aku ingat banget ketika aku sakit, bapak sedih dan mencium keningku, seperti aku mendapat power lagi untuk sehat lagi. Bapak selalu mengingatkanku tentang Allah, "Allah akan memberikan kamu yang terbaik selagi kau berbuat baik, Allah tidak tidur Nduk, Allah Maha penyayang, Allah itu tahu yang terbaik buat kita, Allah sedang menguji kita, berssabarlah," dan segudang kata-kata lain yang tertancap dibenakku darimu Bapak. Bapak yang selalu memotivasi aku untuk selalu bangkit, dan selalu bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Bapak aku mencintaimu, dan aku tahu bapak juga sangat mencintaiku dan mencintai ibuk. Bapak terimakasih lagi udah berjuang dari Nol untuk keluarga kecil kita. yang waktu aku kecil, enggak punya apa-apa, ditinggal keluarga besarmu merantau jauh, dan bapak dan ibuk sendiri yang tinggal di Jawa. 
Bapak mulai merintis usahanya dari Nol, hingga saat ini, alhamdullillah berkecukupan, bisa seperti ini atas izin Allah. Aku tahu betul foto remaja bapak, yang tahu punya daging sebanyak sekarang, fotonya hanya kayak tulang berdiri, tapi ibuk tetap cinta pada Bapak, aku masih ingat foto bapak saat acara pernikahan dengan ibuk, banyak perubahan baik yang Allah berikan pada bapak dan keluarga kita saat ini. Banyak perubahan yang aku ketahui mengenai bapak untuk menjadi orang yang sholih, aku tahu betul bagaimana bapak berjuang untuk bisa mengenal huruf arab, untuk bisa baca Al-quran, aku tahu betul bagaimana proses panjang bapak untuk mencintai Al-qur’an. Bapak,, lagi-lagi aku menangis kalau ingat bapak, perjuangan bapak sungguh sempurna untuk keluarrga. 
Bapak dekat sekali dengan Al-qur’an. Pernah bapak mengatakan "bapak bercita-cita menjadi Imam Masjid besar di desaku, Aamiin. Bapak sangat mencintaiku dalam semua hal. Bapak teruss semangat yaaa, aku selalu mendukung semua langkah bapak untuk kebaikan, banyak kebaikan yang bapak tebarkan, tapi bapak nggak mau diumbar-umbar. Bapak aku adalah anakmu yang ngefans banget sama bapak. Aku sekarang lagi ingat dimana bapak sedang melucu, bapak sedang bertingkah ndagel, bapak sedang bertingkah aneh dan membuat kami tertawa terbahak-bahak, saat itu aku dalam hati berkata “Ya Allah betapa beruntungnya aku mempunyai malaikat-malaikat tanpa sayap ini, selalu jaga keluarga kami ya Allah.”

       Bapak seorang yang penyanyang banget, apalagi kalau sama kucing, bapak sudah banyak merawat banyak kuncing selama ini, mulai dari namanya Mang saswi, diqhan, lalu sekarang yang lagi dirawat tak diberi nama, terus yang lain lagi aku lupa, dan sekarang pun masih dengan kucing setia. Bapak sering memandikan kucing, mengajak kucing berbicara, menimang-nimbang kucing, menasehati kucing, ngasih makan kucing, betapa sukanya bapak dengan kucing. Semua itu adalah teladan buat aku, yang harus aku ambil hikmahnya kalau kita harus mencintai hewan, apalagi hewan kucing, hewan yang disukai Rasullullah. Bapak tetap menjadi bapak yang semangat selalu ya, Bapak yang selalu ceria, Bapak yang selalu mendukung keluarganya, Bapak yang selalu menasehati yang baik, yang menularkan kebaikan. Bapak, sekali lagi kau adalah the man who know me so well. The man who always talk to me. Bapak kalau udah curhat sama aku, panjang bener, diluapkan segalanya, pasti dibeliau berkata “kalau nggak sama kamu aku curhatkan ya sma siapa, kamu anaknya” gitulaah intinya. I love you , bapak.


      Semogaa di hari lebaran ini, menjadikan hati kita suci ya Bapak, dan semoga keluarga kecil kita selalu menjadi keluarga damai, sakinah mawadah warohmah. Yang bisa menginspirasi keluarga lain untuk menebar kebaikan. 




#ditulissebelumlebarantahun2018

Umur, Happy Birth Day MySelf.. Barakallah...

Kita itu nggak tahu rencana Allah itu bagaimana, tapi kita kudu yakin seyakin yakinnya kalau rencana Allah itu indah seindah indahnya. Hayo siapa yang setuju? Angkat kaki dong!.. eeh angkat tangan..  jawab dulu ya salam aku yang paling manis ini, hehe “assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh... silakan menjawab....
Alhamdulillah, makasih ya udah dijawab. Happppyyyy reading...

Beberapa hari yang lalu adalah hari dimana aku menatap seseorang yang pertama kalinya di dunia ini, beberapa hari yang lalu adalah hari dimana aku terlahir dari seorang wanita yang baik, tepatnya 22 tahun lalu. Tepat 3 maret di fajar shubuh aku membuka mata yang sulit aku buka, ku menangis pertama kalinya, dan ku yakin dulu aku dalam dekapan hangat di pelukan ibuku. Ahhh, rasa rasanya ingin memeluk ibuk sekarang. Betapa besar pengorbanannya untuk aku di dunia ini.
Itu artinya, beberapa hari yang lalu adalah dimana berkurangnya umurku di dunia ini. Arti yang lain, adalah tugasku dikit demi dikit akan bergeser ke lebih serius lagi pemahamannya, lebih menantang lagi medannya, maka tentunya lebih harus siap segala bekal untuk menghadapinya. Namun, tak hanya medan yang perlu di persiapkan, akan tetapi hal yang sang penting sekali,  yaitu sebuah pertemuan, pertemuan yang sekian lama ku nantikan, pertemuan yang sungguh lamaa diharapkan, namun sedikit takut untuk dihadapkan, karena ini juga butuh persiapan dan pembekalan, karena pertemuan ini tak sembarangan. Pertemuan dengan dia yang di takdirkan bertemu.
“Iya, the time will come when I am ready. I believe, and always believe.”
Tahun ini sunggu tantangan buatku, ku harus menyelesaikan skripsi yang amat mudah sekali untuk diselesaikan, mudah dan sangat mudah, itu semua harus menjadi pikiran di otak, tak boleh ada kata lain yang mendominasi di otak kecuali, all things are easy, so dont worry. Mungkin tidak hanya aku yang merasakan seperti ini, mungkin banyak orang diluar sana yang mungkin sepikiran denganku. Dimana ketika menemui hari lahirnya, akan berpikirlah dia, seakan-akan harus ada perubahan baik untuk kedepannya. Harus ada pertumbuhan dalam diri,  yang butuh gizi untuk perkembangan yang baik. Aku.... sedang merasakan hal ini.....................
Aku merasa ilmu ku belum cukup untuk bekal di masa depan, aku merasa ilmuku harus terus aku tambah setiap harinya, agar bisa mengisi ruang-ruang dalam diri yang kosong, ruang kehidupan yang jadi bekal untuk menghadapi orang, menghadapi masalah, menghadapi hal baru, menghadapi hal yang mungkin tak pernah ku bayangkan, semua butuh persiapan..
Apalagi bicara tentang pernikahan , parenting, management task, dan lain-lain.. aaahh.. rasanya ilmu ini belum cukup untuk itu semua, sedangkan umur sudah beranjak dewasa saja, jangan sampai umur melabui dewasa seorang, sebaiknya semakin tua umurnya, semakin dewasalah dia. Namun, ketika sebaliknya, perlulah diri ini mengaca diri, meingatkan diri bahwa umurmu sudah segini, makanya harus dipelajari ilmu pada masanya, pada umurnya. Semoga aku, kamu, dan kita semua diberi kesempatan Allah untuk terus menimba ilmu untuk persiapan kita kedepan.
Karena, umur terkadang menjadi patokan seseorang dikatakan dewasa tidaknya, umur dijadikan ukuran orang menjadi ini dan itu, dan banyak lagi persepsi diluar sana yang mungkin belum kita ketahui. Ahhh.. lagi-lagi bicara tentang umur, semoga kita dipantasakan Allah sesuai umur dan kedewasaaan kita yaa..
Semoga diumurku dan umurmu yang bertambah ini, menjadikan kita menambah daftar ketaatan kita pada Allah, mengurangi hal yang tidak disukai Allah, dan membentangkan taburan-taburan kebaikan di sekitar kita. semoga aku dan kamu diizinkan Allah terus berbenah diri dan bertumbuh sesuai dengan kehendak-Nya. Aamiin
Happy birth day ya my self, selamat bertambah umur, berkah selalu yaa hidupku dalam diriku ini....Aamiin