Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Tuesday, July 4, 2023

Memandikan Jenazah


Untuk kedua kalinya, aku diberikan kesempatan Allah untuk ikut serta memandikan jenazah. Yang pertama memandikan jenazah nenek, dan baru saja kemarin memandikan jenazah mbah yi dari keluarga Tuban. Rasanya bagaimana? Rasanya tidak bagaimana-mana. Jujur, untuk rasa takut alhamdulillah sudah tidak ada karena sudah punya pengalaman sebelumnya. Yang ku rasa cenderung rasa bersyukur, bersyukur sudah diberikan kesempatan Allah untuk melakukan hal yang mungkin tidak semua orang bisa tatak atau berani melakukan hal demikian. Karena memang untuk ikut andil dalam memandikan jenazah harus orang yang benar-benar siap mental dan segalanya. Kalau memang diawal sudah merasa ragu ya sudah jangan di teruskan untuk ikut. Namun, ternyata ada banyak hikmah yang aku ambil dari ikutserta memandikan jenazah.

Yang pertama sebagai pengingat diri kalau kita akan pulang. Aku harus benar-benar sadar bahwa disetiap kita yang hidup pasti akan meninggal. Secara tidak langsung saat kita diperlihatkan kematian orang lain itu artinya kita sedang diingatkan Allah kalau kita pasti akan kembali ke Allah. Dan semua itu tidak bisa kita tolak, waktu dan tempatnya semua Allah yang menentukan, tergantung dari amalan dan ibadah kita selama di dunia. Sehingga, mulai saat ini harus mempersiapkan diri dan mempersiapkan bekal yang banyak untuk pulang ke akhirat. Karena sejatinya kita di dunia hanyalah bermain-main saja.

Yang kedua sebagai pengingat diri kalau kita bukanlah manusia yang bisa hidup sendiri. Selama hidup di dunia harus banyak-banyak menebar kebaikan kepada makhluk Allah. Menjalin banyaknya persahabatan dan persaudaraan dengan orang-orang shalih, sehingga ketika tidak ada kita ada yang memandikan, kita ada yang mendoakan, dan ada yang mengantarkan kita ke tempat peristirahatan terakhir. Kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain untuk hidup dan mati, sehingga mulai sekarang harus bisa berpikir bahwa apa yang kamu tanam pasti akan kamu tuai, begitupun dengan hidup ketika kita baik dengan orang, insyaAllah banyak orang yang baik dengan kita.

Yang ketiga sebagai pengingat bahwa keluarga adalah tempat paling setia untuk kita kembali. Seberapa jauh kita berlayar ataupun merantau ketika kita sudah tidak ada pasti keluarga kita yang pertama kali sedih akan kehilangan kita. Kita akan dikembalikan kepada keputusan keluarga kita, apakah mau dimakamkan ditempat rantau atau dipulangkan di kampung halaman, keluargalah yang berhak untuk mengaturnya. Jika memungkinkan bisa dipulangkan pasti akan dipulangkan dan mereka yang paling setia untuk tempat kita pulang. Maka dari itu, bangunlah keluarga yang harmonis, yang menjadi support sistem terbaik dari kehidupanmu sehingga kau akan kembali bersama mereka.

 

Ya Rabb, panggilah kami dalam keadaan iman islam, dalam keaadan taat kepadamu, dalam keadaan baik, dalam keaadaan siap dan Engkau Ridho, dalam keadaan husnul khotimah, sehingga apa yang telah dilakukan selama di bumi bisa menjadikan pelajaran dan teladan untuk manusia selanjutnya. Aamiin

 

Thursday, June 22, 2023

Mental Memberi

Salah satu hal yang harus kita asah sampai kapanpun adalah mental memberi kita.

Dengan mempunyai mental memberi yang baik, secara tidak sadar sifat humanis kita akan menjadi baik pula, dimana hal tersebut berdampak pada kualitas hidup kita. Dari bacaan yang telah ku baca, seorang yang mempunyai mental memberi yang baik hidupnya akan lebih senang karena dipenuhi dengan rasa cinta, hidupnya lebih bahagia karena mental memberi juga berdampak baik dalam mempererat tali persahabatan dan berkehidupan sosial.

Namun, untuk mempunyai mental memberi yang baik dan terus meningkat kita harus mengasahnya setiap hari, karena mempunyai mental memberi yang baik butuh latihan yang tidak singkat, sampai kapanpun harus kita asah.

Sebagai manusia yang mempunyai nafsu yang tinggi terhadap hal-hal duniawi, kita mempunyai keinginan untuk memperoleh sesuatu sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya. Kita, terutama diri sendiri, sering lupa harta yang kita peroleh itu sebagiannya adalah hak orang lain. Sehingga kita harus mempunyai kesadaran diri untuk berbagi ketika kita mempunyai harta yang lebih.

Aku ingat betul nasihat guru les matematikaku saat duduk di bangku SMA, beliau sudah sepuh dan tinggal menikmati masa pensiunya, inti dari apa yang beliau sampaikan adalah “sebagian harta yang kita miliki saat ini adalah milik orang lain, jadi sudah seharusnya kita ini mau membagikan sebagian apa yang kita punya dengan orang lain”.

Setiap les dirumah beliau tidak ada hari yang tidak ada waktu berbagi. Beliau selalu memberikan makanan kepada kita, entah pisang rebus, entah roti, pasti ada makanan untuk dibagikan kepada murid-murid lesnya. See, berapa tahun kemudian diri ini baru sadar bahwa secara tidak langsung sejak itu beliau sedang menunjukan mental memberinya kepada kami dan memberikan contoh yang real bahwa mental memberi kita harus kita asah sampai kapapun. Walaupun sesederhana memberikan makanan ringan kepada muridnya, itu membuat kami para murid senang, usia tidak menjadi penghalang bagi beliau untuk tetap memberi apa yang beliau punya kepada orang lain. Beliau adalah salah satu contoh yang menunjukan teladan yang baik untuk murid-muridnya. Mungkin kalian juga pernah menemui seseorang seperti itu ya? atau mungkin menjumpai hal kecil yang dilakukan oleh orang lain yang membuat hati kita bergetar untuk memujinya.

Sudah saatnya aku, kamu, dan kita semua mengecek bagaimana kondisi mental memberi kita saat ini, dan mari terus memperbaiki mental memberi kita agar lebih baik daripada sebelumnya, jangan sampai kita mempunyai mental meminta yang lebih tinggi daripada mental memberi kita. Bukannya, memperbaiki mental memberi kita sama artinya melakukan suatu kebaikan? yangmana ketika kita melakukan satu kebaikan dengan keimanan dan keikhlasan, maka akan dibalas 10 kebaikan hingga 700 kali lipat (hadits Arbain ke-37)

Ya Rabb, perbaikilah mental memberi kami, mental memberi kami kepada orang tua kami, kepada keluarga kami, kepada guru-guru kami, sahabat-sahabat kami, dan makhluk yang Engkau ciptakan dibumi ini. Aamiin

Tuesday, May 23, 2023

Life is neverl flat

Tulisan ini dibuat tidak lain untuk kita semua, diri sendiri khususnya, jika kita nanti dihadapkan dalam kesedihan, ingat-ngat bahwa kesedihan datang tidak untuk selamanya. Maka bersabarlah, ada pahala disitu. Jika kita nanti dihadapkan dalam kesenangan, ingat-ingat bahwa kesenangan tidak selamanya berpihak pada kita, maka bersyukurlah sudah diberikan rasa kesenangan. Pun dengan rasa-rasa yang lain, karena life is never flat, and it must to go on.

Monday, April 3, 2023

Sadarlah

Kalau Allah sudah beri kamu teman-teman yang baik, kalaupun itu tidak banyak, dan bisa dihitung dengan jari saja, tapi dia yang selalu mengingatkanmu pada kebaikan, menyanyangimu tanpa alasan, dan berjanji akan mencarimu saat kau tidak ada di surga, maka, itulah nikmat Allah yang tidak terhingga.

Wahai diri, sadarlah, Allah itu begitu sayang padamu, buktinya ada yang mau membantumu saat kamu butuh pertolongan, ada kemudahan saat kamu dalam kesulitan. Coba diingat-ingat, pasti banyak kesulitan, kesusahan, dan kesedihan di masa lalumu, tapi Allah telah menolongmu sehingga bisa melewatinya, melaluinya, dan menerimanya dengan lapang dada. Bukannya itu semua adalah bukti sayangnya Allah kepadamu?

 Wahai diri, sadarlah, Allah itu pemberi tanpa batas, buktinya sampai sekarang kamu masih diberikan kesehatan, kebahagian, dan ketenangan hidup, walaupun sebenarnya Allah tidak butuh kamu, namun Allah tetap memberi disetiap harinya kepadamu. Beda dengan kamu, yang mungkin jika kamu tidak butuh seseorang maka kamu tidak memberinya, aturan itu tidak berlaku bagi Allah. Semua makhluknya akan dijamin diberikan kehidupan. Maka, mintalah pada Allah, sesungguhnya Dia Maha Pemberi tanpa batas.

Wahai diri, mulai saat ini kamu harus berjanji pada dirimu sendiri, bahwa jangan banyak main di dunia, perbaikilah hubunganmu dengan Allah, ketika kamu mengenal Allah, itu lebih dari cukup, nikmat akan kamu dapatkan, hati akan penuh kesyukuran, hari-harimu akan terisi kebaikan, dan dunia dan akhiratmu akan terjaminkan. Kenalilah Allah sepanjang hidup, dan terus lari kepada-Nya. Jika suatu saat kamu lelah, tidak apa, istirahatlah sejak, namun jangan berhenti, teruslah berjalan dengan pelan, isi tenaga untuk kembali kepada-Nya. Mendekatlah kepada Allah, Dia selalu setia menunggumu kembali kepada-Nya, walaupun kamu sekarang merasa jauh, kamu masih punya waktu. Kembalilah…

Friday, February 3, 2023

a simple life

 Dari atas cendela aku memandang pemandangan yang sangat indah, tanaman padi di sawah yang membentang luas memenuhi pandangan mataku. Mungkin baru hari ini aku mempunyai waktu yang agak lama untuk memandang dan menikmati indahnya ciptaan-Nya. MasyaAllah, begitupun seharusnya pengucapakan pemujian pada segala ciptaan-Nya yang begitu indah.

Sejenak mata memandang, mata ini berhenti pada satu titik diantara indahnya ladang padi itu, apa kamu bisa menebak apa yang aku lihat?

Ya, aku melihat dua insan yang duduk menikmati sarapan paginya di bawah pohon pohung atau singkong yang ditanam di setiap pembatas sawahnya. Aku mulai berpikir apa ya yang mereka rasakan saat sarapan bersama itu? Semoga salah satu yang mereka rasakan adalah sebuah ketenangan.

Dan aku masih terus memperhatikan mereka dari atas candela, mereka melanjutkan menghisap rokoknya dan mulai memandang disekitar mereka. Entah mereka tahu apa tidak jika aku sedang memperhatikannya dari atas. Mereka terus menikmati rokok mereka masing-masing dengan saling berhadapan. Aku yakin mereka sekarang sedang merasakan ketenangan, karena dari atas sini aku dapat merasakan bahwa mereka menikmati itu.

Yang mana ketenangan yang mereka rasakan sepertinya tertularkan kepadaku. Ya, dengan menulis apa yang sedang aku rasakan dan dapat mencurahkan segala pikiran berbentuk kata-kata adalah salah satu kegiatan yang membuatku tenang. Terlihat dari sini mereka sedang berbincang-bincang. Itu mungkin salah satu cara mereka untuk menghilangkan penat dan tuntutan hidup yang serba ingin instan.

Mereka berdua masih dalam pengawasanku, dan aku berpikir “begitu sederhananya mereka meraih ketenangan, tanpa ada embel-embel yang disukai banyak orang, tanpa adanya benda-benda mewah disekitar, tanpa ada niat untuk pengakuan, mereka berbagi cerita tanpa adanya canggung dan tanpa adanya penilaian penampilan.”

Mungkin ada banyak sisi positif yang bisa kita ambil dari bapak-bapak yang ada disawah tadi tentang kesederhanaan dalam hidup. Tidak perlu barang-barang mahal kalau kita menginginkan ketenangan, karena ketenangan bisa di raih dari mana saja, salah satunya menerima keadaan atau takdir yang diberikan Tuhan kita ke kita saat ini. Yakinlah, kita hidup di dunia ini sudah dijamin oleh Tuhan kita, jangan banyak risau dan cemas tentang masa depan, hiduplah saat ini, nikmatilah yang ada, bersyukurlah, sesungguhnya Tuhan kita amat sangat mencintai hamba-hambanya yang pandai bersyukur.

 Selamat Weekend....

Notes: “sesungguhnya apa yang ditulis adalah nasihat untuk diri sendiri”

Thursday, January 5, 2023

Dijadwalkan

Selayaknya seorang yang ingin berpergian menggunakan kereta, ia harus menjadwalkan kapan ia akan berangkat dan pulang, begitupun dengan seseorang yang ingin melakukan kebaikan, ia harus menjadwalkan kapan kebaikan itu akan dilaksanakan dan menyusun jadwal kebaikan dengan rapi.

Seperti yang telah aku dengar berkali-kali, bahwa "kebaikan yang tidak direncanakan atau dijadwalkan dengan baik akan terkalahkan dengan keburukan yang telah tersusun dengan baik."

Oleh karena itu, kebaikan kita harus direncanakan, harus disusun, dan ditetapkan kapan dilakukan. Kalau tidak begitu, kita akan selalu menunda-nunda, menomor sekiankan, dan akhirnya kita lupa padahal kita tidak tahu sampai kapan kita diberikan kesempatan untuk melakukan kebaikan.

Apakah kita tidak merasa senang pada saat terbesit kebaikan di hati dan pikiran kita karena itu artinya kita sedang diberikan signal untuk melakukan kebaikan itu?

Apakah kita tidak merasa senang bahwa itu adalah sebuah hidayah dari Sang Maha Kuasa untuk mengaktifkan otot kebaikan kita?

Jangan bosan untuk merancang kebaikan ya, yuk mari susun rencana-rencana baik kita.😊

 

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."(Q.S.Az-Zalzalah : 7)

 

 

 

Tahun baru semangat baru!

Dipenghujung tahun 2022 aku mengingat-ingat kembali kejadian apa saja yang telah aku lewati selama satu tahun ini. Apakah kamu juga demikian? Coba ceritakan kepadaku hal apa saja yang membuatmu menangis, tertawa, bahkan membuat dirimu ingin menyerah saja, tapi akhirnya kamu bisa melewati itu semua. Aku harap aku bisa mendengar ceritamu, dan aku yakin setelah mendengar aku akan bangga dengan dirimu yang telah melewati itu semua.  Begitupun denganku yang telah melewati banyak kejadian yang membawa hikmah dan pelajaran hidup untuk bekal masa depan. Ada tangis, ada tawa, semua rasa telah aku rasakan ditahun ini. Ternyata kita semua sudah sampai dipenghujung tahun ya, hebatnya kita sudah bisa melewati banyaknya rintangan dan ujian dibersamai dengan nikmat-nikmat-Nya yang begitu indah. Aku ucapkan selamat ya untuk kita semua yang masih survive sampai saat ini. Kita akan menghadapai tahun baru, semoga ditahun baru ini banyaknya berkah yang Allah berikan kepada kita semua. Aamiin