Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Saturday, July 30, 2022

Bertemu kalian bukanlah kebetulan

 “Miss Nanin, saya nggak pernah cerita sama siapa-siapa selama ini, baru kali ini cerita sama guru.”  Kata siswa 1.

“Bu…. (sambil menangis)…. Saya belum pernah cerita siapa-siapa, semua saya pendam sendiri, rasanya berat bu…” Ucap siswa 2, sambil menangis mengusap air matanya.

Di waktu yang berbeda aku ucapkan kepada mereka,

“Kamu hebat Nak, kamu sudah bisa bertahan sampai detik ini, ini artinya kamu berhasil melewati banyaknya rintangan selama ini, kamu anak yang kuat, sini saya peluk.” Ujarku kepada siswa yang banyak menanggung kesedihan.

 

Ya Rabb, mungkin ini salah satu alasan kenapa Engkau saat ini tempatkan aku disini. Mungkin ini alasan terbesar mengapa izinkan dan ridhoi aku disini. Aku percaya Engkau menunjukku karena Engkau mampukan aku untuk membersamai mereka yang dalam keadaan terpuruk, keaadaan yang mungkin bisa membuat mereka sangat putus asa dalam kehidupan ini.

Ya Rabb, mungkin aku belum mempunyai banyak ilmu tentang bagaimana mengarahkan mereka, membersamai mereka yang tepuruk. Namun, aku sangat percaya Engkau selalu membersamaiku, aku mohon Ya Allah, mampukanlah aku untuk memberikan mereka harapan-harapan baik darimu. Mengenalkan bagaimana kasih sayangmu yang sangat besar kepada mereka.

Ya Rabb, peluklah mereka yang memperlukan pelukanmu, peluklah mereka yang sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Aku tahu mereka Engkau pilih karena mereka adalah manusia-manusia pilihanmu, dengan umur yang masih belia dia harus menerima hal-hal yang semestinya tidak mereka dapatkan. Aku tahu Ya Rabb, Engkau akan balas semua kesabaran mereka.

Disini, aku banyak belajar bagaimana sisi-sisi kehidupan ini berjalan. Disini, aku belajar bagaimana membuat mereka lebih bahagia dari sebelumnya. Disini, aku  belajar bagaimana keluarga mempunyai peran penting dalam segala aspek kehidupan. Disini, aku  belajar bahwa hidup tidak melulu soal materi. Not at all. Disini, aku belajar bagaimana emphaty should be given for all people around you.

Sabar ya Nak, ibu akan selalu belajar bagaimana selalu membuat kalian tetap dalam keadaan bersemangat, mencari cara terbaik untuk kalian semua, jangan putus asa ya. Kalian hebat, kalian kuat, kalian akan tumbuh lebih kokoh dan lebih mandiri.

Sampai jumpa dipertemuan selanjutnya anak-anakku yang baik.



Love,

Miss Nanin

Friday, July 22, 2022

Tolak Ukur Syukur


 


Ketika kita mendapatakn ujian, musibah, ataupun kesedihan lainnya, maupun kesenangan, kegembiraan, dan kebahagian lainnya, yang perlu kita ingat saat itu adalah tolak ukur yang mana yang kita pilih.

Yang kita pilih tolak ukur syukur dunia atau tolak ukur syukur akhirat?

Terkadang kita terfokus pada tolak ukur syukur dunia saja, seperti

kita berandai-andai kalau kita punya uang banyak pasti kita akan lebih bahagia,

kita berandai-andai kalau kita punya mobil mewah kita akan senang tingkat dewa,

kita berandai-andai kalau kita punya barang-barang mahal kita akan gembira ria

dan lain-lain contohnya

masih seperti itu kah kita terkadang?

aku akui memang aku pernah di posisi demikian, dan mungkin terkadang masih demikian, karena memang tolak ukur syukurnya hanya terfokus pada tolak ukur syukur dunia. Dimana tolak ukur syukur pada dunia hanya membuat diri resah, tidak tenang, dan selalu merasa kurang dengan apa yang dimiliki saat ini. Semisal saja, kalau tolak syukur kita hanya berfokus pada banyaknya uang yang kita miliki, maka setelah kita menghabiskan uang hati kita mungkin tidak akan tenang dan damai karena uang kita habis.

Sebaik-baiknya tolak ukur syukur kita adalah tolak ukur syukur akhirat. Tolak ukur syukur kita perlu kita perbaiki arahnya, arahkan dan fokuskan kepada tolak ukur syukur keakhiratan. Seperti sesederhana bersyukur masih diberikan nafas yang panjang disetiap harinya untuk beribadah, menerima apa yang saat ini kita terima, menambah kekuatan iman kita, menambah ibadah kita, adalah hal-hal yang perlu kita fokuskan.

Tolak ukur syukur akhirat adalah bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita

Tolak ukur syukur akhirat  adalah bertambahnya ibadah kita kepada Allah

Tolak ukur syukur akhirat adalah bertambahnya kesabaran menghadapi setiap ujian.

Tolak ukur syukur akhirat adalah menerima apa yang telah Allah berikan saat ini

 

Mari bersama beralih kepada tolak ukur syukur akhirat, karena tolak syukur dunia memang tidak ada habisnya, dan itu hanyalah sementara.

 

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Q.S. Ibrahim : 7)

 

Monday, July 4, 2022

Sedih

 Sedihhh

 

Hati itu berubah-ubah

Pagi hari bisa senang sore hari bisa sedih

Hari ini, mungkin banyak hal baru yang harus aku lewati

Bertemu dengan orang baru,

Bertemu dengan kondisi baru,

Bertemu dengan lingkungan baru,

Yang perlu kesiapan jiwa..

 

Aku harap di saat aku sedih, orang-orang yang selalu ada buat aku tidaklah hilang

Orang-orang yang sering menghubungiku tidaklah pudar dan melupakanku

Aku butuh, butuh selalu support system untuk menguatkan jiwa dan ragaku

Aku sungguh tidak ingin melupakan mereka yang selalu ada untuku

Ya Rabb, kuatkan hati ini jika engkau meridhoi semua ini…


aku tahu sedih itu tak selamanya ada,

sedih itu adalah keadaan sementara

yang bisa jadi beberapa menit kemudian adalah kebahagiaan

kita tidak tahu bagaimana masa depan kita

telanlah kesedihan ini, rasakan, dan itu tidak akan selamanya, 

banyak dzikir dan mendoakan orang lain

Saturday, June 25, 2022

if

“If you get tired, learn to rest, not to quit." ~Banksy

Thursday, June 16, 2022

Jejak Kebaikan



Hari-hari ini dunia masih disibukkan oleh kebaikan-kebaikan Emmeril Khan Mumtadz yang tidak ada habisnya untuk diperbincangkan, mulai dari bagaimana dia membantu orang-orang yang ingin menyebrang dijalan yang sangat padat padahal dia sendiri tujuannya bukan menyebrang tapi dia bersemangat untuk membantu saudara-saudaranya untuk melintasi jalanan padat, membelikan sepatu special  dari luar negeri untuk pak satpam yang sangat akrab dengan dia, membelikan baju anak-anak yatim dan banyak lagi kebaikan-kebaikan yang menjadikan jejak-jejaknya tidak terhapus walaupun raganya sudah tidak ada.

Kebaikan itu ada nyatanya, dan kebaikan itu sekarang menjelma menjadi untaian-untain doa untuk Eril yang setiap saat dipanjatkan, kebaikan itu sekarang menjadi deretan pelajaran yang sangat berguna bagi kita semua yang masih ada di dunia. MasyaAllah, walaupun aku tidak kenal sama sekali dengan dia, namun kebaikannya sungguh menjadikan inspirasi untuk melanjutkan kehidupan yang fana ini. Eril, kebaikanmu telah berbuah manis, kau menjadi inspirasi kami yang masih gagap melakukan kebaikan disetiap harinya.

Cerita Eril mengingatkanku pada sosok yang telah aku kenal kurang lebih dua tahun lalu, ia adalah mbak Navila, walaupun aku juga belum pernah bertemu langsung dengan mbak Navila, kami sempat berbincang-bincang lewat WA, walaupun perbincangan kami hanya terbatas, namun perbincangan itu sangatlah penuh manfaat.

Mbak Navila, adalah sosok yang sangat baik, super baik. Berawal dari mengikuti seminar kepemudaan dalam bidang bahasa inggris, dia merupakan salah satu pembicaranya, masyaAllah saat itu aku sangat terpesona dengan segala prestasi yang diraihnya, hingga suatu saat aku memberanikan diri untuk memperkenalkan diri kepadanya melalui chat personal, dan aku disambut dengan ramah olehnya.

Aku bahagia bisa berkenalan dengan Mbak Navila, karena dia mempunyai pengalaman study yang sangat luas. Karena bidang study yang Mbak Navila tekuni serumpun dengan study yang aku ambil, sehingga ketika aku kebingungan dalam persolaan perkuliahan yang sedang aku tempuh salah satu orang yang aku jadikan acuan untuk bertanya saat itu adalah mbak navila, mulai dari dunia perjunalan, penelitian, dll. MasyaAllahnya mbk Navila menjawab seluruh pertanyaanku dengan detail,  bagaimana dia menjawab pertanyaanku sangatlah tulus dan tidak merasa terganggu.  Itu membuat aku sangat terbantu. Mbak Navila sangat baik hatinya.

Tidak hanya itu, kami berlanjut komunikasi dilain hal. Mbak Navila sering posting story WA tentang ceramah ustad, memotivasi orang lain, dan juga kadang tentang aktivitasnya, sehingga kami terkadang berkomentar satu sama lain mengenai hal tersebut, hal itu mungkin sepele, namun aku merasa setiap berbincang dengan mbk navila walupun hanya via chat, pasti ada hikmah dan pelajaran. Salah satunya adalah kita membahas tentang REZEKI, mbak navila berpesan kalau rezeki untuk kit aitu sudah ada porsinya, tinggal bagaimana kita menyikapi, dia tidak ambisi untuk mendapatkan penghasilan berapa yang penting kebarokahannya, namun dia tekankan bahwa mensyukuri setiap rezeki yang Allah berikan itu sangatlah penting. MasyaAllah, Mbak Navila sangat arif dan bijaksana.

Hingga suatu ketika, aku meminta bantuan dia dan dia berkata “Nin, kayaknya aku baru bisa bantu besok siang gitu karena paginya ada jadwal ngaji” tulis mbk navila dengan emoticon yang mewakili hatinya.

Dari situ aku merenung sejak dan tertakjub dengan kata-kata tersebut. Mbak Navila yang super sibuk dengan segala aktivitasnya, masih bisa menjadwalkan ngaji rutin. Apa kabar aku? MasyaAllah Mbak Navila tidak hanya baik hatinya, arif dan bijaksana, namun dia adalah perempuan yang sholihah, yang mementingkan akhiratnya daripada dunia. Terima kasih ya mbak sudah mengingatkan diri ini. Sesibuk apapun kita pada dunia, akhirat itu jauh lebih penting.  

Perbincangan yang pendek dengan mbak Navila membuatku sadar pentingnya membagi waktu untuk dunia dan untuk akhirat, pentingnya untuk mencari ilmu agama untuk bekal kehidupan.

Hingga akhirnya suatu ketika mendapat kabar bahwa mbk Navila telah dipanggil Allah.

Mbak Navila…….. aku bersaksi kamu adalah orang baik mbak, semoga mbak Navila tenang disisi Allah, InsyaAllah surga sebaik-baiknya Mbak Navila ditempatkan, Aamiin. Sekali lagi terima kasih mbak atas ilmu-ilmu yang mbak berikan kepadaku, kebaikanmu selalu terkenang selalu.

Semoga jejak kebaikan Emmeril dan Mbak Navila menular kepada kita semua, menggerakkan hati dan nurani kita untuk selalu menanamkan benih-benih kebaikan kepada seluruh makhluk-Nya selama di dunia.

 

 

Monday, June 13, 2022

Sayangnya Allah

Sayangnya Allah

 

Saat kamu sakit, Allah hadirkan orang-orang terkasih untuk merawatmu

Saat kamu terpuruk, Allah hadirkan orang-orang terkasih untuk menerimamu

Saat kamu tidak percaya pada dirimu sendiri, Allah hadirkan orang-orang terkasih mempercayaimu tanpa pertanyaan

Saat kamu tidak dihargai orang-orang, Allah hadirkan orang-orang terkasih yang selalu bangga akan kehadiranmu

Saat kamu sudah kehilangan harapan, Allah hadirkan orang-orang yang bisa buatmu bangkit

Orang-orang terkasih itu tidak lain adalah bentuk malaikat-malaikat tak bersayap untuk menguatkanmu menempuh perjalanan hidup ini

Orang-orang terkasih itu adalah orang tuamu, dan orang-orang yang sengaja Allah kirimkan kepadamu

Namun, jika orang-orang itu sebagian belum Allah hadirkan untukmu, tapi sebagian sudah Allah hadirkan kan?

Tidak apa-apa,

sabarlah…

Sabar ya, pasti segera Allah hadirkan…

Percayalah, Allah tidak akan membiarkan kamu berlama-lama dalam kesedihan, karena semua keadaan itu hanyalah sementara, ada harapan-harapan baik dan kejutan-kejutan baik yang sudah Allah persiapkan untukmu,

Ingat-ingat ya, betapa banyak Allah telah menolong kamu sampai detik ini,

ingat-ingat betul ya, ingat kejadian kebelakang, hal-hal yang telah kamu lalui, kerasnya hidup yang telah kamu jalani, namun kamu bisa melalui, itu artinya begitu sayangnya ya Allah ke kamu, merawat kamu, menerima kamu, dan selalu memberikan pertolongan kepada kamu

Allah sayang kepadamu melebihi sayangnya seorang ibu kepada anaknya, terus berharap kepada Allah ya, jangan ke yang lain, kamu punya Allah, yang Maha Segalanya.

 

 

Wednesday, May 25, 2022

Strong from home

Tidak terasa ya, hari ini tiba-tiba saja waktu sudah menunjukkan pukul 16.22. Itu artinya waktunya rehat sejenak, untuk mandi dan beribadah sholat ashar. Hari ini aku merasakan beberapa suntikan baru tentang ilmu parenting Ayah Edy, dimana di hari-hari sebelumnya sempat aku cuekin buku kedua ayah Edy yang aku punya, namun sekarang tiba-tiba saja sudah sampai di Curhat-90 dari 100 curhat persoalan sehari-hari orang tua yang tidak ada jawabannya di kamus manapun. Yey, alhamdulillah, banyak hal yang telah masuk di otak hari ini, semoga apa yang telah aku baca membuat aku sadar dan semoga bisa mempraktikannya dikemudian hari.

Kalau teman-teman tertarik dengan tulisan Ayah Edy, bisa kok langsung pesan buku-bukunya dari kontak yang ada di facebook Ayah Edi, silakan search saja di google ya. Ada buku-buku berharga yang Ayah Edy berikan kepada keluarga-keluarga Indonesia pada khususnya, aku suka sekali semboyan beliau “Indonesia strong from home” itu artinya pendidikan terbaik memang harus diberikan dari rumah. Oleh karena itu sebagai calon-calon orang tua yang hebat, kita semua harus mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua yang bisa membersamai anak dari kecil sampai dia dewasa.

Banyak sekali pesan yang telah disampaikan Ayah Edy dalam bukunya, inginku sih suatu saat bisa mereview lewat channel youtube aku, I wish I can do it sehingga apa yang telah aku baca bisa aku simpulkan dan bisa menjadi referensi orang-orang diluar sana dari parenting Ayah Edy. Yang aku ingat betul salah satu quotes yang di kutip dalam buku Ayah Edy adalah

“cara terbaik agar anak suka di rumah adalah membuat atmosfer menyenangkan dan melepaskan kejenuhan di rumah.” Dorothy Parker (penyair, penulis novel, kritikus).

Dari situ bis akita simpulkan bahwa, salah satu tugas utama orang tua adalah membuat anak betah, nyaman, dan aman di rumah, sehingga dia tidak mencari pelarian diluar rumah.

Semoga kita semua menjadi orang tua yang bisa bertanggung jawab atas kehadiran anak-anak kita kelak. Aamin