Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Tuesday, April 12, 2016

Dirimu, pahamilah dirimu..

Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan Allah . jika kau yakin bahwa kuasanya-Nya besar. Kuasa-Nya akan membawamu kedalam tempata yang damai. Yakinlah.. itu akan terjadi pada dirimu. Allah melihat segala usahamu yang mungkin tak dilihat oleh orang lain. Tapi.. dirimulah yang bisa menentukan semua arah jalan hidupmu, karena engkaulah yang mengemudi harimu, jangan sampai lalai, jangan sampai terlena oleh waktu yang kejam...
Karena kau sudah dewasa, mencobalah berpikir keras dan berpikir kemasa depan. Arah apa yang akan engkau tempuh untuk mencapai kehidupan yang baik. Rancanglah hari ini juga semua hari-hari baik itu. tak perlu memikirkan kata-kata buruk orang lain, dirimulah yang tahu akan dirimu sendiri.
Karena kau sudah dewasa, bersikaplah tenang, tanpa terburu-buru. Bersikaplah yang semestinya orang dewasa bersikap. Sudah kurangi sikap kecilmu yang biasanya merengek, dan sering mengeluh tanpa berpikiran bahwa keluh kesahmu pada orang lain akan menambah orang lain gelisah dengan dirimu. Tetaplah tenang, karena jiwa yang tenang akan membawa pikiran jernih mengalir, tenang dengan dzikirmu. Itulah ketenangan sesungguhnya.
Karena kau sudah dewasa, bersikaplah yang baik. Jangan permainkan apapun.
Karena kau sudah dewasa, sudah waktunya menjadi diri yang dinanti oleh orang-orang dewasa. Karena mereka menanti kaulah menjadi pengganti orang dewasa selanjutnya. Selamat menjadi dewasa. Semoga Allah memudahkan jalanmu menuju cahaya-Nya.

#nasehatuntukku #nasihatidirisendiri #nasihatbaik #nasihatnyahrusngena #brubahjadibaik #cintaidirimu 

Diselubung benak..


Dipagi yang semakin pupus dengan harapan yang ada, ku terselip benak untuk mendoakanmu. Ku hanya berlintas didepanmu saat itu. indah, kurasa.. namun sedih melihatnya.
Ku hanya berlintas saja....

Bayangan yang tiba-tiba saja datang, bayangan yang biasanya kumimpikan. Dan itu semua hanya mimpi dan tak pernah menjadi kenyataan. Biarlah, ku mencoba untuk memahami waktu yang semakin menusuk raga. Semakin tak karuan harus ku lawan.

Ku hanya berlintas saja...

Ku tak kenal dirimu, pun sebaliknya. Kau tak kenal diriku. Entah apa yang membuat hati terpaut, biarkan indah ku rasa dan tak ada seorangpun yan tah semua rahasia. Kecuali Ia sang maha tahu rahasia hati.

Ku hanya berlintas saja...

Ya begitu sajaa.. selamanya. Dan tak aapa. Hingga tahu semua waktu yang akan menjawab pertanyaan yang ada. Yang mungkin bisa jadi hadir dalam nuansa lain, ataupun tak hadir sama sekali. Allahualam.

Ku hanya berlintas saja..

Dari kejauhan saja, dan tak mau aku mendekat... aah... lupakan segala yang ada, ini hanya sebuah rasa yang tak punya rasa. Pudar untuk dinikmati. Tak tahu arah untuk dituju. Hingga diri bertindak untuk selalu mengarah kepada takdir-Nya. Yang kuyakin lebih indah dari semuanya.
Dan kuhanya melintas saja dihadapanmu wahai seorang yang menginspirasiku. Itu saja. Dan ku tak mau melebihkannya. Karena kita berbeda untuk mencapai sebuah tujuan. Ku hanya menanti takdir terbaik-Nya. Ada yang lebih darimu ataupun sebaliknya. ku harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dan serapi mungkin denganya. Dan ku harap ku tak mengenal dirimu untuk selamanya. Biarlah orang lain yang akan mengisinya.

Haiii hati yang sedang pilu. Tenanglah. Kau hanya melintas saja kan? Dia juga hanya melintas saja. Tunggu saatnya untuk melintas bersama-sama walapun tak bersama dia tetapi bersama ridho-Nya.

Tuesday, March 8, 2016

Kebodohan



Apa dayanya sebuah diri tak mempunyai sebuah kecakapan, tak mempunyai sebuah prinsip, dan tak mempunyai suatu ilmu yang bermanfaat untuk dirinya. 

Ohh Ya Robb...

Ketika itulah yang aku rasakan, ketika itulah aku seperti orang yag tak berguna, ketika itulah aku merasa yang terbodoh diantaranya.
Yaitu, ketika aku berada diantara orangorang yang sudah cakap dengan ahlinya, dalam ilmunya, sudah pintar, cekatan, cerdas, kritis, dan lain sebagainya. Padahal, seharusnya aku juga harus mempunyai hal yang mereka punyai juga.
Tarik nafaas dan aku keluarkan, berdzikir meminta kekuatan-Nya.

Apa kau pernah merasakan demikian?

Apa dayanya diri ini jika tak mempunyai ilmu yang banyak,
Apa dayanya diri ini jika sudah tergerus oleh pendapat-pendapat yang harus kokoh disepakati,
Dan apa dayanya diri ini mempunyai pendapat tanpa bisa menyakinkan mereka.
Mungkin memang pendapat itu harus perlu dibuktikan, dan harus perlu adanya power untuk bisa meyakinkan orang lain.

Ooh Ya Robb...

Ini ya rasanya dikelilingi orang-orang yang pintar akan ilmunya, berusaha mengkokohkan pendapatnya, dan ketika aku tak punya ide untuk menambahnya, apadanya diri hanya terdiam mendengarkan mereka yang bertukar ide. Karena ide-ide itu memang datag dari kekuasaan Allah semata.

Apa kau pernah merasakan demikian??

Tak perlu cemas, hanya perlu tingkatkan ikhtiar, tak perlu sedih, hanya perlu lupakan kesalahan dan perbaikilah semua hal yang menurut mereka lucu dan nyleneh.

Tetap dalam kondisi dalam keataatan kepada Allah, InsyaAllah dipermudahkan-Nya, karena ide-ide ilmu-ilmu, pendapat-pendapat, datangnya semua dari sumbernya pembuat otak, dari Allah Swt. Diri hanya perlu perluas wawasan, banyakin baca, banyakin gunakan waktu yang baik, jangan menyerah ya wahai diri.

Memang beda itu lebih asyik...

Tetapi inggat, ketika kau merasa bodoh, itu berarti kau harus perlu belajar banyak dari semua arah. 

Maka, BELAJARLAH.

Boleh jadi mereka sekarang sering menertawakan kebodohanmu , jangan risau, boleh jadi dimasa yang akan datang, mereka akan menepuki mu dengan tepukan yang keras karena mereka menjadi penontonmu . Berdoalah,Bersabarlah dan terus Belajar.


Semangat Anak muda J

Sunday, February 28, 2016

Ketika kau tak menyadari...



                 Bahwa apa-apa yang telah kita doakan akan tertulis dilangit dengan rapi, jikalau kita bisa menembus pandangan itu, pasti berjuta-juta doa yang telah dipanjatkan setiap hamba yang berdoa di muka bumi ini. Betapa dasyatnya, betapa indah dan sungguh menangjup kan?
Jika langit berubah menjadi tulisan-tulisan doa para makhluk yang ada dibumi ini? 
Betapa syukur yang selalu terucap jika salah satu diantara doa itu terpampang jelas di langit dan semakin besar tulisan itu hingga penghuni bumipun seluasa untuk membacanya. Itu pertanda doanya akan terkabul? Bukan kah bisa kita analogikan seperti itu? semakin banyak kita berdoa, dan selalu memanjatkan doa, semakin jelas dan besar pula tulisan doa dilangit biru. 
Apakah kau bisa membayangkan? 

Ya... 

          Doa-doa baik akan kembali ke jiwa yang baik, Allah tak tidur memang, Allah selalu mendengar keluh kesah hamba-Nya setiap harinya tanpa ada rasa malas, kesal ataupun lelah. Allah hanya hamba-Nya lah yang mempunyai sifat yang demikian. Yang kadang sering mengeluh, sering berputus asa, kurang semangat, dan kadang diberikan nikmat lupa juga untuk bersyukur. Astagfirullahaladzim...

“Sesungguhnya aku ingin berada dalam lingkaran orang-orang yang sholih sholikhah.”

Aku pernah berdoa, bahwa aku kepingin jadi orang seperti itu, pengen banget, sampai aku selalu berdoa saat-saat itu, begitu cerdiknya orang itu, sehingga dibenak terlintas doa, “Oh Allah, I wanna be like that one.” 

Seiiring dengan berjalannya waktu aku terus perbaiki diri, berusaha mencari ilmu yang bermanfaat bukan hanya aja untuk diriku, akan tetapi  untuk orang lain disekitarnya. Allah pasti tahu dan secara tidak sadar aku dituntun untuk menjadi seorang yang aku mau dengan cara baiknya. Secara tidak sadar aku dituntun Allah untuk mencoba mempelajari dan terus mengasah diri, agar aku bisa menjadi seorang yang ingin tiru.

Dan sekarang, ku mulai sadar bahwa....
Apa yang aku kerjakan selama ini menuju dalam kesuksesan aku, menuju diri yang lebih baik lagi. Bahkan, aku merasakan bahwa Allah menjadikan aku diri yang lebih baik dari seorang yang ingin aku tiru tadi. Masyaallah...
Aku tersadar, bahwa usaha-usaha yang kadang aku anggap berat itu menjadi jalan yang harus aku lalui untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. 
Bahwasaanya, Allah menguji setiap makhluknya untuk naik ke level tingkat atas. 

Alhamdulillah, aku memulai dengan berdoa dan Allah menuntunku lahan-perlahan dan akhirnya aku mendapatakan apa yang aku inginkan. Puji syukur Tuhan semesta alam.
Jangan sampai kita tak sadar bahwa, aku sedang membantu kita unrtuk mencapai tujuan yang kita dambakan. Mungkin terkadang kita tak menginginkan  terjadi dalam hidup kita, namun, percayalah, Allah menggantikannya dengan yang lebih baik lagi.

“Barangkali sesuatu ditunda karena hendak disempurnakan. Dibatalkan karena hendak diganti yang utama. Ditolak karena dinanti yang lebih baik.”  Ust. Salim A.Fillah

Yang perlu kita yakinkan adalah diri sendiri. Untuk menjadi yang baik, kita perlu kerja ekstra dan harus kreatif dalam menjalankan sesuatu apapun.

Semangat . Salam anak muda. 

Monday, February 22, 2016

Rahmat-Mu..



Rahmat-Nya...


Assalamu’alaikum sahabat setia pembaca blog, akhirnya sekian lamaa diri ini jauh dari keyboard laptop, ku mencoba bersentuhan kembali dengan kotak-kotak kecil yang bertulis adjad diatasnya.
Bagaimana? Apakah masih semangat dan ceria? Hahay.... selalu dong ya..
Kali ini aku akan sedikit menulis tentang rahmat-rahmat Allah yang diberikan dikehidupanku, mungkin bisa jadi inspirasi atau apapun yang positif untuk kalian, ya moga aja bermanfaat. Hhehe


Yuk simak dibawah. Konsentrasi ya.. selamat membaca 


Baru-baru ini memang Allah hadirkan hari-hari yang sangat berpengaruh untukku di kehidupan ini, Allah berikan warna-warna yang mungkin tak ku bayangkan sebelumnya. Berawal dari semester satu hingga saat ini, ku mencoba terus mendekati Allah, mencari rhido-Nya. Ya memang itu intinya, hingga rahmat-rahmatnya satu per satu di turunkan untuk ku dan keluargaku. Alhamdulillah, puji syukur bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Rahmat itu berupa kasih sayang, Allah memberikan kasih sayangnya melalui banyak cara. Dari orang tua kita, dari teman kita, bahkan dari orang yang sebelumnya belum kita kenalpun bisa Allah hadirkan melaluinya. Kasih sayang orang tuaku sungguh bagaikan bumi dan langit, sangatlah luas. Secara, orang tua mana yang tak sayang dengan anaknya. Mungkin bukan hanya aku saja, kalian pasti juga selalu diberikan kasih sayang yang lebih dari kedua orang tau kalian, sampai sedewasa ini, sampai bisa bepikir bahwa kasih sayang orang tua merupakan cahaya yang menyinari kehidupan kita, sangat terang. Ku bedoa, agar kita selalu diberikan jalan untuk bisa berbakti pada kedua orang tua kita. 

Bagaimana aku tak tunduk pada Allah? Sedangkan Dia selalu memberikan kasih sayangnya padaku, memberikan petunjuk atas segala yang ada didunia. Bagaimana aku tak resah? Ketika aku berbuat maksiat, sedangkan Allah selalu melihat tingkah ku. “Aku berlindung pada Allah, Tuhan semesta alam. 

Yang bisa merasakan kasih sayang yaitu diri kita, jiwa kita, yang terkadang sulit untuk menguraikannya dalam bentuk kata-kata. Perlunya belajar untuk bisa menterjemahkan semua bentuk kasih sayang-Nya. Bagaimana aku tak bersyukur pada-Nya? Atas semua yang diberikan.
Kalau kita mau berpikir, semua makhluk-Nya sudah diberikan rahmat yang indah dari Allah. Hanya saja berbeda kadarnya, seberapa besar, seberapa mengena di hati, seberapa pentingnya dan seberapa indahnya rahmat itu, tergantung tiap jiwa yang menilainya. Sungguh, Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyanyang. 


Barangkali, diri sendiri yang belum pandai mengartikan sebuah rahmat-rahmat itu, hingga terkadang kita lupa bersyukur, menerima pemberian-Nya dengan ikhlas. Atas semua itu, disini ilmu berperan, disini pemikiran dibutuhkan. Kita dituntut untuk bepikir atas semua rahmat yang diberikan Allah agar kita pandai bersyukur kepada-Nya. Sehingga kita sadar tak ada yang pantas sesuatu itu  disembah kecuali Allah saja. Allahukbar.


Sekilas melintas di pikiran, aku teringat nasehat Ustad Yusuf Mansur dalam kajiannya tentang pergi ke masjid, bahwa diberikan saran darinya setiap kali masuk masjid, berarti kita masuk rumah Allah, maka berdoalah sebelum memasukinya, yang mana doa itu paling tidak berbunyi “ Ya Allah berikanlah untukku rahmat-rahmat-Mu.” Begitu banyak rahmat yang Allah punyai, mari berdoa agar salah satu rahmat-Nya di tujukan untuk kita agar hidup kita penuh dengan keberkahan.


Rahmat itu berupa tanggung jawab, kini juga dihadirkan dalam kehidupanku. Aku memaknai tanggung jawab yang aku emban sekarang adalah sebuah rahmat-Nya. Aku mengartikan bahwa Allah mempercayai aku untuk melakukan tugas ini, Allah mempercayai aku untuk mengambil kesempatan ini. Awalnya, aku sempat bingung. Namun, kebingungan itu tertindas oleh orang-orang yang baik yang selalu mengsupport aku. Ya, beliau selalu mengajarkanku betapa pentingnya bergerak itu, tidak diam saja, beliau memberikan dampak yang kuat dalam kehidupanku, karenanya aku bisa menambah wawasanku dalam mendalami islam, karenanya pula aku dikenalkan berbagai macam kehidupan, diberikan sebuah bimbingan memang perlu. Alhamdulillah, mbak satu ini dihadirkan Allah bertemu dengan aku, yang Allah kirim untuk aku. Beliau sungguh luar biasa bagiku, dan perlu diri ini mencontoh perilaku baik dan semangatnya yang selalu berkobar-kobar. Maka, nikmat mana lagi yang kau dustakan? Begitu nikmat rahmat Allah yang diberika kepada hamba-nya yang takhluk pada-Nya. 
Sampai detik ini juga, rahmat-rahmat-Nya selalu mengalir untuk hamba-hamba-Nya. Allahuakbar. 

Ketika kita sadar bahwa akan semua itu, kita tak lagi merasa kekurangan, merasa kecukupan, karena kita akan diajarkan bersyukur dengan hadirnya rahmat-rahmat itu.

Semoga bermafaat, 
Salam manis dari penulis. Salam pemuda.
29 januari 2016 

Monday, December 28, 2015

Rahasia-Nya pasti Indah, makanya dirahasiakan..




            Apa saja yang ada di dunia ini memang sudah ditakdirkan, udah tertulis di Lauhul Mahfud.. Ya memang seperti itu kan? Seperti cuplikan kata apik dari Dr. Al –Qarni dalam bukunya “La Tahzan”

“ Ketika pena-pena sudah ditulis dan lembaran-lembaran sudah mengering.”  

Seakan – akan sudah diberitahukan bahwa setiap makhluk-Nya sudah ada batasan takdirnya. Usaha apapun, segigih apapun kita, kalau Sang Kholiq tak menghendaki, maka tak terwujudlah kehendak kita. Karena Dia-lah yang Maha Tahu, yang baik untuk kita dan yang tak pantas untuk kita. Maka, kondisi terbaik adalah ridho akan takdir yang diberikan-Nya. Yapps,, semua ini rahasia-Nya. Untuk itu, jangan bersedih ketika kita mengalami saat-saat seperti itu, bersabarlah, jangan terlalu larut dalam kesedihan, karena pribadi sudah mengalami saat-saat seperti itu, saat-saat dimana hati menggerutu ingin dimengerti, ingin di kabulkan hajatnya, dan ketika itu jangan bosan-bosan untuk mendekatkan diri pada-Nya, berdoa, dan terus berdoa. Walaupun doa-doa itu kadang tak realisasi, ini adalah rahasia Ilahi, mungkin belum saatnya doa kita terkabul, karena banyak alasan yang kita tak sadar itu menghambat terkabulnya doa kita. Bersabarlah wahai insan, pribadi sudah pernah mengalaminya, nasihat terbaik untukmu adalah bersabar dan ridho akan semua kejadian saat ini, berbaik sangkalah pada-Nya, Allah dzat yang Maha Agung. Bersyukurlah, karena ada orang-orang sekitar yang mampu menguatkan jiwamu. Kau tak sediri. Mintalah nasihat kalau perlu.

“Bersabarlah, dan terus tersenyum dengan kejadian yang mungkin tak enak untuk dinikmati, senyumlah dengan diiringi dzikir pada-Nya, karena itu akan membuat hatimu tenang.”

Sungguh, manusia hanya diminta untuk berusaha dan berdoa. Kalau memang kita pantas untuk mendapatkan sesuatu dengan melihat kerja keras kita, dengan sendirinya Sang Kholiq akan menjadikannya untuk kita. Karena Dia tak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya, begitupun dengan nasib kita. Kitalah yang berhak menentukan jalan alurnya, dan hasil yang baik pasti akan diberikan dari-Nya. 

Percayalah, Allah akan memberikan keindahan disetiap langkah kita, tunggulah keromantisannya datang pada kita, karena semua datang ada alasannya.

“everything gonna be okay”

Salam senyum dari sini, wahai pemuda ... J

Mengontrol hati dengan ilmu....

Heii, tidak ada salahnya kita mempelajari ilmu agama, malah bermanfaat dan banyak barokahnya kediri kita...
Heii, tidak ada buruknya kita mempelajari sejarahnya agama kita, malah lebih menguatkan keimanan kita....
Heii, tidak ada jeleknya kita mendalami ilmu agama, malah menjadikan kita lebih menjadi manusia seutuhnya...
Heei, tidak akan pernah menyesal kita mempelajari ilmu agama, malah akan berguna bagi kehidupan kita..
Heii, tidak akan terjerumus ketempat yang salah kita mempelajari ilmu agama, malah akan membawa kita kejalan yang lurus dan benar.
Sudahlah, jangan acuh tak acuh...
Sudah besar, sudah dewasa, sudah saatnya tiba...
Untukmu dan untukku untuk mengetahui hidup ini seperti apa....


Kawaan........

Untuk apa sih kau perlu agama?
Untuk dirimu sendiri sebenarnya.
Ketika kita mempunyai agama, kita mempunyai acuan hidup, tujuan hidup, arah hidup dan tentu dari agamakita tahu  kenapa kita bisa hidup?

Masalahnya, bukan aku sudah mengetahui banyak hal tentang agama, bukan!
Aku belum pandai soal aturan-aturannya, kaidahnya, syariatnya, bahkan soal ilmu-ilmunya. Namun, aku terus mencoba untuk mempelajarinya, untuk mencoba mencari tahunya, karena aku punya Tuhan, karena Dia perlu aku kenali. Oleh karena itu, dari agamalah aku bisa kenal dengan Tuhanku, karena dari agamalah aku bisa lebih tahu tentang siapa diri-Nya, karena Dia patut untuk kita kenali, karena Dia-lah pencipta kita, maka akan dikembalikanlah kita pada-Nya.

    Dan ternyata, Dia menantikan kita untuk bertemu dengan-Nya. Saat bertemu dengan-Nya. Pertanyaannya? Apakah kita siap? Apa yang harus kita lakukan kepada-Nya saat kita bertemu? Pertanyaanya..Apakah kita punya cara yang jitu untuk memohon agar dimasukan Surganya saat sudah bertemu dengan-Nya? Bagaimana memohon? Kalau selama hidup saja kita tidak mengenalinya, bagaimana bercakap dengan mesra ketika kita bertemu dengan-Nya? Kalau kita tidak mengenal-Nya? Dia adalah Allah SWT. Inginkah kau mengenalnya? Aku ingin kawan. Aku ingin mengenal dekat diri-Nya.
Belum lagi kita mengenal kekasih-Nya, Rasullullah... Apakah kita juga sudah mengenalnya selama di dunia ini? Kawaan,, aku juga ingin mengenalinya.. mari kita bersama-sama mengenali Tuhan kita, Allah, mengenali kekasihnya Rasullullah dan para sahabat-sahabatnya. Sungguh, akan ada pertolongan kelak diakhirat ketika sudah menyembah Allah, meneladani Rasullullah dan para sahabatnya. 

Allahuakbar... 
Ya Robb, tuntun kami untuk mengenali kekasih-Mu, meneladaninya agar kami kelak mendapatkan syafaatnya... Aamiin

Salam manis dari sini, wahai pemuda..