Reading

You have to read a lot, you will find a wonderful word.

BE HAPPY

If you're happy, you will spread your happiness around you.

BE KIND

The world needs you to be nice and great person.

Grateful

What thing you have know is the best thing for you, be grateful of it.

Never stop traveling

Go to some where with your friends that makes you more relax.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Achieve your dreams!

Make people proud of you.

Monday, December 28, 2015

Rahasia-Nya pasti Indah, makanya dirahasiakan..




            Apa saja yang ada di dunia ini memang sudah ditakdirkan, udah tertulis di Lauhul Mahfud.. Ya memang seperti itu kan? Seperti cuplikan kata apik dari Dr. Al –Qarni dalam bukunya “La Tahzan”

“ Ketika pena-pena sudah ditulis dan lembaran-lembaran sudah mengering.”  

Seakan – akan sudah diberitahukan bahwa setiap makhluk-Nya sudah ada batasan takdirnya. Usaha apapun, segigih apapun kita, kalau Sang Kholiq tak menghendaki, maka tak terwujudlah kehendak kita. Karena Dia-lah yang Maha Tahu, yang baik untuk kita dan yang tak pantas untuk kita. Maka, kondisi terbaik adalah ridho akan takdir yang diberikan-Nya. Yapps,, semua ini rahasia-Nya. Untuk itu, jangan bersedih ketika kita mengalami saat-saat seperti itu, bersabarlah, jangan terlalu larut dalam kesedihan, karena pribadi sudah mengalami saat-saat seperti itu, saat-saat dimana hati menggerutu ingin dimengerti, ingin di kabulkan hajatnya, dan ketika itu jangan bosan-bosan untuk mendekatkan diri pada-Nya, berdoa, dan terus berdoa. Walaupun doa-doa itu kadang tak realisasi, ini adalah rahasia Ilahi, mungkin belum saatnya doa kita terkabul, karena banyak alasan yang kita tak sadar itu menghambat terkabulnya doa kita. Bersabarlah wahai insan, pribadi sudah pernah mengalaminya, nasihat terbaik untukmu adalah bersabar dan ridho akan semua kejadian saat ini, berbaik sangkalah pada-Nya, Allah dzat yang Maha Agung. Bersyukurlah, karena ada orang-orang sekitar yang mampu menguatkan jiwamu. Kau tak sediri. Mintalah nasihat kalau perlu.

“Bersabarlah, dan terus tersenyum dengan kejadian yang mungkin tak enak untuk dinikmati, senyumlah dengan diiringi dzikir pada-Nya, karena itu akan membuat hatimu tenang.”

Sungguh, manusia hanya diminta untuk berusaha dan berdoa. Kalau memang kita pantas untuk mendapatkan sesuatu dengan melihat kerja keras kita, dengan sendirinya Sang Kholiq akan menjadikannya untuk kita. Karena Dia tak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya, begitupun dengan nasib kita. Kitalah yang berhak menentukan jalan alurnya, dan hasil yang baik pasti akan diberikan dari-Nya. 

Percayalah, Allah akan memberikan keindahan disetiap langkah kita, tunggulah keromantisannya datang pada kita, karena semua datang ada alasannya.

“everything gonna be okay”

Salam senyum dari sini, wahai pemuda ... J

Mengontrol hati dengan ilmu....

Heii, tidak ada salahnya kita mempelajari ilmu agama, malah bermanfaat dan banyak barokahnya kediri kita...
Heii, tidak ada buruknya kita mempelajari sejarahnya agama kita, malah lebih menguatkan keimanan kita....
Heii, tidak ada jeleknya kita mendalami ilmu agama, malah menjadikan kita lebih menjadi manusia seutuhnya...
Heei, tidak akan pernah menyesal kita mempelajari ilmu agama, malah akan berguna bagi kehidupan kita..
Heii, tidak akan terjerumus ketempat yang salah kita mempelajari ilmu agama, malah akan membawa kita kejalan yang lurus dan benar.
Sudahlah, jangan acuh tak acuh...
Sudah besar, sudah dewasa, sudah saatnya tiba...
Untukmu dan untukku untuk mengetahui hidup ini seperti apa....


Kawaan........

Untuk apa sih kau perlu agama?
Untuk dirimu sendiri sebenarnya.
Ketika kita mempunyai agama, kita mempunyai acuan hidup, tujuan hidup, arah hidup dan tentu dari agamakita tahu  kenapa kita bisa hidup?

Masalahnya, bukan aku sudah mengetahui banyak hal tentang agama, bukan!
Aku belum pandai soal aturan-aturannya, kaidahnya, syariatnya, bahkan soal ilmu-ilmunya. Namun, aku terus mencoba untuk mempelajarinya, untuk mencoba mencari tahunya, karena aku punya Tuhan, karena Dia perlu aku kenali. Oleh karena itu, dari agamalah aku bisa kenal dengan Tuhanku, karena dari agamalah aku bisa lebih tahu tentang siapa diri-Nya, karena Dia patut untuk kita kenali, karena Dia-lah pencipta kita, maka akan dikembalikanlah kita pada-Nya.

    Dan ternyata, Dia menantikan kita untuk bertemu dengan-Nya. Saat bertemu dengan-Nya. Pertanyaannya? Apakah kita siap? Apa yang harus kita lakukan kepada-Nya saat kita bertemu? Pertanyaanya..Apakah kita punya cara yang jitu untuk memohon agar dimasukan Surganya saat sudah bertemu dengan-Nya? Bagaimana memohon? Kalau selama hidup saja kita tidak mengenalinya, bagaimana bercakap dengan mesra ketika kita bertemu dengan-Nya? Kalau kita tidak mengenal-Nya? Dia adalah Allah SWT. Inginkah kau mengenalnya? Aku ingin kawan. Aku ingin mengenal dekat diri-Nya.
Belum lagi kita mengenal kekasih-Nya, Rasullullah... Apakah kita juga sudah mengenalnya selama di dunia ini? Kawaan,, aku juga ingin mengenalinya.. mari kita bersama-sama mengenali Tuhan kita, Allah, mengenali kekasihnya Rasullullah dan para sahabat-sahabatnya. Sungguh, akan ada pertolongan kelak diakhirat ketika sudah menyembah Allah, meneladani Rasullullah dan para sahabatnya. 

Allahuakbar... 
Ya Robb, tuntun kami untuk mengenali kekasih-Mu, meneladaninya agar kami kelak mendapatkan syafaatnya... Aamiin

Salam manis dari sini, wahai pemuda..

Wednesday, December 2, 2015

Ingat nggak sih kamu sama Dia?


Seberapa sering kita mengucap asmaNya? Seberapa sering kita tersadar oleh kuasaNya? Sejauh mana kah kita mengenalNya? Dan sedekat apakah kita denganNya? 
Hai kawanku yang super baik akhlaknya, gimana bisa nebak coba kalau kau berakhlak baik? Ya iyalah, tentu saja aku bisa, soalnya, dari awal aku mengetahui hal baik yang telah kau lakukan, apa coba? Mencoba kepo-in ini alamat website dan membaca seberkas kata-kata yang menurut kau penting untuk dibaca, ya itu salah satunya aku bisa ngejudge kalu you itu orang berakhlak baik, karena Insha Allah dalam konteks ini, tulisan-tulisan yang sudah dipost di web ini diharapkan akan bermanfaat untuk pembaca. bukan begitu? Ya benar sekalee. Yok lanjut... 
Jadi, kapan sih kamu punya waktu bener-bener bisa mengingat Allah? Apakah saat sedih? Gundah? Galau? Suram? Butek? Suntuk? Dan lain-lain. Saat bagaimana kau bisa mengingat Allah kawan?
Pertanyaan-pertanyaan diatas sebenarnya juga pertanyaan untuk diriku sendiri. Ya memang, dan kadang saat hati sedang bener suntuk gitu, bawaannya pengen mendekat terus ama Allah, pengen di dengerin gitu doa-doa yang telah aku panjatkan, pengen lepas aja dari segala keresahan, pengen adem-ayem dan kembali bangkit lagi. Di lain sisi, aku tak menyadari bahwa pertanyaan ini  tak terlintas dibenakku, dan mungkin pertanyaan dari Allah jika Ia bisa memprotesku “ selama sehatmu, selama tenangmu, selama senangmu, selama ceriamu, selama bahagiamu, kau kemana saat itu? Aku mencarimu. Disaat aku tak mencarimu, kau datang dengan menuntut segala hal yang kau inginkan dariku, apakah pantas itu kau lakukan wahai kekasihku?,  dan sesungguhnya aku berikan semua itu karena aku ingin kau kembali kepadaku.” 
Namun Allah tak pernah memprotesku, Allah tak pernah menyalahkanku, begitu sayangnya Ia padaku, begitu rindunya, hanya saja Ia siratkan pesannya dengan menghadirkan suatu hal yang bisa membuatku kembali kepadaNya dengan menghilangkan sebagian nikmat yang telah Ia berikan, dengan itu apakah kita masih mengingat Allah? Apakah kita masih mampu menyebut nama indahNya? Ya itu harus dipertanyakan pada diri kita sendiri. Subhanallah. Apakah kita masih mampu berdiri tegak dengan keadaan lemah? Dengan hanya berpasrah pada Allah? Namun, kadang kita dilalaikan oleh dunia.  
Sungguh, kelalaian sering saja menghampiri diri ini, apakah kau mengalami hal serupa dengan kelalaian? Bener banget gan, ini kelalaian harusnya dibasmi tuntas dari hidup, hehe . ya terkadang ada aja hal yang menyangkut pautkan kita dengan kelalaian, dengan apa sih kelalaian itu kita basmi? Dengan obat peptisida, hehehe. Enggaklah yauw. Kembali kejalan yang benar. Kelalaian bisa kita atasi dengan cara kita selalu berusaha menjadi yang terbaik di depan Sang Robb. Yak, bener tuh, ketika kita berusaha menjadi terbaik didepan Robb kita dengan sendirinya kita telah menindas kelalaian pada diri kita. Saat kita selalu berdzikir dan berdoa padaNya, disitulah kelalaian itu akan hilang begitu saja. Begitupun dengan diri ini, masih dan terus belajar untuk menjadi terbaik didepan Robb, oleh karena itu, mari bersama-sama menghilangkan kelalaian, mari terus berusaha menggerus kelalaian dalam diri kita masing-masing. Hanya dirilah yang tahu seberapa besar kelalaian kita. Semoga dengan berjalannya hari, semakin lunturlah kelalaian kita mengingat Allah.  Tetap yakin dan percaya bahwa Allah bersama kita. 
Yak, Perlu adanya keyakinan yang tinggi untuk percaya bahwa Robb itu ada. Rasakanlah,Robbmu ada dihatimu, Ia sangat dekat denganmu. Tak perlu kuperjelas lagi, karena sudah nyata bahwa Robb itu ada. Allah ada disini. Sang pencipta langit dan bumi, pencipta diri ini, pencipta alam semesta, pengatur segala hal di dunia. Lalu, apa yang kau tunggu jika kau masih ragu? Tenanglah, tak perlu tergesa-gesa. Jika tekadmu kuat untuk mengenal Allah, dan bener-bener yakin bahwa kau kelak akan bertemu denganNya. Selalu sebutlah namanya. Selalu ingatlah dengan keberadaanNya dengan berdzikir. Yaapps.... dzikir adalah salah satu cara ampuh untuk selalu berada didekatnya.  
Untuk itu, jabaran tulisan diatas apakah berupa nasihat atau curhatan ataupun sebangsanya, semoga menjadi salah satu dari kebaikan, yang mana tujuan utama di tujukan untuk diri penulis sendiri, agar selalu bersemangat untuk berbenah diri, untuk berusaha memesan nomor kamar untuk penghuni surgaNya. Jikalau dapat menginspirasi anda, betapa senangnya hati penulis mendengarnya.  
Semoga kelak kita akan berkumpul bersama-sama di SurgaNya yang abadi itu dengan sering-sering mengingatNya. Aamiin

Monday, November 23, 2015

Rehat sejenaklah dari semua pemikiranmu, bagaimana?

                            

Sejatinya kita tak pernah berhenti untuk berpikir, pasti ada aja setiap hari untuk dipikirkan, ya kan? Entah itu tentang kebutuhan sehari-hari, tugas kuliah, kerjaan di rumah, rencana liburan, rencana naik haji, rencana buat ini, buat itu, mau main kesana, mau main kesitu, dan masih banyak lagi pikiran-pikiran yang terlintas dalam otak kita masing-masing, ya kan?


Benar apa adanya, kita memang harus melalui masa-masa berpikir ini, memang saat inilah kita berfikir tentang sesuatu yang sedang kita pikirkan sekarang, nikmati saja pikiran-pikiran itu, sapa tahu kita hanya diberi kesempatan dariNya untuk memikirkan sesuatu hanya sekali ini saja, ya nggak?


Ngrasa nggak terkadang diri kita ingin terlepas dari pikiran-pikiran yang kadang membuat kita tak habis pikir, membuat kita down, membuat kita terpojok, bahkan kadang membuat kita menjadi kecil di mata oranng lain dan kita tak ingin memikirkannya tapi harus kita pikirkan. Pernah kan?


Apalah semua pikiran itu, mau bentuk apapun pikiran-pikiran yang ada di otak kita, kita hanya perlu hal apa yang manjur untuk mengatasi pikiran-pikiran yang kadang rancau itu. Baru aku sadari adalah bahwa untuk menghadapinya yaitu dengan “TENANG”.

Ya tenang kawan, tenang... tenang.. seng tuenang ya....

Sesungguhnya ketenangan hanya milik mereka yang mengerti arti ketenangan sendiri, disini ketenangan jiwa berperan penting dalam segala hal, untuk memecahkan suatu masalahpun kita butuh ketenangan jiwa. Benar kan? Ketenangan akan membawa kita dalam tingkat pemikiran yang tinggi yang dapat menghasilkan energi positif untuk outputnya. Iya kan?


Rasakan deh, ketenangan itu penting untuk mengatasi pemikiran-pemikiran yang membuat kita tak bisa tuk berpikiran, hanya dengan ketenangan kita bisa memfokuskan arah tujuan kita, hanya dengan ketenangan jiwa ini tersentuh lembut dengan- Nya.

Karena ketika ketenangan itu tiba, seluruh organ tubuh, sistem tubuh berkerja cepat untuk menghasilkan power yang hebat dalam bentuk bermacam-macam, seperti jika kita ingin menulis saja, dalam keadaan tenang, otak kita akan terfokus dalam mengembangkan kata-kata yang indah nan bermakna dalam setiap katanya. Dan masih banyak lagi ketenangan-ketenangan dalam kondisi lain. Karena itu ketenangan penting.

Kapan ketenangan ada? Ketenangan ada jika kondisi sekitar mendukung untuk otak kita berkerja pesat, ketenangan ada ketika orang-orang lelah pada pemikiran-pemikaran kusamnya. Dan ketenangan ada saat sunyi-sunyi malam tiba. Lalu kapan waktu yang tepat mencari ketenangan?


Ketenangan itu ada di sepertiga malam. Saat-saat waktu-Nya datang. Saat itulah ketenangan hakiki turun diberikan kepada semua makhluknya yang sedang memohon diberi ketenangan. Saat itulah manusia berada dalam posisi terbaiknya untuk meminta pertolongan. Waktu yang sangat mulia untuk mencari ketenangan yaitu waktu Sang Kholik turun ke bumi.

Tuesday, November 10, 2015

Banyak pengalaman, Banyak hal baru...

31 oktober 2015


Assalamu’alaikum...

Begitu banyak kejadian yang sudah aku alami saat ini, dalam dunia kampus, dunia pertemanan, dunia kapung halaman, dunia baru yang mungkin aku belum pernah merasakannya sebelumnya. Salah satunya mungkin dibulan ini. Ya oktober is great month that gives me many experiences. Boleh jadi ini salah satu cara Allah menyampaikan rasa sayangnya kepadaku, dengan hal-hal yang dihadirkan dalam kehidupan aku, secara tidak langsung mengajarkan aku betapa penting sebuah waktu, rasa bersyukur dan kesehatan itu.


First of all, one of the experiences that I have for this month is my Event in my hometown, my friends and I had planned to celebrate the day of One Muharrom. Yah, I was very enthusiastic for accomplishing this event, not only me, but also my member of IPC group. We were seriously to make this event being successful. I appreciate their spirit and power to get relief fund from all people in my village and I had to involve this activity as well. You know that was not easy to collect money from each people in my village, because there is an area of my village that is separate away from my main part of my village, the name of this place is Malangbong, so my friends and I had to through the forest to arrive there. This barrier did not make us surrender to get fund. The spirit always becomes ours. We went there and we got a lot of money from each people. This journey gave me important experience. The people live in Malangbong can get thing that they need; they have to through the forest with a difficult road-route. I cannot describe this real condition. It was hard to through the road. I was glad to visit there.


Then, in October, I was being busy girl, because of this event. I had to come and back from Surabaya-Bojonegoro. It’s never mind. I believe that this moment make me thought “What an important time in life.” Yap I did it. I can manage my time becomes useful time. There is no time being waste in my life. I have to manage my time whether time for my task from college and event in hometown. Because of this event is bigger event that I made with my friends. We had to prepare it with perfectly. Honestly, I rather felt tired. But I had to against myself to be down. I just put word in my mind “I can do it!”. In fact, I can. It is the power of mindset and positive mindset. Surely, it moment makes me more mature girl. Thanks God.
 Another experience that I have is when I was sick. Ooh man... I don’t want to get sick anymore. it made me suffer. Because I could not handle myself to be healthy, maybe my antibody got down and I could resist it.  Although, it just got influenza but for me it was hard to go on in my life, because the influenza was not common, I could not explain what the influenza is that I got. It happened during two week. In future, I will treat myself more fit and healthy. Yap I have to do this way. This experience made me thought that healthy is important to be kept.

That’s all my experiences that I have. It can make my self growing in this world by facing new moment in my life. Actually, I have a lot experiences in this month, however, I can not share in this media, hehehe. I just keep in mind, wkwkwk. Oke thank for reading my experiences, I hope you can get advantages from my site. Thanks a lot. Don’t forget left your comment yah.. yuhuu. Byee..
Wassalamu’alaikum...


Butuh Kekasih? Orang tualah kekasih sejatimu....

Kekasih...
Butuhkah kau seorang kekasih saat ini?
Kekasih...
Sudah adakah seorang kekasih yang kau inginkan?
Kekasih, kekasih, dan kekasih..
Dan tak heran kata kekasih bersebaran disekelilingku, seperti sampah yang dimana-mana pasti ada. Taukah kau hakekat seorang kekasih itu? Dan apa yang kau butuhkan dari seorang kekasih? Begitu banyak pertanyaan tertancap di otak tentang seorang “kekasih”. Apa memang perlu saat ini memiliki kekasih? Kekasih hati? Kekasih yang tak ingin dilupakan. Kekasih yang ingin peduli. Kekasih yang selalu ada. Itu sih yang aku dapat dari beberapa kata-kata yang pernah aku baca. Apa benar kekasih itu seperti itu? Apa benar kekasih selalu ada?
Kekasih dambaan hati hanya terselubung dari relung hati yang paling dalam, kekasih yang baik akan diturunkan kepada ia yang ingin menjadi kekasih yang baik. Kekasih seperti apa yang kau inginkan? Bagaimana bisa kau mendapatkan seorang kekasih?

Kalo ngomong soal kekasih hati? Stop disini deh~~ hehehe, (respon jomblo) wkwkwk.. just kidding..  karena hati ini belum siap memiliki kekasih hati untuk pengisi hari-hari, mungkin belum saatnya hati berkata untuk menerima hati lain untuk seorang kekasih. Karena hati ini hanya aku persiapkan untuk kekasih yang mungkin akan ku jadikan sandaran hidup. Akan menjadi pengisi hari-hari aku. Untuk menemani disetiap saatku. Untuk berbagi semua tentang hal ku. Menorehkan sebuah hiasan baru dimasa yang akan datang. Ku hanya mempersiapkan untuknya yang dikirim Allah untuk melengkapi separuh agamaku. Namun, saat ini kucoba tegaskan hati untuk kokoh dalam pendirian, bahwa ilmu dulu dikejar, kekasih akan datang pada waktu yang tepat, entah saat mengejar ilmu, atau kapan. Dia akan datang pada saatnya. Disini, kupercayakan sepenuh hati ini untuk terus berjuang melawan hawa nafsu, walaupun sepanjang jalan ada rintangan, ku harus kuatkan semua tenagaku.


Karena apa hingga saat ini ku tak berani mengambil resiko menjadi seorang kekasih orang lain? Alasan terbesar yang ada dibenakku adalah KEDUA ORANG TUA KU. Banyak penjelasan yang mengatakan bahwa aku tak mengambil sebuah resiko itu, karena resiko akan lebih besar jika aku menjadi seorang kekasih orang lain tanpa adanya restu kedua orang tuaku. Ya, sudah aku pertimbangkan memang. Ku harus sadari bahwa pengaruh yang paling dahsyat bukanlah dari kekasih yang kita punya, bukanlah seorang yang dekat dengan kita, namun pengaruh terbesar di diriku ada di Kedua Orang Tua Ku. Ku harus tahu bahwa aku hadir di dunia ini karena beliau-beliau ini, nah untuk apa aku melakukan hal yang aku inginkan, namun tidak ia inginkan? Apakah aku pantas menjadi seorang anak jika melawan perintahnya?


Sembilan belas tahun sudah aku dibesarkan dengan kasih sayang yang utuh dari Kedua Orang Tua ku. Yang mungkin sebagian remaja tidak dapat merasakan kasih sayang orang tua, namun aku disini mendapatkan hak yang sangat sempurna untuk ditiru setiap orang tua.  Yang mungkin sebagian remaja mendapatkan kasih sayang dari kekasih hatinya. Namun, aku tidak, aku berusaha membatasi sebuah pertemanan menemukan kekasih hati, hal ini hanya untuk memberikan kesempatan kedua orang tuaku memperhatikan ku dalam setiap waktunya, bukannya aku menuntut kasih sayang dari kedua orang tuaku, tetapi merekalah yang memberikas semua kasih sayangnya padaku, tanpa ku mintai.

Begitu adilnya Allah itu, ku harus akui bahwa memang Allah itu Maha Adil dan bijaksana. Disaat remaja-remaja menyibukkan perhatiannya di tujukan kepada kekasih pujaanya, di lain hal aku selalu diperhatikan Allah dengan bantuan Orang Tua ku, secara tidak langsung kasih sayang yang selalu kedua orang tuaku berikan adalah kasih sayang Allah kepadaku. Ya aku yakin itu. Lewat kedua orang tuaku Allah hadirkan suatu kebahagiaan yang sangat hangat dalam keluarga ku. Alhamdulillah, Allah Maha Besar. Tak ada yang bisa menandingi kuasa-Nya. Patutlah diri ini untuk selalu bersyukur atas segala yang Allah berikan kepada kita.


Sempat sih terpikir, hati ini butuh sandaran sejenak ~ butuh dan butuh. Dan semua itu terjawab dengan kehadiran Kedua Orang Tua ku. Lagi, lagi, siapa yang peduli kepadaku, siapa lagi kalo bukan kedua orang tua. Bapak Ibu Ku ....




Sadarkan diri untuk terus belajar....

Terkadang aku mudah untuk memahami hidup ini, terkadang juga sulit untuk memahaminya. Mungkin saat-saat itulah aku dituntut untuk berfikir, seberapa pahamkah aku dengan kehidupan yang sementara ini.  Ya , aku memang harus belajar terus dan terus selama hidup ini berlangsung, untuk bisa memahami setiap kejadian yang hadir dalam detiknya. Inilah yang membuat aku yakin bahwa setiap manusia itu memang terlahir berbeda. Dan aku harus memahaminya. Harus bisa menempatkan dimana posisi yang baik diambil saat seperti itu. Manusia.. manusia.. inilah kehidupan nyata didunia. Mari berkaca pada diri kita, apakah sudah paham sebagai seoranng manusia yang benar-benar menyandang gelar manusia? Tak usah berfikir keras untuk melewati semua hal yang begitu aneh teralami di dunia ini. Hanya berfikirlah secara kritis dengan semua itu. Kita adalah manusia yang harus terus belajar dan masih belajar.


Persoalan kecil pun bisa kita jadikan sebuah pelajaran besar disetiap harinya. Tetapi. Terkadang diri ini lupa akan semua hal-hal yang hadir hingga tak memperdulikan sedikitpun untuk dipelajari. Yaah... mungkin tidak peka kali yaa, dengan petunjuk Allah. Yang mana seharusnya hal hadir untuk kita jadikan suatu pembelajaran hidup, eeh,, kita tinggalin begitu sajaa, kan sia-sia klo kita udah menyelesaikannya. Yah, kembali lagi, diri ini memang masih belajar. Masih berusaha memahami kehidupan yang hakiki. Biarlah waktu mengalir dengan apa adanya tanpa kita paksa untuk mengalir deras. Kalau sudah waktunya mengalir deras pasti akan mengalir. Hanya butuh kesabaran dan keyakinan dalam hidup ini. Insyaallah semua akan berjalan baik-baik saja. Intinya,kudu bisa menempatkan diri kita disetiap moment apapun. Untuk memperoleh hasil yang baik.


Dan diri ini hanya menulis saja dari pengalaman yang ada, bahwa survei membuktikan manusia itu labil dan berubah-ubah fikirannya, keputusannya, dll, jika manusia itu tidak punya pegangan kokoh untuk melakukan sesuatu. Namun, jika memang seorang manusia dikatakan sudah bulat membuat keputusan dan tidak pernah mengubahnya, dan berusaha untuk tetap dalam keputusan awal disitu tertanam “KEYAKINAN YANG KOKOH” yang tak pernah membuatnya labil. Disini seorang manusia membutuhkan suatu keyakinan yang kokoh untuk mempertahankan segala keputusannya. 


Entah dalam hal apapun, keyakinan itu harus tertanam disetiap hati dan pikiran manusia, agar tidak adanya kelabilan dalam diri manusia. Kelabilan hadir ketika seorang itu belum tahu akan hidup yang sebenarnya, banyak hal yang memang harus dipelajari untuk menghindarkan kelabilan. Labil memang proses menuju kedewasaan. Akan lebih baiknya kelabilan yang hadir disetiap hari akan membuat manusia berfikir kritis dan berfikir cemerlang atas semua hal yang dilakukannya. Dari situ akan menemukan suatu hikmah dan pelajaran untuk kedepannya. Sehingga kelabilan sedikit demi sedikit akan tergerus oleh kedewasaan dengan hadirnya sebuah pilihan-pilihan yang harus kita pilih. 

Akhirnya terciptalah manusia yang seutuhnya menjadi panutan bagi sesama. Jangan kwatir dengan kelabilan yang ada, memang harus dilalui dan dinikmati. Agar kita tahu dan pernah merasakan kelabilaran yang sempurna. Jangan pernah bosan untuk belajar untuk berkeyakinan bulat. Nyatakan bahwa diri kita sanggup untuk bertanggung jawab atas semua hal yang kita pilih. Ini namanya Jagoan.


Jangan mudah percaya dengan kata-kata seorang, apalagi kata-kata aku diatas, boleh jadi semua pemikirannya belum seratus persen benar, harus dikaji, di cari referrensi, namanya juga manusia. Pasti ada salahnya. Tulisan diatas membuktikan bahwa tidak semua orang mempunyai pemikiran yang sama dan cara pandang yang sama. Ya tulisanku diatas menurut apa yang ada dipikiranku, boleh saran kritik, asalkan membangun diri ini untuk kedepan yang lebih baik. Tetap belajar hidup. Thanks for reading ~ J