Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Friday, July 30, 2021

Mencontoh doa Nabi Ibrahim

 

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala

Alhamdulillah ya Kita masih diberikan kesehatan, nikmat iman, dan kebahagian.

Bagaimana kabarnya?

Aku harap kalian semua baik-baik saja ya.

Apa hari-hari ini kalian sibuk sekali? Tapi jangan lupa ya tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga kalian. Semoga kita semua dalam lindungan Allah subbhanahu wata’ala, Aamiin

Apa ada diantara kalian yang sedang sedih?

Aku kira sedih itu wajar, tapi ingat ya, kesedihan tidak selamanya ada disisi kalian, insyaAllah setelah kesedihan yang menimpa akan datang kebahagiaan. Percayalah, Allah itu Maha Baik kepada seluruh mahkluknya, jangan kwatir ya, semua sudah di jamin oleh Allah, karena kita adalah makhluk-Nya, Allah pasti akan memberikan apa-apa yang terbaik untuk kita.

Teman-teman aku juga minta doanya ya, semoga segala urusanku dimudahkan Allah, Aamiin

Semoga apa yang diamanahkan Allah kepadaku, semoga aku bisa mengembannya dengan baik. Aamiin. 

pun dengan kalian, semoga apapun amanah yang diberikan Allah kepada kalian, semoga Allah bantu mengembannya, memudahkan segalanya, Aamiin yarobbal'alamin.

Kemarin aku sempat nonton sebentar series kajian di yutub namanya “letter to Allah”. Salah satu ilmu yang mengena yang aku dapatkan adalah sesudah kita melakukan kebaikan, kita dianjurkan untuk mendoakan kebaikan yang telah kita lakukan, karena kita tidak tahu amal kebaikan mana yang Allah terima, oleh karena itu agar amal kebaikan kita diterima Allah, maka sebaiknya kita berdoa yaitu doa yang telah Nabi Ibrahim contohkan “Rabbana taqaballminna, innaka anta-sami’ul alim”.

Dimana saat Nabi Ibrahim diminta Allah untuk membuatkan rumah di mekkah, yaitu sekarang yang kita kenal ka’bah, setelah Nabi Ibrahim menyelesaikan pembuatan ka’bah dengan Nabi Ismail, beliaupun berdoa

“Rabbana taqaballminna, innaka anta-sami’ul alim”,

yang artinya : “Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

MasyaAllah, dari peristiwa Nabi Ibrahim, kita dapat menyimpulkan bahwa kita dianjurkan untuk berdoa agar segala amalan kita diterima Allah, dengan ucapan “Rabbana taqaballminna, innaka anta-sami’ul alim”

Pasti dari kalian sudah familiar yaa dengan doa tersebut, namun, bagiku doa tersebut termasuk baru, pernah sekilas saja membaca doa tersebut, namun tidak memperhatikan betul apa inti dari arti yang sesungguhnya.

MasyaAllah, ilmu baru yang aku dapat dari salah satu ustad favoriteku, yaitu ustad oemar mita. Barakallah fiik untuk ustad oemar mita. Aamiin

 

Jadi teman-teman, ayoook kita amalkan bareng-bareng ya doa tersbut, disetiap kita melakukan kebaikan yuk mengingatkan diri untuk baca  doa “Rabbana taqaballminna, innaka anta-sami’ul alim”. Jangan lupa share ke orang lain yaa..

 

 

Monday, July 26, 2021

Mood


Mood atau bisa diartikan dengan keadaan atau suasana hati atau pikiran kita. Hmm, okay, aku kira kalian sudah tahu ya apa artinya “mood” pada umumnya. Kali ini aku akan bicara tentang mood. Banyak sekali sebab-sebab yang mempengaruhi mood kita, entah itu pengaruh dari dalam ataupun dari luar yang menyebabkan mood bisa menjadi baik ataupun buruk. Terkadang, kalian pasti mendengar atau membaca kalimat seperti ini “mood dia sedang gak baik” atau “moodku sedang tidak stabil” atau “moodku sedang bagus sekali”.

Ada banyak penyebabnya mood bisa naik turun, salah satu penyebab mood itu berubah ubah adalah karena kandungan makanan yang kita konsumsi. Ternyata makan makanan tertentu bisa membuat mood kita berubah ubah lho. Makanan bergizi akan membuat mood kita bagus, pun sebaliknya lho. Seperti apa yang telah aku baca sekilas di berita yang di muat di Kompas.com, bahwa nutrisi makanan yang masuk ke dalam tubuh mengpengaruhi tubuh, sehingga jika tubuh tidak sehat dan bugar semua itu akan mempengaruhi suasana hati kita.  Hmm masuk akal sih ya! Semisal kita makan makanan yang pedas atau makan makanan cepat saji, makanan cepat saji tersebut akan mempengaruhi kerja otak kita bahkan berdampak negatif pada otak (merdeka.com). dalam artikel yang dimuat di Merdeka.com “5 makanan yang tanpa kamu sadari bisa jadi penyebab bad mood” ternyata salah satunya adalah makanan cepat saji. Dalam artikel tersebut mengatakan bahwa penelitian menunjukkan bahwa produk makanan olahan bisa menimbulkan depresi, agresi, kecemasan, serta kondisi mental lainnya. Jadi, sebaiknya yaa kita menjaga pola makan kita sehinga kita bisa mengontrol kondisi mood kita dengan baik.

Nah, bicara tentang bad mood or good mood. Apa kalian pernah berpikir bagaimnaa kondisi mood teman bicara kita ketika berbicara dengan kita?

Mungkin kalau kita sedang melakukan percakapan langsung face to face, kita bisa mengidentifikasi mood lawan bicara kita dengan raut muka mereka, dengan logatnya, dengan nada atau intonasi bicaranya, sehingga dari hal-hal tersebut kita bisa mengira oh ternyata dia sedang tidak mood atau sedang tidak baik baik saja suasana hatinya.

Nah guys, bagaimna dengan kondisi sekarang yang sering kita lakukan dimasa pandemi ini, kita di tuntut untuk selalu berkomunikasi virtual dengan teman-teman kita, bagaimana cara mengidentifikasi mood lawan bicara kita di dalam virtual?

Aku kira hal ini sangatlah sulit untuk ketahui ya, kita tidak tahu mood seseorang dalam virtual yang sebenarnya bagaimana, ada yang menggunakan emoticon2 tertentu untuk menyampaikan bahwa suasana hatinya adalah sesuai emoticon, tetapi kita juga tidak bisa percaya begitu saja kan? Boleh jadi emoticon2 tertentu hanyalah sebuah usaha untuk menyenangkan lawan bicaranya atau itu memang murni suasana hatinya. Who knows?

Yang aku tahu, dalam agama islam diajarkan bahwa kita harus menyampaikan sesuatu dengan cara yang baik, ketika orang dalam virtual menyampaikan dengan baik, ya kita baiknya menanggapi dengan baik, jangan sampai banyaknya waktu kita dalam berkomunikasi dengan orang lain membuat kita seenaknya saja merespon orang lain, sehingga membuat orang lain sakit hati.

Semoga semakin dewasa semakin pandai kita berkomunikasi, pun denganku, aku masih beljar banget tentang bagaimna berkomunikasi yang baik dalam virtual maupun face to face. Jangan sampai mood kita bisa menyakiti hati orang lain, jika kita dalam mood yang tidak baik lebih baik kita memperbaiki mood kita sejenak, lalu sesudah membaik kita bisa berkomunikasi lagi dengan orang lain. Karena berkomunikasi yang baik dengan orang dapat dikatakan pula kita berbuat baik kepada orang tersebut. 

Yuk terus berbuat baik ya,

Tetap sehat dan bahagia yaa

 

Sunday, July 11, 2021

No matter what ~

        Kejadian demi kejadian akan melatih kita menjadi orang yang lebih dewasa. Sadar ataupun tidak, diri kita akan terbentuk dengan hal-hal yang pernah kita alami sebelumnya. Bagaimana kita bersikap juga akan dipengaruhi oleh apa yang sudah terjadi pada diri kita. Contoh kecilnya saja seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya untuk dibelikan permen lolipop, mengapa dia merengek? Karena dia penasaran dengan rasa permen tersebut karena belum pernah memakannya sebelumnya, oleh karena itu wajar jika dia ingin memiliki permen tersebut. Namun ketika sudah mendapatkannya, dan ternyata dia tidak suka dengan rasa permen tersebut, pasti suatu saat ketika dia melihat penjual lolipop tidak tertarik lagi untuk membelinya karena dia sudah pernah merasakan permen tersebut. See??? Karena si anak itu sudah mengalami kejadian membeli lolipop, sudah mempunyai pengalaman  merasakan permen lolipop, maka dia tidak lagi menginginkan lolipop. Secara tidak langsung, kejadian membeli lolipop sudah membuat anak tersebut berpikir dan melatih untuk bagaimana memilih permen yang enak. Dalam kejadian tersebut, satu titik kedewasaan anal sudah bisa berkembang dalam hal memilih makanan yang enak.

        Sama halnya dengan kita sebagai orang dewasa, banyaknya pengalaman dan kejadian yang telah kita lewati harusnya membuat kita semakin dewasa dan bijak dalam bersikap. Semakin rumit suatu kejadian yang telah kita alami semoga itu bisa membentuk cara berpikir kita lebih  bijak lagi, lebih kalem, dan lebih tenang.

Aku pikir kalian yang sudah menginjak usia 20th keatas akan berpikir setiap ingin melakukan sesuatu, ya bukan? Iya karena sudah saatnya kita menggunakan akal dan pikiran kita agar bisa mempertimbangkan sesuatu, walaupun tingkat pemikiran orang berbeda-beda, namun dalam usia tersebut pasti sudah memiliki lumayan banyak pengalaman yang membuat diri lebih dewasa.

Namun, memang yaa, kedewasaan itu perlu di asah dan terus dikembangkan, kalau usia kita sudah lebih dari 20th, namun kita masih saja seperti kanak-kanak cara berpikir kita, ya mungkin itu saatnya kita harus mengasah tingkat kedewasaan kita ke tingkat yang lebih tinggi, dengan apa? Dengan mencoba mencari pengalaman-pengalaman tertentu yang dimana kita dituntut untuk menyelesaikan masalah dalam kejadian tersebut. It will grow our maturity. 

Apapun kejadian yang telah kalian hadapi, sepekik apapun itu, sesulit apapun itu, sesedih apapun itu, sehancur apapun itu, percayalah itu semua akan membuat dirimu lebih dewasa dalam menyikapi kehidupan. You have to remember that Allah always with you, don’t lose your hope from Allah, Allah is hearing your dua,  Allah is seeing your effort adn your sabr. Let Allah guides your direction. Remember! Everything is temporary, you will be shine again, you will be ok, again. It is because Allah will help you in any situation you face. No matter how mess you are, Allah still loves you more than you love yourselves.

 

Jangan sampai kita putus asa yaa, masih ada banyak hal yang perlu kita pelajari. Yuk sama sama perbaiki ibadah kita. love you guys from here.... 

Saturday, July 10, 2021

Durasi dan keberkahan~

        Setiap kita mempunyai durasi yang berbeda dalam segala hal, baik dalam konteks pencapaian, pembuktian, pengorbanan, perjuangan, bahkan kesuksesan dalam berkarir. Kita tidak bisa menyamaratakan  proses kesuksesan kita dengan orang lain. Boleh jadi proses kita lebih pendek dalam pencapaian kesuksesan, sehingga di waktu muda kita sudah bisa dikatakan sukses, namun berbeda dengan orang lain, mungkin mereka lebih panjang prosesnya, punnbisa sebaliknya, proses kita panjang dan proses orang lain lebih pendek. Allahualam.
        Tetapi hal yang tepenting dalam kesuksesan itu bukan berpusat pada prosesnya saja, namun keberkahannya juga. Proses lama dengan diimbangin keberkahan akan menjadi kesuksesan itu lebih lama dan akan akan membuat diri lebih bertumbuh dalam proses tersebut.

Lalu menurutmu kesuksesan menjadi berkah itu yang bagaimana?

    Menurutku kesuksesan  yang berkah adalah ketika kita bisa membuat orang lain tertular manfaatnya dari apa yang kita miliki.  Berkah itu ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain, bermanfaat bagi orang lain tidak hanya kita bisa memberikan uang kepada orang lain, tetapi ketika kita bisa menjadi tempat rujukan orang lain bertanya adalah hal lain yang disebut bermanfaat. Karena secara tidak langsung mereka percaya bahwa kita telah mempelajari ilmu tertentu yang dianggap lebih mengerti, oleh karena itu bermanfaat untuk orang lain tidak hanya berbentuk materi yaa, tetapi bisa berbentuk ilmu, waktu, tenaga, dan pikiran. Jadi kita yang sudah dewasa ini harus meluaskan pikiran agar tidak sempit mengartikan sebuah term tertentu.
       Okay dari sini kita sama-sama paham yaa, kalau kita mempunyai durasi yang berbeda dalam apapun di dunia ini, termasuk pencapaian kesuksesan. Dan keberkahan juga tidak kalah penting dari proses kesuksesan tersebut, disamping kita percaya kalau proses itu penting, kita juga harus tekankan bahwa keberkahan juga jauh lebih penting dari proses dan hasil kesuksesan.

 

Don’t worry about tomorrow, it will be fine.

Just do your best today.  Seenyou next😉😉😉

Thursday, April 15, 2021

Meredakan Ego


"Nanti kalau SMA di Jawa Tengah ya Bapak, SMA nya bagus banget itu."

"Aku nanti kuliahnya di luar negeri ya, buk."

"Oiya, nanti aku mau tamasya ke pulau ini ya, kak."

"Aku makan yang ini, aku lapar, kamu makan yang lain saja!"

"Aku mau kerja di pulau ini kayaknya menjanjikan."

Sering mengatakan demikian? Atau sering mendengar kalimat demikian dari seseorang?

Kalimat di atas adalah beberapa contoh kalimat yang mungkin sering di utarakan sebagian orang tetapi entah mereka sadar atau tidak ketika mereka sedang mengatakan kalimat tersebut mereka sedang memilih suatu pilihan dalam hidupnya.

Coba kalian baca lagi ya kalimat-kalimat diatas, kalau benar mereka sedang memilih suatu pilihan.

Eitss, lebih tepatnya aku pernah mengatakan kalimat demikian,


Aku percaya setiap hari kita sudah menentukan pilihan-pilihan yang bermacam-macam konteksnya.

Mulai dari hal dasar seperti menentukan tmpt sekolah, tempat liburan, tempat kerja dan lain-lain.
Kita anggap bahwa kadang pilihan itu sulit kita tentu kan, tapi kita tetap harus tentukan, ya kan?
Sama, aku juga merasakan demikian.

Yang kadang kita bersikukuh dengan pilihan kita, kita pikir pilihan tertentu itu sangat menyenangkan, dan sangat menjanjikan, tetapi orang tua melarang, ini hanya misalnya.

Sayangnya aku baru sadar, ada hal yang penting yang baru aku sadari dan perlu kita ingat setiap menentukan pilihan, yaitu "Meredakan Ego"

Kawan, memilih pilihan ternyata tidak melulu tentang menurut kebahagiaan kita, menurut kesenangan kita saja.

Ternyata, di setiap memilih dan menentukan pilihan diharapkan untuk meredakan ego sendiri.

Meredakan ego tidak berarti tidak menyanyangi diri sendiri dan tidak mengutamakan diri sendiri. Tidak kawan!

Disamping memilih yang terbaik versi kita, meredakan ego juga memberi ruang orang lain untuk berpendapat atas pilihan kita dan menghindarkan konflik.

Meredakan ego disaat memilih pilihan adalah memilih keputusan yang paling banyak manfaatnya dan kecil mudharatnya untuk diri sendiri dan orang sekitar, dan keputusan itu bisa kita terima.

Meredakan ego disaat memilih pilihan adalah memahami kondisi diri sendiri dan oang lain yang bersangkutan dengan pilihan tersebut, sehingga kita lebih memilih menerima daripada memberontak.

Meredakan ego berarti mengutamakan keputusan bersama dengan mempertimbangkan akibatnya, tidak melulu hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.

Meredakan ego juga berarti merelakan suatu hal yang  senangnya hanya kita nikmati sendiri tetapi orang lain tidak.

Meredakan ego pada akhirnya akan menentramkan hati dan pikiran, karena meredakan ego tidak hanya menerima takdir tetapi juga sadar bahwa kesenangan dunia itu memang sementara.

Selamat meredakan ego ya, Nin.

Thursday, April 8, 2021

Kejutan di bulan februari :)


Masih dalam cerita februari, ternyata Allah juga memberikan kejutan yang sangat special untukku. Disaat aku sakit dan keluargaku dalam kondisi duka sehingga aku tidak bisa mengerjakan thesisku dan sering absen jika bimbingan bersama teman-teman, ada kabar baik yang dikirim lewat pesan emailku, yaitu kabar dimana artikelku untuk syarat kelulusan akan terbit di bulan maret. Alhamdulillah, rasa syukur tak terhingga dan sujud syukur pastinya ketika aku mendengar kabar baik itu. Tak lupa aku juga mengabari kedua dosen pembimbingku yang selama revisi membantuku. Beliau semua juga ikut senang dan mengucapkan selamat. Kata salah satu dosen pembimbingku “selamat ya Nin, semoga atas diterimanya artikelmu bisa menjadi penyembuh sakitmu.”  Dan ku balas “aamiin”. Kedua dosen pembimbingku memang Allah takdirkan untuk membantuku dalam belajar bahasa Inggris. Semoga keduanya diberikan Allah kesehatan, keberkahan, dan kebaikan yang berlimpah di kehidupannya, pun semoga bahagia untuk dunia dan akhiratnya kelak. Aamiin

Sekali lagi sering aku mengingat kata ustad Salim yang bercerita dalam bukunya, ketika suatu kejadian itu datang kepada kita, kita tidak tahu itu ujian atau rahmat dari Allah. Pada akhirnya apa yang menimpa diri kita itulah yang terbaik untuk kita. Jika di sangkut pautkan dengan kehidupanku, mungkin di awal februari berat untukku, namun di akhir februari adalah rahmat dan karunia Allah. Karena untuk terbit di jurnal sinta 2 memang membutuhkan waktu yang lama, sejak bulan september 2020  aku submit artikelku ke jurnal, dan butuh proses selama enam bulan untuk bisa terbit, yaitu di bulan maret 2021. Bukankah semua ini atas ridho Allah swt dan pertolongannya hingga sampai aku bisa menerbitkan artikel di jurnal sinta 2? . iya, pastinya semua ini adalah pertolongan Allah SWT. 

Mungkin  untuk sebagian orang diterimanya sebuah artikel di jurnal sinta 2 adalah hal biasa saja, namun untuk ku yang belum pernah mempunyai pengalaman menerbitkan artikel di sinta 2, hal ini sangatlah bermakna dan menyenangkan untukku, alhamdulillah.  Tidak hanya untukku, untuk ibuku juga, beliau selalu berdoa semoga artikelku diterima di sinta 2. MasyaAllah tabarakallah, doa ibuku memang luar biasa dahsyatnya. Jadi jangan meremehkan doa ibu kita ya teman-teman.  

Dengan kabar baik diatas, sudah seharusnya aku berterima kasih kepada Allah, ucapan alhamdulillah juga harus ucapkan setiap hari. Ya Rabb, betapa baik nya Engkau kepada hambamu ini, semoga Engkau juga membantu teman-teman hamba yang sekarang sedang berjuang menyelesaikan artikelnya, Aamiin.

Dengan di terimanya artikelku di sinta, itu artinya semangat belajarku juga harus dipompa lebih lagi, because it’s just beginning. Ada banyak hal yang belum aku ketahui dan ilmu yang belum aku kuasai. Aku harus banyak-banyak membaca artikel, banyak-banyak menulis, sehingga kemampuan menulis dan membacaku meningkat. Semoga Allah mudahkan aku menuntut ilmu ini, dan semoga ilmu yang sudah aku dapatkan bermanfaat untuk semuanya. Aamiin

Jadi, teman-teman, jika kita diberikan Allah kemudahan di suatu hal itu artinya kita harus meningkatkan kemampuan kita di bidang itu, kita tidak boleh diam terlalu lama karena sudah diberikan kemudahan dan pencapaian, namun kita harus tetap belajar lagi dan lagi untuk mengasah kemampuan kita. semangat ya untuk kita semua yang menggeluti bidang kita masing-masing. We have to remember that Allah creates us with a purpose. Kita punya tujuan dihidupkan di dunia ini, yaitu seperti yang telah di sampaikan oleh Ustadzah Yasmine Mogahed bahwa tugas kita di dunia telah dituliskan di Al-Qur’an ayat 56, surat Az-Dzariyat : Wama khalaqtul jinna waal insa illa liya’ buduun, yang artinya  “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Ustazah Yasmine mengatakan bahwa beribadah itu mempunyai konsep yang konprehensive dalam islam. Sehingga  bisa kita katakan bahwa menuntut ilmu juga termasuk ibadah. Semua aktivitas kita sehari-hari kita harus niatkan untuk ibadah. Apa yang aku tulis sebelumnya adalh bentuk pengingat diri sendiri bahwa aku juga masih berusaha untuk memperbaiki ibadah dan meniatkan segala sesuatu untuk ibadah kepada Allah.

Ayo kita bersama-sama bersemangat untuk beribadah kepada Nya ya. Semoga apa yang aku tuliskan diatas bisa bernilai ibadah juga, semoga kalian yang membaca tulisan ini bisa mengambil hikmahnya. Aamiin

 

bulan ramadhan akan datang :)

Ramadhan akan segera datang, apakah kalian sudah mempersiapkan untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini? Aku harap kalian sudah mempersiapkannya ya, salah satunya mempersiapkan diri untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan, semoga kita semua diberikan kekuatan Allah untuk menjalani puasa ya, semoga juga kita akan bertemu di hari fitri nanti. Aamiin.

Oiya, apa kalian menyambut Ramadhan tahun ini berbeda dengan ramadhan tahun kemarin? Kalau kalian tanya ke aku, aku pasti menjawab “iya, bulan ramadhan ini berbeda dengan ramadhan tahun lalu.” . Apa nin? Okay, aku akan cerita dibawah ya.

Yang berbeda adalah keluargaku kehilangan satu anggota keluarga. Hampir dua bulan ini keluarga kami sudah di tinggal kakekku. Jika kalian sudah membaca postingan blogku di bulan januari, pasti kalian sudah tahu awal ceritanya. Karena Allah sangat cinta kepada kakek, bulan februari kemarin beliau sudah menghadap ke rahmatullah. Sehingga salah satu faktor kenapa bulan februari akhir dan maret aku tidak posting tulisan di blog adalah karena kami sekeluarga sedang berduka. Mengalami kondisi yang sedang kehilangan seseorang yang sangat kami cintai itu sangatlah berat sebenarnya, tetapi kami yakin, orang yang kami cintai sudah lebih baik di alam selanjutnya, oleh sebab itu, kami sekeluarga harus ikhlas melepas kepergian kakekku. Namun, membutuhkan waktu untuk pulih kembali menjalani kehidupan, karena kehidupan ini masih tetap berputar, tugas kita adalah memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Alhamdulillah, kami sekeluarga dapat melewati ujian di bulan februari kemarin karena pertolongan Allah. Bulan februari adalah bulan yang paling berat, menangis, sesak di dada karena kepergian kakek, tanpa ada pertolongan-Nya mungkin kami masih larut dalam kesedihan, namun dibulan april ini, kami sudah menjalani kehidupan seperti biasa. Aku minta doanya ya teman-teman, semoga kakekku ditempatkan disisi Allah, mohon kiriman al-fatihahnya ya untuk beliau. Semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT. Aamiin.

Di bulan februari kemarin, tidak hanya kakekku saja yang sakit, kami sekeluarga juga terjangkit penyakit cikungunya, sehingga kami bergantian menjaga kakek di rumah sakit.  Bagiku, terjangkit cikungunya adalah penyakit yang sangat menyakitkan, badanku tidak bisa digerakan terlalu keras, nyeri sendi di sekujur tubuh, dan tidak bisa jalan karena merasakan nyeri sendi yang sangat dahsyat. Sehingga sholat pun harus tayamum dan duduk di atas kasur. Iya, bulan februari bulan yang berat untuk kami, tetapi Allah sangat sayang kepada kami, Allah pasti memberikan hikmah di balik ujian ini.  Dengan adanya ujian kematian ini, aku lebih sadar dan mawas diri bahwa Allah akan memanggil kita sewaktu-waktu, tetapi Allah sudah menentukan kapan waktu itu dan waktu itu adalah waktu yang tepat untuk kita kembali kepada Nya.

Kematian juga memberikan pelajaran banyak untuk aku, semoga kita semua juga bisa mengambil pelajaran, bahwa kematian itu pasti akan datang pada saatnya. Oleh karena itu, haruslah kita persiapkan sedini mungkin. Semoga kematian kita adalah kematian yang memiliki alur indah, yang mana Allah mengatur dan menatanya dengan rapi, salah satunya adalah keluarga kita sudah siap untuk kehilangan kita. namun, insyaAllah kita semua akan dipertemukan di surga dengan bahagia. Aamiin Yarobbal’alamin

Bicara tentang kematian, kita harus percaya bahwa yang menjadi teman kita kelak adalah ibadah kita yang lakukan selama di dunia. Oleh sebab itu, ayo kita saling mengingatkan untuk mempersiapkan bekal sejak dini.  Semoga Allah mengizinkan kita semua meninggal dengan keadaan husnul khotimah ya. Aamiin Yarobba’alamin

Tulisan malam ini diakhiri oleh nasehat dari Ustad Oemar Mita yang mengatakan bahwa “kematian seseorang itu bukanlah perpisahan dengan orang tersebut, melainkan kematian adalah saat dimana seseorang sudah waktunya berangkat ke tujuan, yang mana kita mempunyai jadwal keberangkatan yang berbeda dengan orang telah meninggal lebih dahulu, kita menunggu giliran jadwal saja.”