Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Thursday, February 27, 2020

You are the reason




“Dek, kamu beruntung, kamu beruntung,..” sepenggal perkataan dari mbak yang selalu menasihatiku.

Beruntung karena mempunyai orang tua yang sayang kepadamu.
Aku tidak kuasa meneteskan air mataku kalau berbicara tentang perjuangan orang tua. Aku mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Mbak, sembari mengelap air mata yang tiba-tiba saja membasai pipiku.  Ahh, rasanya aku ini adalah anak terberuntung di dunia ini karena terlahir dari orang tua yang luar biasa sayangnya kepadaku.

Dari apa yang sudah Mbak nasehatkan kepadaku, kini aku berusaha untuk sadarkan diri bahwa orang tua kita adalah orang yang senantiasa ada untuk kita.  Tak pantaslah kita melupakan jasa-jasa yang telah mereka perjuangan untuk kita.


“Dek, bayangkan ya, mulai dari kita SD sampai saat ini siapa yang berusaha keras untuk membiayai pendidikanmu? Orang tuamu kan?”
“Dek, bayangkan ya, tidak ada kata lelah bagi orang tua untuk selalu membahagiakan anak-anaknya.”
“Apa kamu pernah bertanya apa yang membuatnya bahagia?”
“Hal apa yang ingin mereka dapatkan darimu?” apakah sudah kau tanyakan?”
Aku tak tahan menjawab itu, aku semakin tersesak-sesak dan meneteskan air mataku. Rasanya air mata ini ingin aku tahan tapi tidak bisa, dia mengalir begitu saja.


The reason why I am strong is my parent. The reason why I keep moving forward is my parent. The reason why I can take this step is my parent. It is because Allah gives His affection, kindness, and all goodness through my parent. My parent is Allah’s love which is representative for me. 


Ya Allah, aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku. Semoga kelak aku bisa menjadi kunci mereka masuk surga. Jangan sampai dengan dosa-dosa yang aku perbuat membuat mereka terhambat masuk surga, No!. Semoga Allah selalu membimbingku untuk menjadi orang baik dan bisa mewujudkan apa yang orang tuaku inginkan. Aamiin



Wednesday, February 26, 2020

Cerita mereka


Hampir setiap hari rasanya, Allah mengingatku bagaimana harus selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, dengan memberi tahuku macam-macam ujian dalam hidup ini lewat berbagai cara. Salah satunya, lewat ujian yang dialami teman-temanku, sering saja terharu oleh apa yang sedang terjadi pada teman-temanku, mereka yang percaya padaku selalu saja membuatku merasa tidak ada apa-apanya dibanding jalan hidup mereka. Mendengarkan segala keluh kesah mereka adalah hal yang membuatku berpikir untuk lebih memaknai hidup ini. Mungkin ini cara Allah untuk menyentilku agar selalu bersyukur atas segala keadaan yang ada.


Jika Allah mengizinkan, aku benar-benar ingin menuliskan cerita-cerita mereka dalam sebuah tulisan inspiratif. Walaupun aku tidak mengalami kejadian yang mereka rasakan, setidaknya aku bisa mencurahkan apa yang aku rasakan ketika mereka bercerita. Ya Rabb, sungguh agung Engkau ini dengan segala kuasaMu. Intinya, tidak ada yang bisa mengalahkan takdir yang digariskan Allah dan kita benar-benar berada dalam orbit perjuangan kita masing-masing. It’s strongly true that everybody battles on different path.


Allah kadang ngasih aku nasihat atau reminder dari cerita-cerita yang di alami teman-temanku. Ada yang bercerita menangis tersesak-sesak, ada yang bercerita dengan penuh antusias, ada juga yang bercerita sekedar cerita, dan tiap orang mempunyai karakter how to tell their stories to me, it makes me so touchfull hearing their story life. Aku tidak bisa membayangkan jika aku menjadi mereka, aku tidak bisa berpikir apa yang harus aku lakukan jika berada di posisi mereka. La qawla, Allahlah yang memampukan mereka melewati segala ujian yang hadir setiap harinya and I believe it.

Pernah juga satu hari aku di hadirkan beberapa orang temanku dengan masalah yang berbeda, tidak ada yang sama cerita yang satu dengan yang lainnya, tapi mereka harus tahu bahwa apa-apa harus di serahkan ke Allah dulu. Kita boleh sedih, kesel, dan merasa tidak berdaya saat ujian datang, tapi yang perlu kita ingat adalah kita punya Allah yang Maha Besar atas segala sesuatu, jadi patutlah kita sebagai hambanya melaporkan dahulu apa-apa masalah kita, minta petunjuk kepadaNya dan tugass kita selanjutnya adalah bersabar.  

Walaupun kita tidak seutuhnya merasakan apa yang teman kita rasakan, setidaknya mendengarkan dia bercerita dan tidak menentangnya adalah hal yang mereka butuhkan, karena orang itu juga banyak macamnya ya, jadi kalau kalian di curhati seorang berusahalah untuk mendengarkan yang baik dan jangan membuat mereka down jika berada diposisi yang terlalu jatuh. Berikanlah semangat dan dorongan untuk bangkit dan mendekat dengan Allah, insyaAllah Allah selalu mendengarkan keluh-kesah setiap hambaNya yang berdoa.


Memang ya, semakin kita bertambah usia pasti semakin komplek juga masalah yang ada. Ya makanya, semakin bertambah usia kita diharapkan untuk bertambah pula kesabaran kita, bertambah pula keluasaan hati kita, bertambah pula wawasan kita, agar kita tidak memandang suatu hal itu hanya sesempit apa yang sudah kita ketahui. Itulah mengapa kita sebagai orang yang sudah dewasa perlu sekali memahami dan memaknai setiap kejadian agar kita belajar dari hal yang pernah kita lalui. Semoga semakin kita dewasa semakin bertambah pula kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan.



Sunday, February 23, 2020

Shubuh berjamaah





Semenjak pindah kos dari gang 8 ke gang 10, aku mendapati linkungan baru, orang baru, dan kondisi baru. Alhamdulillah, kos baruku tidak jauh dari masjid atau mushola jadi aku bisa sewaktu-waktu berjamaah disana. Ya begitulah Allah ya, selalu menempatkan kita sesuai dengan harapan dan kebutuhan kita. akhirnya, aku berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru, suasana baru juga.


Di suatu hari, aku berjamaah sholat shubuh di masjid dekat kosan baruku, ya seperti rutinitas biasa ya kalau berjamaah ya pastinya orang banyak yang datang, tapi kondisi jamaah waktu shubuh tidak sebanyak jamaah di waktu magrib. Sudah pasti di waktu shubuh berjamaah di dominasi oleh orang-orang tua atau orang-orang sepuh. Bisa aku prediksi meraka adalah Ibu-ibu yang sudah renta, dan bapak-bapak yang sudah mempunyai banyak cucu. Ini hanyalah suatu prediksi ya, tapi nyatanya pasti iya. :D

Namun, ada yang berbeda setiap aku berjamaah shubuh di mushola ini. Apa coba? Ada yang aneh tapi aku suka. Apa coba? Tebak dong!

Jadi, setiap aku selesai berjamaah, sandal jepitku sudah tertata rapi, seperti sudah siap aku pakai untuk melanjutkan perjalananku. Do you know what I mean? Ya begitulah, aku berangkat dengan sandal jepit yang aku lepas di pintu masuk masjid dengan tidak teratur arahnya, sandal jepitku yang satu disebelah pojok dan yang satu di tengah-tengah sandal jepit orang lain, padahal itu satu pasang tapi terpisah jauh, haha, karena mungkin aku terburu-buru begitu ya. Eh ternyata, ketika selesai berjamaah semua sandal jepit jamaah yang semula amburadul menjadi rapi, tertata rapi sesuai pasangannya. Aduh ya Allah, bagaimana aku tidak terenyuh dengan semua ini. Aku langsung berpikir “Ini perbuatan siapa ya Allah?” ahh aku senang dengan keadaan ini walaupun hanya melihat sandal jepit tertata rapi di lantai depan masjid.


Hari pertama aku anggap biasa aja, pasti ada yang menata sandal-sandal ini, but i don’t think i want to see this person. Ya biasa aja gt, aku senang aja. Di hari selanjutnya juga selalu begitu kondisinya. Waktu berangkat sandal-sandal jepit itu amburadul, tapi ketika selesai berjamaah, sandal-sandal itu disulap menjadi rapi. Dan kondisi selalu begitu setiap berjamaah shubuh di masjid itu. Ya aku penasaran dong siapa yang melakukan semua ini. Aku yakin Allah melihat apa yang orang ini lakukan. Aku juga ingin lihat dong kapan si orang ini melakukannya. Apakah mungkin saat kami semua sholat atau bagaimana ya. Aku mulai mikir.


Pada suatu hari, aku tidak berniat terburu-buru menyelesaikan dzikir bersama, tapi aku ingin segera pulang mungkin karena perutku sudah mulai ada pertanda untuk ingin buang hajat, akhirnya selesai sholat langsung meninggalkan masjid tanpa melakukan dzikir terlebih dahulu. Pada saat aku keluar dari pintu masjid ternyata ada seorang pemuda tampan sedang sibuk merapikan sandal jepit para jamaah sholat shubuh. 

Dalam hatiku “MasyaAllah, mas ini ternyata pelakunya”. Dia sibuk sendiri menata sandal-sandal orang yang beramburadul di lantai depan masjid. Waktu aku mendekat dia langsung pergi dong karena ketauan sedang melakukan hal itu. Aduh,, “MasyaAllah banget orang ini, tidak nyangka banget masih ada orang yang peduli dengan hal-hal kecil seperti menata sandal jempit jamaah, yang ketika pulang mereka bisa langsung pakai untuk pulang , tidak usah mencari-cari pasangannya.”


Dari kejadian tersebut, aku harus banyak-banyak mengaca diri, intropeksi diri, bahwa hal-hal kecil yang sederhana, sesederhana merapikan sandal jepit jamaah adalah bagian dari kebaikan. Jika kebaikan itu dilakukan secara terus-menerus, InsyaAllah pahala akan mengalir kepada yang melakukan, dan Allah suka dengan orang-orang yang istiqomah. Ya Allah, kejadian tersebut menjadi pelajaran banget untuk aku bahwa kita tidak boleh menyepelekan hal kecil berupa kebaikan. Semoga mas itu pahala kebaikannya di berkahi Allah dan dimudahkan segala urusannya. Semoga juga aku bisa mencontoh kebaikan itu, walaupun tidak berwujud menata sandal jepit jamaah semoga aku dan kita semua bisa melakukan hal kecil yang bisa kita istiqomahkan untuk meringankan beban orang lain. Aamiin  yuk mari mencari ladang amal kebaikan untuk bekal kita ke akhirat.

Semoga kejadian di atas juga membuat kalian semua terinspirasi ya, walaupun hanya menata sandal jepit di waktu shubuh tapi aku yakin kebaikan dan pahalanya akan terus mengalir untuk yang melakukan. Mulai peka yaa mulai dari sekarang, your best start is Now. ;)

Monday, December 30, 2019

Di jaga



Percayalah, ketika kamu dekat dengan Allah, kamu akan di jaga-Nya.
Percayalah, ketika kamu dekat dengan Al-Qur’an, kamu akan di jaga Allah.
Percayalah, ketika kamu menjaga amal ibadahmu, kamu akan di jaga Allah.
Kamu ingat cerita Rasulullulah yang selalu di jaga Allah?
Ada banyak cerita ya tentang rasul yang selalu di jaga sejak kecil, bahkan sejak blm lahir.
Nggak ada yang perlu kwatirkan, kamu di jaga Allah dimanapun kamu berada jika kamu Allah selalu engkau jaga disetiap langkamu.
Ketika kamu di jaga Allah, Allah nggak ridho kamu berbuat yang mungkar.
Ketika kamu di jaga Allah, Allah tidak membiarkan kamu dalam marabahaya.
Yaaa.
Kamu harus percaya dan yakin, ketika kamu menjaga diri pasti ada yang menjaga diri untukmu.
Kamu harus yakin dan percaya, ketika kamu menjaga untuk tetap terus belajar, pasti Allah jaga kamu untuk selalu berjuang.
Ingat, Kamu di jaga Allah.

Sunday, December 29, 2019

tentang yang menyanyangimu

seseorang yang menyayangimu

kalau seseorang yang kamu sayangi melakukan sesuatu yang tidak menyenangkanmu atau tidak melakukan sesuatu yang menyenangkanmu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. mungkin, caranya menyayangimu memang begitu.
kalau seseorang yang kamu sayangi tidak bisa menikmati karya-karyamu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. mungkin, karyamu memang bukan seleranya, tetapi dia tetap menyayangimu apa adanya.
kalau seseorang yang kamu sayangi mendahulukan membalas pesan tentang urusan-urusannya yang lain, alih-alih membalas pesanmu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. seseorang itu percaya bahwa kamu pasti mengerti. dan kamu tetap yang utama.
kalau seseorang yang kamu sayangi menyampaikan hal-hal tentangmu yang membuatnya tak nyaman, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu. seseorang itu sedang merawat kamu dan dirinya.
kalau seseorang yang kamu sayangi seakan memintamu untuk menjadi ini itu, berbuat ini itu, tidak berarti seseorang itu tidak menyayangimu apa adanya. seseorang itu, mungkin ingin bertumbuh bersamamu.
ada banyak sekali cara menyayangi. ada banyak sekali pula cara menerima rasa sayang itu. merasalah disayang, sebab bagaimana kita menerima sebuah perasaan seringkali menjadi bagaimana perasaan itu sejatinya diberikan.

dipetik dari prawitamutia.com

Monday, December 16, 2019

Please check how the world is going on ~


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Bagaimana kabarnya hari ini kamu? 
Apa semua baik-baik saja? Aku harap demikian.

Oiyaaa, kamu tahu nggak pemberitaan tentang muslim Uighur yang memang kondisinya di tutupi oleh China? Coba sih sekarang search ya kalau belum tahu bagaimana kejam si China dengan penduduk muslim di negaranya.

Aduhaiiiii, china itu membawa visi misi besar terhadap negara, eh nggak cuma untuk negaranya, dia punya visi besar untuk dunia. Dia lagi preparing how to create the new world order. Aduhaaii,  Ya Rabbi.. kiamat memang semakin dekat. Semua pihak ingin menguasai dunia, dengan caranya masing-masing.  AS yang terus beradu taktik dengan China, dan bahkan negara-negara Arab sekarang lagi memanas dengan perang persaudaran. 

Ya Rabbi, aku merasa semakin kecil. How can I do for the better world?. Tenang nin, tenang.  There is a thing that you can do. wash your spoon maybe? :D . eh aku nggak ngajak bercanda ya.

oke ya, ke topik awal aku bahas tentang Muslim Uighur yang terus menerus di tekan bahkan di siksa, aniyaya oleh pemerintah China. Ini tidak omong kosong, beberapa bulan yang lalu akhirnya jurnalistik Washington telah diam-diam masuk ke Negara China untuk menyelediki bagaimana keadaan warga disana, sebenarnya bukan diam-diam, mereka dapat izin dari pemerintah.

Dari pemberitaan BBC News washington, ada yang sesuatu mengganjal di warga cina. Ada suatu tempat khusus yang di bangun oleh china untuk visi misi tertentu. Menurut wawancara BBC News, visi misi cina untuk tempat itu adalah memperdayakan warga cina untuk tidak terlibat paham terorisme dengan mengadakan pelatihan khusus di tempat itu. Itu sih katanya, namun setelah di selidiki, usut punya usut tempat itu bukan untuk mengadakan pelatihan melainkan untuk menanamkan paham komunis cina dan melupakan agama yang mereka anut. 

You know what? Paham teroris yang di maksut itu adalah agama islam disana. Jadi udah tidak heran, dimana mana agama islam di salah artikan, agama islam di judge sebagai agama teroris, padahal agama islam itu nggak salah apa-apa, beda jauh sangat antara teroris dan agama islam cuy.. Teroris itu membawa kejahatan, sedangkan islam membawa kebaikan dan perdamaian. Aku nggak tahu mereka berpikir bagaimana.

Sehingga untuk tidak meluaskan agama islam di sana, so that they make a pelatihan untuk mencuci otak saudara-saudara muslim untuk lupa dengan keyakinannya. Tidak hanya itu, menurut informasi BBC news Indonesia, ada yang dianiaya, ada yang dilecehkan, aduh, ya Allah lindungilah mereka saudara-saudara kami di sana YA Rabb. Aamiin

You can see on youtobe or BBC news tentang muslim Uighur. Jangan lupa doain ya.

Aku tidak bisa membayangkan jika aku hidup sebagai muslim Uighur saat ini, aaah lagi-lagi umat muslim sedang berduka, seperti tidak ada habisnya mendengarkan kesedihan saudara-saudara muslim di belahan bumi ini. Sedangkan kita di sini, aah, lagi lagi masih asik-asiknya dengan urusan pribadi. Ah itu menunjuk ke diriku sendiri.


Mereka mungkin sekarang tidak tenang untuk beribadah di sana ya, semoga segera membaik keadaanya. Lha kita disini, di Indonesia, sudah banyak kemudahan-kemudahan beribadah dengan baik Allah kasih untuk muslim di Indonesia, namun kenapa kita terkadang masih malasan-malasan untuk beribadah, sedangkan saudara-saudara muslim di luar sana banyak mengalami rintangan untuk hanya beribadah kepada Allah. Maka dari itu, marilah kita sekarang mengoptimalkan ibadah kita yang Allah mudahkan di Indonesia ini, ini juga nasihat untuk diriku sendiri.




Thursday, December 12, 2019

Bicara tentang Masjid


Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...

Hallloo...

Apa kabar kalian? Pasti lagi sibuk dalam ranah kalian masing-masing yaa.. aku jugaa.. aku lagi ngebut ngerjakan uas semester ini. Tidak ngebut ya, aku masih bisa melakukan hal-hal lain seperti biasanya, tapi ya seperti itu, di kejar deadline. Hehe. Yang terpenting, sesibuk apapun kalian, jangan lupa menjaga kesehatan ya, it’s important thing for us. Keep healthy everybody.

Jadi bulan desember ini aku harus menyelesaikan 6 essay, 3 paper, 1 introduction, and 1 annotated bibliography. Doain aku yaa, semoga bisa menyelesaikan semua tugas-tugas dengan tepat waktu. Aamiin Yarobbal’alaim. Eh iya, makin ke sini aku itu makin merasa kalau ilmuku itu dangkal banget ya ternyata, and i feel that there are many things that should be learnt. Kalian ngrasa begitu nggak sih? Ketika kalian mendalami suatu ilmu semakin merasa banyak hal yang belum di ketahui. It’s wajar ya, sepertinya kebanyakan orang merasakan seperti itu. Oke, aku harus terus belajar. Doain ya semoga studyku lancar dan bisa lulus tepat waktu, dan juga ilmunya juga bermanfaat. Aamiin.

Ngomong-ngomong bagaimana ini tugas-tugas kalian, entah siapapun kalian yang baca ini, aku doain semoga segala urusan kalian di mudahkan Allah ya, Aamiin.
Hari ini aku juga ada jadwal ngajar privat di salah satu perumahan di Surabaya, sudah seperti biasa, selama kurang lebih 4 tahun aku sudah kenal dengan anak didikku ini, selama 4 tahun aku menjadi gurunya ya senang banget sudah di kenalkan Allah dengan dia. Dia tumbuh menjadi anak begitu baik, bukan hanya pertumbuhan dalam bentuk fisik, dia sekarang sudah mulai dewasa, terlepas dari belajar bahasa, dia mempunyai pemahaman yang baik tentang agama, dia mempunyai akhlak yang baik, jadi aku senang dan bersyukur bisa mendampinginya selama empat tahun ini. Ah, waktu begitu cepat ya, empat tahun sudah aku lewati. Semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi ya echa. Miss nanin sayang echa.


Ternyata aku sudah sampai di titik ini ya, waktu s1 dulu aku berangkat dari sore hari sekitar jam set 4 begitu, tidak pulang kos, langsung lanjut ke titik ngajar selanjutnya di jam setengah tuju malam dan pulang kos sekitar jam set sembilan malam. Jarak antara ngajar pertama dan kedua adalah sholat magrib, jadi setelah selesai ngajar pertama aku beistirahat dulu di masjid untuk menunggu adzan magrib di perumahan itu, sampai selesai sholat magrib aku tetap menunggu waktu untuk melanjutkan ngajar di tempat selanjutnya. Itu aku kerjakan selama dua hari seminggu. Aku alami selama beberapa semester. Ternyata aku sudah melaluinya ya. Aku merasa lebih hidup juga saat itu, harus berpindah-pindah tempat untuk mengajar, walupun itu hanya bimbingan belajar, aku bersyukur Allah berikan kesempatan itu. Aku sangat menikmati takdir Allah. Sampai-sampai orang penunggu masjid yang aku jadikan tempat singgah hafal dengan kehadiranku, walaupun tidak kenal pasti aku tahu kalau penunggu masjid itu notice kehadiranku setiap minggunya di masjid itu.


Aku bersyukur banget sebagai seorang muslim, dimana aku bisa beristirahat di masjid jika aku tidak punya sanak saudara untuk persinggahan. Bayangkan jika Allah tidak hadirkan masjid, entahlah aku mau berteduh dimana saat aku kehujanan, saat aku butuh tempat untuk istirahat sejenak untuk mengajar, saat aku butuh ketenangan, saat aku butuh dekat dengan Allah, semua disediakan Allah dengan satu tempat yaitu masjid. Alhamdulillah aku seorang muslim, yang kemana-mana nanti tidak usah bersusah payah mencari tempat istirahat sejenak, karena masjid ada dimana-mana, apalagi di Indonesia. Beruntung banget kita tinggal di Indonesia ya.

Pesan dari tulisanku ini apa?

Pesannya adalah jangan biarkan tempat yang Allah sediakan untuk kita tidak kita rawat ya, tidak kita lihat ya. Jangan acuh kan keberadaannya ya. Iya tempat itu adalah masjid. Ini nasihat untuk diriku sendiri juga, untuk memberi perhatian ke masjid-masjid terdekat kita. Karena itu adalah rumah Allah, tempat dimana banyak malaikat di dalamnya. Mari mulai saat ini kita sama-sama memperdulikan keberadaan masjid di sekitar kita, karena terkadang hal sekecil memberikan dukungan kepada orang-orang pengurus masjid kita abaikan, padahal Allah turunkan pahala besar bagi siapa saja yang mengurusi masjid. Boleh jadi kita tidak menjadi pengurus masjid, tetapi kita memberikan dukungan yang lain untuk mensupport mereka, ya tidak apa-apa. Memang bagian peran kita berbeda-beda, tetapi Allah selipkan pahala dalam setiap kebaikan yang kita lakukan.

Kita terkadang tidak sadar, ada banyak hal di sekitar kita yang butuh bantuan kita, butuh kehadiran kita. Mungkin Allah sering memberikan signal-signal untuk kita renungkan agar kita peka dengan sekitar, tetapi la qawla, tidak ada daya jika Allah tidak memberikan hidayah kita untuk tergerak membantu orang, ya tidak akan bisa melakukan kebaikan. Jadi, hal-hal yang kita kerjakan, kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, semua itu atas pertolongan Allah semata, kita tidak bisa melakukan semua hal itu tanpa kuasa Allah. Mari memohon selalu agar Allah selalu mudahkan hati kita peka untuk keadaan sekitar. Salah satunya mengurusi masjid.

Lhoo Nin, aku kan sibuk nggak bisa ngurus masjid lah?

Teman, kan sudah aku bilang, nggak selamanya peran kita yang melakukan action, kadang kita harus jadi orang dibelakang layar. Nggak harus jadi ketua takmir masjid kalu kita mau ngurusi masjid, nggak harus jadi anggota remas kalau kita pengen ngurusi masjid, nggak harus jadi panitia inti masjid jika kita pengen ngurusi masjid. Nggak gengss.. kita bisa salurkan infak kita yang terbaik untuk support jalannya dakwah di masjid. Kita bisa lakukan hal lain yang Allah suka yang menjadikan masjid itu hidup lagi. Membuat kegiatan keagamaan misal. Aduhh, jangan berasumsi kalau aku sudah mengerjakan hal di atas ya, jangan. Ini asli banget nasihat untuk diriku sendiri. Dan aku mulai berusaha untuk melakukan apa yang barusan aku katakan. Aku berusaha untuk selalu nyenengin Allah. Ya mungkin dengan adanya teman-teman IPC di rumah . Apa itu IPC? Bakal panjang kalau aku cerita itu. Intinya mereka adalah teman-temanku yang dirumah yang menjadi support systemku. Kalau kalian baca history blog ku apa itu IPC, pasti udah tidak kaget dengan aku menyebutkannya.

Doain kami yaa, semoga istiqomah untuk berjuang di jalan Allah. Doain IPC agar bisa selalu ada untuk menyeimbangi zaman yang semakin aduhai ini. Heheehe. Doain doain doain, semoga kami dibantu Allah untuk mensyiarkan agama Islam.  Semoga teman-teman IPC bisa meramaikan masjid dan mengurusi kegiatan masjid, aamiin.

Jangan lupa yaa, berkontribusi untuk masjid di sekitar kalian. Karena kita tidak tahu kebaikan mana yang Allah terima. Yuk, sebarkan kebaikan sebanyak mungkin, soal di terima nggak nya bukan ranah kita, itu ranah Allah. Jadi, pasrahkan semua ke Allah, niatkan semua untuk Allah ya.. saling mengingatkan.

Udah ya, udah malam.. aku belum selesaikan tugas Uas, ehhe

See you next.... ;)